<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113</id><updated>2011-12-13T23:12:41.025-08:00</updated><category term='Pacar Cantik di Kapalselamku'/><category term='Kumpulan Cerpen'/><category term='Buku Majas'/><category term='Jaringan'/><category term='Teh Naga'/><category term='Kontak'/><category term='Krupuk Puli'/><category term='Novel'/><category term='Jawaban Kekacauan'/><category term='Kumpulan Puisi'/><category term='Produk Terakhir'/><category term='Kedaulatan Pangan'/><category term='Rekanan'/><category term='Bi Gayah Sambalnya Mmm...m'/><category term='Rekanan Penerbit'/><category term='Cara Pemesanan/ Pembelian'/><title type='text'>Penerbit MAJAS</title><subtitle type='html'>Bermakna dan Jelas</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-8434409415703074588</id><published>2011-04-24T18:37:00.000-07:00</published><updated>2011-04-24T18:37:27.399-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pacar Cantik di Kapalselamku'/><title type='text'>Pacar Cantik di Kapal Selamku di Jawa Pos</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jawa Pos Senin, 17 Jan 2005&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pacar Cantik di Kapal Selamku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;CIKINI - Satu lagi buku novel meramaikan khasanah sastra Indonesia. Kali ini giliran Rahmat Ali dengan novel berjudul "Pacar Cantik di Kapal Selamku" menyapa para penggemar sastra di Indonesia. Siang kemarin, peluncuran perdana disertai diskusi di Pusat Dokumenter H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Novel ini mengisahkan petualangan seorang pelaut muda Darmadi yang mengarungi samudera hingga belahan Eropa Timur. Ceritanya tidak hanya berhenti pada petualangan semata. Kisah tentang kegetiran cinta Darmadi dengan seorang perempuan Rusia teruntai dengan apik dalam selipan dan pemaparan tentang dunia para KKO (Marinir jaman Orde Lama). Kisah cinta Darmadi yang mendapat nama baru, Madov, dengan gadis Rusia itu harus berakhir dengan perjodohan yang telah di atur&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;oleh orang tuanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menariknya, kisah cinta itu tidak hadir sendirian dalam rangkaian cerita. Rahmat Ali dengan detail bisa mengajak pembacanya untuk mengenal lebih dekat berbagai belahan negeri-negeri di Uni Soviet. Bahkan, novelis yang sudah aktif menulis sejak 1958 ini juga membagikan cerita tentang keperkasaan-keperkasaan kapal selam yang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mengarungi dalamnya samudera. Mulai jenis kapal hingga tempat-tempat strategis yang selama ini hanya diketahui para pelaut, muncul dalam novel ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Referensi si pengarang sangat luas tentang dunia marinir memungkinkan segala informasi tertulis lengkap di dalamnya. Namun, ini bisa menjadi bumerang," ujar Sihar Ramses Simatupang, salah seorang pembicara dalam diskusi novel. Wartawan yang aktif di dunia sastra ini melihat kemungkinan terjadinya kejenuhan si pembaca saat disodori informasi detail soal latar cerita. Tentang data detail mengenai sebuah kapal selam misalnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sihar juga melihat ada semacam nilai-nilai sosial generasi Rahmat Ali yang terbawa dalam novel ini. Pada perjodohan si Darmadi alias Madov, misalnya. Sihar dengan cerdik membidik "kepasrahan" Darmadi alias Madov. Mengapa seorang pelaut sarat pengalaman serta dekat dengan kultur barat, tiba-tiba bertekuk lutut pada perintah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;perjodohan. "Adalah aneh saat dia tak berdaya saat dipanggil ibunya untuk menjadi ’Siti Nurbaya’. Bisa jadi inilah sikap yang masih terkait dengan generasi si pengarang, terasa pararel dengan sikap tokoh di novelnya," terang Sihar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rahmat Ali sendiri mengaku novel ini lahir karena dorongan problematik. Pengalaman hidup Rahmat yang begitu keras dan akrab dengan kemiskinan coba dia munculkan dalam novel ini. Pengalaman pribadi itu kemudian dia padankan dengan kerasnya latihan dan kehidupan angkatan laut. Salah satu bentuk padanan kisah itu muncul saat tokoh Darmadi putus cinta dengan Martina Debruska, si gadis asal Rusia. Darmadi tidak lantas larut dalam kepedihan. Ketegaran Darmadi ini selaras dengan sikap tegar Rahmat Ali saat ayahnya meninggal kala dia masih berumur 8 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Novel ini fiksi. Banyak pengeksplorasian realitas campur imajinasi," kata Rahmat Ali. Untuk menyelesaikan novel ini, Rahmat mengaku melakukan semacam studi pustaka ke beberapa tempat seperti perpustakaan Rusia di Jakarta dan juga museum Satria Mandala. Dari dua tempat itulah Rahmat Ali bisa menemukan nama-nama dan spesifikasi berbagai kapal selam serta deret syair lagu Padmaskovniye Wechera - Moskow di Waktu Malam. (tir)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-8434409415703074588?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/8434409415703074588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=8434409415703074588' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/8434409415703074588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/8434409415703074588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2011/04/pacar-cantik-di-kapal-selamku-di-jawa.html' title='Pacar Cantik di Kapal Selamku di Jawa Pos'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-1773448271200776994</id><published>2011-03-20T21:08:00.000-07:00</published><updated>2011-03-20T22:37:00.685-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pacar Cantik di Kapalselamku'/><title type='text'>Cinta, Sejarah dan Politik lewat ”Tatapan Mata Marinir”</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-o2fu8faeWDI/TYbOF4qB1EI/AAAAAAAABnc/YcN4fwdXlqw/s1600/P1150834.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://lh3.googleusercontent.com/-o2fu8faeWDI/TYbOF4qB1EI/AAAAAAAABnc/YcN4fwdXlqw/s320/P1150834.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-0yisJ3vUtZc/TYbNcxWIa3I/AAAAAAAABnY/DUwCttckpjM/s1600/P1150840.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cinta, Sejarah dan Politik lewat ”Tatapan Mata Marinir”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh: Sihar Ramses Simatupang *)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rahmat Ali, di pertengahan bulan awal tahun 2005 ini menerbitkan karyanya yang berjudul "Pacar Cantik di Kapal Selamku". Novel tebal, detail mengungkapkan tiap persoalan seorang pelaut mulai dari kapalnya, perihal cara mengemudikan, arah mata angin, nama 13 republik di Rusia: Estonia, Latvia, Lithuania, Byelorussia, Ukraina, Maldovia, Armenia, Georgia, Azerbaiyan, Turkmen, Uzbek, Tajik dan Kirghiz. Novel memperlihatkan kefasihan pengarang pada dunia si tokoh utama, kesabaran si pengarang dalam meniti kisah lewat pandangan si tokoh utama, dengan detail informasi, latar dan alur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah dalam novel ini, setelah bab Pembuka mengalir dengan pola flashback, tokoh utama berkisah tentang masa lalu saat menjadi marinir (dulu KKO -- (Kesatuan Korps Angkatan Laut) muda: dua gadis yang dikenalnya dengan dekat, gadis Rusia dan gadis Indonesia. Dari situ, pada bab kedua, waktu melompat ke masa lalu, cinta kedua gadis kemudian menjadi pemantik utama untuk bercerita tentang masa lalunya saat menjadi pelaut muda lengkap dengan pengembaraan ke setup negeri termasuk di Rusia. Cinta marinir di kota Wladiwostok (dimana di akhir cerita, kisah kembali ke alur maju saat si tokoh utama tua dan hidup di Indonesia).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lewat kacamata pelaut muda bernama Darmadi ini — biasa dipanggil emaknya di kampung "Mad", tapi dipanggil di Rusia menjadi "Madov" — Rahmat Ali menempatkan karyanya lewat persoalan si tokoh utama Darmadi alias Madov, yang bekerj a sebagai anak buah kapal, mencintai seorang perempuan Rusia bernama Martina Debruska. Darmadi, lewat pengalaman sebagai marinir/KKO KRI "Nanusa" berjenis kapal pengangkut memiliki mitraliyur penangkis udara, lalu dikirim bernama kawan se¬korpsnya ke Wladiwostok (Pusat Pendidikan Kapal Selam sekaligus pangkalan AL Uni Soviet Rusia, terbesar di kawasan Timur Jauh).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang nampak dari pengalaman si Madov adalah pelajaran yang dia terima di Wladiwostok, guru cantik Shirley Ivanova yang dikagumi kawan-kawannya, Mayor Garin yang galak, cinta pada Martina Debruska, dialog dan pergaulan KKO, perjalanan menyenangkan dari Wladiwostok ke Moskow — semua dirasanya kontras dengan kisah sedih keluarganya di Alas Roban — wilayah pantai utara Pulau Jawa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan kisah yang lambat tapi detail itu, Rahmat Ali, bebas menceritakan lewat tokoh utamanya yang berceloteh tentang nostalgia cinta anak muda pelaut dengan gadis Rusia, soal kekasihnya di Indonesia yang akhirnya dinikahi lelaki lain karena tak kunjung jelas soal hubungan mereka, tentang "plonco" dari instruktur, sindiran kawannya saat dia menjalin cinta dengan Martina, kemudian berpisah dan dijodohkan dengan Ningsih .&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah laju pengisahan Rahmat Ali yang menyorot setiap latar atau menyorot setiap persoalan itu. Mengingatkan kita pada "Cannery Row" karya John Steinbeck yang berkisah detail tentang citraaan penglihatan, citraan pendengaran :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku bisa menghayati tugas-tugas bapak. Dengan dibantu kernetnya Kasdi dia mengangkut beras ratusan karung penuh dari Madiun ke Surabaya. Pernah juga langsung bawa rokok berpeti-peti dari pabriknya di Malang. Pulangnya ada bawaan barang-barang elektronik untuk didrop di Surabaya. Sampai rumah jam tiga dinihari. Truk bapak biasanya diparkir di ujung jalanan depan. Kasdi memeriksa mesin. Dia mengisi air radiator, nambah oli melalui lubangnya di mesin. Habis itu mencuci trek. Dia seperti bapak, tidak kenal capek. (Hal. 49)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Resiko paling sulit dilalui dalam detailitas pengisahan si pengarang yang "tak melupakan sebutir kancing pun di dalam saku celananya", adalah kesabaran si pembaca meniti pengisahan karya yang lengkap tiap latar, tiap persoalan, atau bahkan citraan penglihatan dan pendengaran lewat si tokoh utama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Referensi si pengarang yang luas di dunia kelautan dan dunia Marinir/KKO, sangat memungkinkan segala informasi tertulis lengkap di dalamnya. Hanya, referensi yang tertuang selengkapnya dan begitu fasih pun, dapat juga menjadi bumerang – atau kelebihan – di dalam sebuah karya sastra.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teringat pada karya seorang novelis Ani Sekarningsih, dimana dalam novel "Memburu Kalacakra" (2004) kartu tarot terlihat dominan dalam karyanya dan (bagi saya) terasa sangat mengganggu pengisahan, persoalan Rahmat Ali di dalam novelnya PCDK ini juga berupa ketidaksabarannya dalam menahan berbagai informasi, yang justru dapat menjadi kerikil penghalang laju kisah dalam karyanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Detailitas ini sebenarnya tidak terlihat menggurui pada beberapa cerpennya (yang kebetulan saya baca baru-baru ini), detailitas pada cerpennya kelihatan adalah detailitas yang universal tentang latar si tokoh, latar peristiwa, dimana detailitas tidak berubah menjadi "data tertulis" tentang kapal selam, ukurannya, hingga nomor-nomor kapal yang bisa sampai tiga paragrap pengisahan ini membuat "nikmatnya" membaca karya Rahmat Ali jadi terkurangi karena hambatan data yang terlalu panjang itu. Di dalam cerpennya, Rahmat Ali bisa lebih hemat dalam pemaparan yang "menggurui" untuk menjelaskan peristiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di luar hal ini, terlebih dahulu saya katakan bahwa saya menyukai sebuah sejarah besar di dalam kisah. Rahmat Ali, punya kekuatan untuk sebuah sejarah besar, apalagi bila dia mau menekan semua informasi tekstualnya yang mendesak-desak, untuk dibuat jadi bahasa yang cair dan universal. Kekuatan generasi lalu memang berupa sejarah dan pengalaman, yang membuat detailitas menjadi kaya namun beresiko terpatah dalam pembacaan karena informasi yang kelewat padat dan menggurui. Hal yang berbeda pada generasi setelahnya yang justru penguatan adalah pada teknik dan bahasa namun kurang memperhitungkan detailitas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentu, detailitas semacam itu bisa dinikmati di dalam tiap paragraf atau tiap bab, bila si pembaca mendapatkan "upah" bangunan konflik yang terbangun baik dalam klimaks, atau pun anti klimaks. Konflik, yang sebenarnya dapat diperlihatkan (misalnya, ketika si Darmadi ditinggal nikah pacarnya Sri saat pemuda ini mendapatkan pelatihan di Rusia, tertangkapnya Martina Debruska karena dituduh berkhianat saat Darmadi "dipanggil" Bung Karno bersama Marinir lainnya) tak dijadikan konflik bathin bagi si Madov atau pun konflik antara si Madov dengan tokoh lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahkan, terhadap perjodohan pun, si Darmadi alias Madov itu menerima begitu saja (ini tentu saja berbeda dengan reaksi anak muda "jaman sekarang" bila dihadapkan pada soal perjodohan.). Seorang pelaut yang punya pengalaman, kebebasan, bergesekan dengan kultur asing – berdansa, keluar malam dan minum sloki wine misalnya – adalah aneh bila dia tak berdaya saat dipanggil ibunya untuk menjadi "seorang Siti Nurbaya dalam fiksi" atau Amir Hamzah dalam kehidupan nyata. Bisa jadi, inilah sikap yang masih berkait dengan generasi si pengarang, terasa paralel dengan sikap tokoh di novelnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barangkali "upah" yang akan dihadiahkan pada pembaca adalah "energi bahasa". Pola penceritaan Rahmat Ali di dalam kisahnya tak mengalir ke depan, waktu berjalan tak linier. Dalam sebuah pengisahan tentang bentuk penggemblengan fisik bagi pelaut Madov misalnya, Rahmat Ali tiba-tiba bercerita tentang masa kecil si Madov saat berenang di Sungai Metro dan khawatir "burungnya" digigit bulus (paragraph , hal. 32), atau saat mendengar permainan piano kemudian mengingat kenangan saat menyaksikan pemain siter keliling di desanya (hal. 56) dan saat kapal selam bersandar di Teluk Peleng, Kepulauan Banggai malah teringat adiknya Rasid saat mengganggu para penjaga tebu dan mengusik sarang burung. Hal yang dalam terjadi tiap bab ini bisa saja berresiko mengganggu lancarnya kenikmatan imajinasi si pembaca tentang kisah "si Madov -pelaut" yang dikirim di Rusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Realisme di Dalam PCDKS&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membaca karya seorang pengarang dalam novelnya, terkadang tergelitik untuk menelusuri proses kreatif kepenulisan pengarangnya, terutama masa lalunya. Sama seperti karya Martin Aleida, Hanna Rambe, nama Rahmat Ali juga tak asing pada masa 1970-an. Cerpennya pernah termuat di Horison pada masa itu. Menulis sejak 1958, sajaknya pernah dimuat di koran "Trompet Masjarakat" yang diasuh Suprijadi Tomodihardjo pada tahun 1959.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menarik juga menyitir pendapat "tokoh sastra realis" di Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, khusus untuk pernyataannya : "Yang saya suka adalah Steinbeck dan Gorki, yang tak saya suka Ernest Hemingway, karena dia selalu mempermainkan perasaan..."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Realisme di dalam seni tak melulu hanya membongkar persoalan sejarah suatu masyarakat, atau pola mimetik alias meniru kenyataan, karena bila begitu, persoalan sebuah karya sastra akan selesai karena tergantikan oleh tulisan di dalam berita, esai atau bahkan kenyataan itu sendiri. Karya sastra tak berarti hanya sebuah pembocoran biografi belaka. Realisme selesai pada taraf kenyataan begitu saja. Bahkan dalam konteks ideologi mengutip pandangan Frederic Engels tentang realisme sosialis yang menjalar ke seluruh dunia dihembus oleh kondisi politik di masa itu: bahwa sekali pun membawa misi perjuangan rakyat proletar, karya sastra atau karya seni harus tetap estetik dan indah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Realisme itu apa adanya. Pernyataan ini terlalu singkat dan teramat sederhana untuk mendekati pemahaman tentang realisme. Unsur realisme ideologic di atas, jelas (sangat) berbeda dengan estetika realis yang digunakan dalam PCDKS-nya Rahmat Ali, yang lebih mengarah pada pemahaman teknik berbahasa atau berkisah. Tak beda dengan Umar Kayam, realisme Gerson Poyk (yang sempat ikut dalam "humanisme universal", sebuah label dari "ideologi yang tak berideologi", sebagai sikap humanisme atas estetika teks, art for art). Jadi, novel Rahmat Ali ini jelas tidak membedah sebuah fenomena dan gejala sosial dengan parameter yang tegas berupa perjuangan kelas di dalam. teksnya. Mulai dari pacar Madov yang menikah dengan orang lain bukan karena perbedaan tingkat kelas sosial tapi karena mereka sudah berjauhan, perpisahan Madov dengan Martina semata¬mata karena dipanggil pulang oleh Bung Karno, tawaran perjodohan yang diterima begitu saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada estetika realis di karya Rahmat Ali, atau di novel PCDKS ini keindahan tak ditempatkan dengan simbolik, tak metaforis, multi makna atau gaya bahasa yang berlebihan. Mendasarkan teks pada bangunan peristiwa yang logis, berlatar kejelasan tempat, sejarah individu dan masyarakatnya, karakter tokoh berbanding paralel dengan kenyataan diluar teks, juga logika kisah yang sejalan dengan logika di luar karya sastra.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Realisme yang diangkatnya bisa jadi sama dengan cara dengan beberapa nama penulis seperti yang tersebut di atas, Hamsad Rangkuti yang mengangkat fenomena sosial di perkotaan, Umar Kayam dengan realitas kebudayaan Jawa (misalnya "Para Priyayi") atau Gerson Poyk dalam kenangan-kenangan nyata di masa kecilnya di Pulau Rote -- bisa juga Ahmad Tohari misalnya. Penulis Rahmat Ali, yang mantan Marinir KKO ini, punya segudang pengalaman tentang laut, kapal selam, negeri di Rusia, pengalaman suka-duka sebagai marinir. Sejalan dengan biografinya, kisah si marinir Madov memang jadi rinci dan lengkap seperti kisah kehidupan pelaut/KKO/Marinir di dunia nyata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Estetika realis di dalam Rahmat Ali tidak membiarkan suasana pengisahan jadi mendayu-dayu dan dimainkan oleh perasaan. Dalam PCDKS bacalah bagaimana tenang dan realistisnya si pengarang saat mengakhiri kisah si Madov saat mendengar dari Rusia bahwa kekasihnya Sri menikah dengan orang lain– sebelum kenal Martina dan Ningsih: Karena tidak ada kelegasan apa-apa maka aku dianggap hanya sahabat baik saja. Sri tidak bisa berbuat lain kecuali minta maaf berkali-kali di suratnya. Ya kumaafkanlah. Selamat berbahagia, Sri! (hal.27, paragraf 1)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;... kalau aku baru saja putus cinta. Ditinggal kawin oleh pacarnya. Yang dilapori terbahak-bahak. Kebetulan saat itu Jum'at sore. Besoknya, Sabtu sore, saat para instruktur secara bergiliran kumpul-kumpul inenikmati malam panjang di ruinah salah seorang bintara, aku dan kawan-kawan sekelas diundang... (hal. 27 paragraf 2-3)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya novelnya kali ini setidaknya mendekati sejarah hidup si pengarang ketimbang "sejarah kelewat lampau" di novelnya yang lain yang bersandarkan pada legenda, antara lain Fatahillah, Pahlawan Kota Jakarta (1982), Para Pengawal Sultan Babullah (1983), Ratu Kalinyamat (1985), Cerita Rakyat Betawi I &amp;amp; II (1993), Nyai Dasima (2000). Atau bahkan karya fiksi ilmiahnya yang berj udul Narapidana Antar Galaksi (2002).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Realisme yang diangkatnya bisa jadi sama dengan cara Hamsad Rangkuti mengangkat fenomena sosial di perkotaan, Umar Kayam dengan realitas kebudayaan Jawa (misalnya "Para Priyayi") atau Gerson Poyk dalam kenangan-kenangan nyata di masa kecilnya di Pulau Rote. Penulis yang mantan Marinir KKO ini, punya segudang pengalaman tentang laut, kapal selam, negeri di Rusia, pengalaman suka-duka sebagai marinir. Sejalan dengan biografinya, kisah si marinir Madov memang jadi rinci dan lengkap seperti kisah kehidupan pelaut/KKO/Marinir yang hafal betul dua puluh nama kapal -- disebutkan Rahmat Ali nama-nama kapal di novel ini yang berkaitan dengan karakter wayang (hal. 120-12 1), beragam jenisnya hingga derajat posisi kapal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di novel ini juga diselipkan kisahnya sebagai marinir saat satu korpsnya ditarik oleh Presiden Soekarno dari Rusia, pembebasan Irian Jaya lewat Trikora, Madov yang membela calon mertuan yang dituduh anggota partai terlarang, Madov yang sempat ditahan namun tak lama karma dia dipandang "bersih". Terlihat juga sikap seorang marinir (angkatan ketentaraan yang pada dua masa, Soekarno dan Soeharto tak mendapatkan tempat di sentral politik), dimana Madov juga terlihat menghindar untuk sebuah paradigms politik, baik dari bicara, sikap dan pikirannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di novel PCDKS, semua latar sejarah memang terlihat mengimbangi "samudera kisah pribadi"-nya Madov si marinir. Si tokoh Madov "sibuk" dengan kisahnya sendiri: kesibukan hidup sebagai pelaut, nostalgia cinta, negeri asing dan kerinduan pada keluarga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua pertanyaan yang menjawab kaitan ini adalah lebih penting manakah, kisah si pelaut atau sejarah kapal selamnya? Pelaut adalah kisah pribadinya, sedangkan kapal selam akan mengaitkannya pada sejarah kemariniran, sejarah kebangsaan dan sejarah Pasopati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tekanan subject matter yang dibawa oleh Rahmat Ali pada novelnya ini tentu tak paralel dengan pikiran si Madov. Tapi tentu saja, ada sesuatu yang diinginkan si pengarang ketika "rela" menyentuh permukaan masa lalunya sebagai Marinir KKO, lewat karya novelnya. Lewat penuturan si Madov, pada paparan bab penutup (Bab VII), hal yang semula menjadi "aksesoris novel ini"justru diungkapkan seakan menjadi tekanan yang penting dan perlu dicetak tebal. Sebuah tugu dari sejarah perjuangan, bernama kapal selam "Pasopati": nama besar yang kini "terbaring" di sebelah Delta Plasa Surabaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nilai kapal yang digunakan untuk kisah perploncoan si Madov muda, percintaannya dengan Martina Debruska dan coretan dua nama gadis di dinding ini, malahan disikapi si penulisnya dengan teramat jelas. Lewat tuturan Madov si mantan pelaut: Kapal selam-kapal selam lain yang beberapa di antaranya pernah juga pada dinding afanya kutempeli gambar-gambar sosok Martina serta Ningsih, kini tidak ada lagi. Biarlah kalau takdirnya musnah dan tinggal kenangan. Yang masih bertahan, ya kapalselamku in:. "Pasopati ". dangan dilupakan, dulu berjasa besar selama zaman TRIKORA dalam rangka merebut kembali Irian Barat serta DWIKORA saat-saat menjalankan tugas berkonfrontasi di perairan perbatasan Kaltim serta Kepulauan Riau sana.Sekarang aku (kerja) di museum, lumayanlah tenang damai menjadi juru penerang terutama bagi anak-anak sekolah, mahasiswa dan generasi muda serta masyarakat umum. (dsl) (bal. 278).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam jalinan estetika sebuah karya realis pun, memang ada yang tetap tak bisa tersentuh, sebuah jalinan benang halus yang terkait antara pengarang dan karyanya: imajinasi yang tak tersentuh dengan logika atau keampuhan seratus analisis sekali pun, manakah yang ingin dibawa Rahmat Ali pada tokoh Madov: nostalgia masa lalu pribadinya atau kebesaran sejarah kapal Pasopati dalam sejarah Trikora.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PCDKS dan "Sejarah Masyarakat" yang Bergerak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Daripada tanggung-tanggung",  saya mengambil  "jalan pintas" strukturalisme genetic Lucien Goldman memang menarik dimana ada kaitan erat antara karya kreatif dengan konteks zaman. Dalam teori Goldman memang menarik dengan pandangannya bahwa karya sastra adalah struktur yang dinamis dari basil sejarah kehidupan yang terus berlangsung. Tema suatu karya pada suatu masa akan berbeda pada masanya yang lain. Ada world view, vision du monde, yang mempertemukan dinamika tema teks terhadap masyarakat. Ada pengaruh rumit antara teks karya "Pacar Cantik di Karal Selamku (PCDKS), dengan sejarah dan kondisi sosial masyarakatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menarik juga melihat bahwa ada sejarah kondisi KKO, pada masa itu, yang menjadi elemen vital dari pertahanan Indonesia sebagai negara maritim dan bahari. Posisi yang dimiliki oleh Madov di dalam kesatuan KKO ini, sangat mempengaruhi salah satu propinsi Indonesia bahkan dalam menghadapi negara lain, dimana posisi Indonesia pada masa Soekarno sangat peka dalam artian politik bahkan ideology dari negara-negara besar pada masa itu, mulai dari pengaruh Amerika dengan pengaruh liberalisme¬kolonialisme dan imperialisme, juga pengaruh Rusia dan China. Angkatan Maritim ini – pasca pemanggilan Bung Karno pada korpnya si Darmadi alias Madov – merupakan pukulan telak ketika akhirnya Madov meninggalkan kekasihnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejarah telah berubah, sebagai seorang KKO, dia harus menerima sejarah yang berubah. Seorang KKO, marinir, Angkatan yang hanya melihat permainan kekuasaan politik Angkatan Darat. Bahkan, saat kembali pun, orangtua gadis jodoh dari ibunya – yang kemudian menjadi pengganti Martina pun -- dicurigai terlibat. Madov membela. Madov malah sempat ditahan, hingga komandannya membebaskannya dan dia memutuskan menikah dengan Ningsih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah mengarungi perjalanan hidup di dunia kemariniran, si Madov akhirnya menjadi seorang staff museum, seorang yang kemudian lebih aktif mengajar para siswa yang berkunjung ke museum. Tempat yang tenang (walau tetap saja ada struktur di dalam tiap lembaga apa pun), namun lebih berupa "peristirahatan" yang jauh dari tongkat komando, jauh juga dari intrik politik dan sistem strategi yang harus dibaca oleh seorang KKO berpangkat perwira, bintara atau bahkan tamtama sekali pun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kondisi ini bisa jadi tetap terjadi hingga sekarang. Kekuatan marinir adalah kekuatan yang seharusnya ditekankan di dalam sebuah negara Maritim. Kebanggaan Pasopati adalah kebanggaan menjaga Nusantara yang sebagian bestir terdiri dari lautan. Mungkin, karena saya seorang awam, yang tabu tingkatan, apalagi kondisi di dalam stuktur militer). Namun, seperti juga seorang purnawirawan marinir, atau Madov, simbolisme "kekuatan sejarah bahari" tak ubahnya semacam kapal Pasopati yang dimuseumkan di samping Kali Mas. Tegar dalam penglihatan, dan kenangan akan sejarah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pergeseran sosial dari seorang"pahlawan" Madov pada masanya, membela, nasionalisme yang dipahami dengan struktur komando untuk membela "tanah air", menyisakan sejarah yang tak lekang di dalam diri Madov. Walau pun kita teringat bahwa, sejarah ini yang juga diketahui oleh masyarakat, yang "terasa lebih percaya" kepada marinir di masa pasca reformasi, Mei 1998, ketimbang angkatan lain, misalnya. Marinir dianggap di luar pusat kekuasaan pada masa transisi menuju reformasi di masa itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nyatanya, museum nasional juga yang dihuni oleh Madov, yang kemudian menjadi sumbangan dia yang selanjutnya. Sekali pun dia mengingatkan, bahwa bagaimana kenangan pada "tonggak sejarah Pasopati" adalah sebuah hal yang wajib diingat. Tentang sejarah Trikora. Seperti ingatan pada kenangan masa kecil. Bahwa selain pianis Martina, ada pengamen keliling, yang pada prinsipnya sama-sama berkesenian. Ada kaitan antara Sungai Metro dan kolam renang untuk menggembleng marinir: Ada ikatan antara sejarah dan masa kini, antara kenangan dan apa yang dilakukan sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta, Januari 2005 &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*) Penulis sastra dan wartawan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-1773448271200776994?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/1773448271200776994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=1773448271200776994' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/1773448271200776994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/1773448271200776994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2011/03/cinta-sejarah-dan-politik-lewat-tatapan.html' title='Cinta, Sejarah dan Politik lewat ”Tatapan Mata Marinir”'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-o2fu8faeWDI/TYbOF4qB1EI/AAAAAAAABnc/YcN4fwdXlqw/s72-c/P1150834.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-75378965004145533</id><published>2011-03-20T17:55:00.000-07:00</published><updated>2011-03-20T17:59:14.535-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pacar Cantik di Kapalselamku'/><title type='text'>Novel Pacar Cantik di Kapalselamku</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-ek08T4Jbs3c/TYahXkyvJQI/AAAAAAAABnU/_RyRU2GvHYQ/s1600/n1803295986_35101_7321035.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://lh4.googleusercontent.com/-ek08T4Jbs3c/TYahXkyvJQI/AAAAAAAABnU/_RyRU2GvHYQ/s400/n1803295986_35101_7321035.jpg" width="295" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-ZoffFFdvblA/TYafWk2ARkI/AAAAAAAABnQ/QxyieXCzgP8/s1600/Pacar+Cantik+di+Kapal+Selamku.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"PACAR CANTIK DI KAPALSELAMKU'&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang matros ALRI yang dalam rangka mengikuti pendidikan dan pelatihan kapalselam di Rusia kecantol cewek sana. Saat pulang ke tanah air bertepatan dengan awal berkecamuknya zaman TRIKORA, adalah zaman seluruh bangsa Indonesia melalui angkatan perangnya berusaha merebut kembali Irian Barat yang masih dikuasai Belanda. Keadaan tersebut merupakan kesempatan bagi si matros untuk mempraktekkan teori dan taktik-taktik ilmu kapalselamnya bersama kesatuan-kesatuan tempur lainnya dalam menghadapi armada Belanda. Begitu tugas selesai dan Irian Barat (lalu jadi Irian Jaya, kini Papua) berhasil kembali ke pangkuan RI tanpa perang, sang matros ingin cepat-cepat menyelesaikan masalah ceweknya yang masih di Rusia. Ternyata ada cewek lain usulan ibu. Apa pemberat sebabnya? Peristiwa G30S PKI. Persoalan rumitlah.Cerita ini juga mengisahkan episode-episode gejolak batin keluarga pihak calon isteri matros, problem bapak serta yang tidak disangka nasib kapalselamnya sendiri- tak ketinggalan saat itu sedang gencar-gencamya intrik antara blok Barat dan blok Timur. Nasib cewek asal kampung sendiri, juga yang dari Rusia? Ramailah diuraikan. Selain itu kehidupan keAngkatanLautan khususnya yang di dalam kapalselam seperti masih sangat langka dibicarakan dan karya Rahmat Ali Purnawirawan Perwira AL ini berusaha mengungkapkannya secara sekilas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Rahmat Ali, Sang Pengarang)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;CINTA, SEJARAH POLITIK LEWAT "TATAPAN MATA PELAUT"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Pacar Cantik di Kapal Selamku", novel tebal yang sangat realis dan begitu detail mengungkapkan tiap persoalan dari mulai kapal laut, perihal cara mengeniudikan kapal, arch masa angin, nama-nama kota di Rusia,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;memperlihatkan kefasihan si pengarang, dan kesabarannya meniti kisah lewat pandangan si tokoh utama, dengan detail informasi, latar dan alur yang mendetail. Kisah ini memang mengalir dengan pola flashback. Si tokoh utama berkisah tentang masa lalu yang dikenangnya: dua gadis yang dikenalnya dengan dekat, gadis Rusia dan gadis Indonesia. Dari situlah, kemudian waktu melompat ke masa lalu, kemudian menjadi pemantik utamanya untuk bercerita tentang kisah masa lalunya saat menjadi pelaut muda lengkap dengan pengembaraannya ke setiap negeri termasuk di Rusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Sihar Ramses Simatupang, Penyair, Cerpenis, Novelis)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;RAHMAT ALI ADALAH SEBUAH FENOMENA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rahmat Ali adalah Sastrawan Indonesia yang sudah menulis sejak lama, Sastrawan Senior bagi angkatan muda yang karya-karyanya patut dihargai, seiring produktivitasnya yang mengalir menderu seperti air bah sekaligus angin kuat yang selalu berhembus dan mengalir. Ia telah makan asam garam menelurkan berbagai karya sastra di berbagai media dan buku seperti tertulis pada riwayat tentangnya. Tumpukan karya itu.kami jumpai langsung di tempat tinggalnya, Sastrawan Purnawirawan Perwira KKO, Marinir Angkatan Laut, Kesatuan Tentara Nasional Indonesia yang sangat bergengsi yang rendah hati ini, dengan berbagai pengalaman segudang, sudah melanglang ke berbagai belahan bumi, dan menjabat berbagai posisi penting di bidang permuseuman dan pariwisata. Memperkuat materi cerita sentuhan karyanya yang dijamin mampu memuaskan pembaca.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Penerbit Majas)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-75378965004145533?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/75378965004145533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=75378965004145533' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/75378965004145533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/75378965004145533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2011/03/novel-pacar-cantik-di-kapalselamku.html' title='Novel Pacar Cantik di Kapalselamku'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-ek08T4Jbs3c/TYahXkyvJQI/AAAAAAAABnU/_RyRU2GvHYQ/s72-c/n1803295986_35101_7321035.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-7522861055921741612</id><published>2011-02-17T18:26:00.000-08:00</published><updated>2011-03-15T09:07:44.620-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawaban Kekacauan'/><title type='text'>Jawaban Kekacauan: GILO-GILO BASO</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TPZfSXI2HqI/AAAAAAAABdc/mOg_joIvCOU/s1600/jawabankekacauan+web.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TPZfSXI2HqI/AAAAAAAABdc/mOg_joIvCOU/s320/jawabankekacauan+web.jpg" width="225" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku: Jawaban Kekacauan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jenis: Kumpulan Puisi dan Sketsa&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pengarang: Yonathan Rahardjo&lt;br /&gt;ISBN : 979-99159-1-0&lt;br /&gt;Cetakan : I, Agustus 2004&lt;br /&gt;Ukuran : 12,5 x 20 cm&lt;br /&gt;Tebal : iv+52 halaman&lt;br /&gt;Harga : Rp. 20.000,-&lt;br /&gt;___________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GILO-GILO BASO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWABAN KEKACAUAN merupakan Buku Kumpulan Puisi Pertama Yonathan Rahardjo. Buku ini diluncurkan di Wappres (Warung Apresiasi) Bulungan Jakarta Selatan pada 8 Agustus 2004. Saat itu karya-karya puisi dalam buku ini dibacakan oleh seniman-seniman Jakarta dengan puncak acara pembacaan puisi secara atraktif oleh Yonathan Rahardjo sendiri. Hal ini mengilhaminya untuk membuat Kredo Puisi Jawaban Kekacauan diwujudkan dalam penciptaan puisi-puisinya selanjutnya. Sehingga, melahirkan Buku Puisi ke dua, Kumpulan Sajak Kedaulatan Pangan, yang notabene merupakan jawaban kekacauan berbagai masalah hidup yang bertitik tolak dari pembahasan tentang pangan, yang kemudian lebih intens dituangkan oleh Yonathan dalam puisi-puisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran peluncuran buku puisi dan sketsa Jawaban Kekacauan ini, wartawan senior tiga jaman Rosihan Anwar dalam Tabloid Cek &amp;amp; Ricek menulis, “Yonathan seperti Taufiq Ismail yang juga dokter hewan, sama dengan Asrul Sani idem ditto dokter hewan. Ditarik lebih jauh ke masa lampau, Marah Rusli, pengarang roman Siti Nurbaya, pun dokter hewan. Saya pikir, tentu ada sesuatu yang “spesial” dengan dokter hewan. Bisa bersajak, bisa mengarang." Selanjutnya, tulis Rosihan Anwar, "... Saya pikir, Yonathan ini wong edan, gendheng, gilo-gilo baso, sifat yang melahirkan kreativitas, orisinalitas. Kukirim sajakku padamu Yonathan. Bunyinya: Katakan beta/manatah batas/antara gila/dengan waras.”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-7522861055921741612?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/7522861055921741612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=7522861055921741612' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/7522861055921741612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/7522861055921741612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2011/02/produk-bulan-pebruari-2011.html' title='Jawaban Kekacauan: GILO-GILO BASO'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TPZfSXI2HqI/AAAAAAAABdc/mOg_joIvCOU/s72-c/jawabankekacauan+web.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-7407472224398808512</id><published>2011-01-03T19:29:00.001-08:00</published><updated>2011-03-15T09:11:46.639-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produk Terakhir'/><title type='text'>Kedaulatan Pangan: PISANG POLITIK, SUSU POLITIK</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TPW96wlScpI/AAAAAAAABdY/6tUMi7lyEMo/s1600/kedaulatanpangan+web.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TPW96wlScpI/AAAAAAAABdY/6tUMi7lyEMo/s320/kedaulatanpangan+web.jpg" width="236" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pisang Politik, Susu Politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binhad Nurrohmat*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat sekalian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bercinta, kebutuhan dan kenikmatan paling primitif adalah makan. Rakyat bisa bertahan hidup tanpa bermain golf, membaca puisi, atau membuka facebook, tapi rakyat mati tanpa makan. Krisis pangan skala besar tak hanya membuat banyak rakyat perut lapar, tapi juga bisa mengguncang situasi geo-sosial-politik global. Banyak pemimpin negara kaya cemas akan terimbas oleh “amarah perut” rakyat yang terjadi di negara-negara miskin. Kecemasan ini bukan tanpa alasan, sebab kedaulatan pangan punya korelasi dengan eksistensi dan ketahanan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendiri Bank Garmeen dan penerima hadiah nobel perdamaian Muhammad Yunus bilang, “Pemerintah takkan bisa mengatasi masalah harga beras yang melambung di negara-negara yang terkena krisis. Mereka boleh saja menerangkan alasan melambungnya harga, tapi rakyat tak akan memaafkan mereka.” Dan John Walton dalam risalahnya “Pasar Bebas dan Revolusi Kelaparan” berpendapat bahwa globalisasi dan pasar yang merupakan pilar dan penyokong negara-negara Barat yang kaya akan terancam oleh kelaparan dan krisis pangan di negara-negara miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat sekalian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangan adalah urusan semua orang. Raja, tukang ojek, maupun penyair tak bisa menghindar dari urusan makan. Jika (salah satu) etos kepenyairan adalah tersentuh oleh dan menyuarakan urusan banyak orang yang terbungkam kekuasaan, maka kehadiran buku kumpulan puisi “Kedaulatan Pangan” (2009) karya Yonathan Rahardjo ini beralasan secara politis maupun estetis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca kumpulan puisi ini akan menemukan banyak puisi yang memandang makanan tak semata sebagai kebutuhan biologis, tapi juga menjadi metafor politik juga misalnya puisi ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PISANG AMBON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun bangun bangun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kurindu nahasiswa turun jalan lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makan nasi bungkus lemparan ibu-ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;98 rontokkan gigi Suharto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sayang sayang sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mahasiswa terpecah kecil lebih dari rambut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gigi palsu Suharto lebih kuat lekat di gusi goyang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waha wah wah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mantan mahasiswa jadi juragan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lulus kuliah kerja enak di kursi empuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berubahlah garis keras ke garis lembek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selembek pisang ambon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;duh duh duh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buah besar yang keras hanya akarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buah lembek apalagi jusnya yang banyak disaji resto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bekas mahasiswa banyak suka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bangun bangun bangun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa mahasiswa 98 sudah selembek pisang ambon rebus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kutunggu jawaban tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi “Pisan Ambon” bukan cerita romantik tentang pisang belaka. Pisang di sini bukan sekadar buah-buahan yang enak dimakan dan bergizi. Pisang dalam puisi ini “menendang” ke sana-sini, dari “jus pisang“ hingga “pisang politis” (apa mahasiswa 98 sudah selembek pisang ambon, katanya). Mitos pisang sebagai lambang ke-macho-an berubah menjadi lembek di sini. “Kontra mitos” juga bekerja dalam puisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, puisi Yonathan pun menyinggung politik peternakan dan politik industri pangan yang meraih keuntungan dengan memberikan risiko terhadap konsumennya, misalnya puisi berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUSU INDONESIA RAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu minuman wajib protein hewani tinggi bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengelola susu mesti penuhi kaidah higiene bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahkan sejak pemberian pakan ternak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan cuma pangan peternak bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana memeras puting?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana mengirim susu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana memproses susu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana mengemas susu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana mengirim lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun bagaimana mungkin susu yang kita minum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bebas residu antibiotik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau para medis dan medis ternak selalu suntikkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;antibiotik spektrum luas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk tiap gejala penyakit yang cuma mirip?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana mungkin susu sapi yang kita sedot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nikmat dan yummy bebas dari pestisida&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau air yang mengaliri rumput penuh pestisida?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;susu siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;susu sapi atau susu kuda liar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;susu bebas atau cuma cap bebas residu antibiotika?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sispa bersepeda mengantar susu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisakah kita minum susu tanpa berpikir se-Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu merupakan bahan pangan penting dan mendasar spisies manusia karena kandungan proteinnya. Pertumbuhan dan kecerdasan manusia sangat terkait dengan protein. Semua orang pernah minum susu, susu ibu maupun susu hewan/tumbuhan. Tapi iklan dan perdagangan susu kaleng (awetan) melulu membujuk publik dengan menjual khasiat atau manfaat susu. “Susu politik” dalam puisi ini menjadi “kontra iklan industri susu” yang cenderung tak memberikan informasi ke konsumen tentang bahaya kimia susu pabrik. Puisi ini melawan “pembungkaman informasi” yang dilakukan oleh politik industri susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat sekalian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema dan gaya puisi Yonathan dalam kumpulan ini menggoret garis yang tak klise dalam kertas perpuisian Indonesia, setidaknya karya ini menjadi sebuah embrio yang akan lebih bisa memberikan perkembangan puisi yang lebih kukuh lagi, kelak. Kumpulan puisi ini memberikan banyak tantangan bagi dirinya sendiri dan juga bagi kejamakan perpuisian di negeri ini. Bagi saya, kumpulan puisi ini merupakan titik berangkat yang menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat menunggu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Binhad Nurrohmat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair, pengamat rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi Diskusi Buku Kumpulan Sajak KEDAULATAN PANGAN, karya Yonathan Rahardjo Kamis, 2 Juli 2009 pk 19.00-selesai di Newseum Cafe, Jl. Veteran I/33 Gambir, Jakarta Pusat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-7407472224398808512?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/7407472224398808512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=7407472224398808512' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/7407472224398808512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/7407472224398808512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2011/01/produk-bulan-januari-2011.html' title='Kedaulatan Pangan: PISANG POLITIK, SUSU POLITIK'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TPW96wlScpI/AAAAAAAABdY/6tUMi7lyEMo/s72-c/kedaulatanpangan+web.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-4399424589717107385</id><published>2010-12-01T20:23:00.001-08:00</published><updated>2011-03-15T09:14:47.124-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produk Terakhir'/><title type='text'>Kedaulatan Pangan: BATIN PANGAN</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TPW96wlScpI/AAAAAAAABdY/6tUMi7lyEMo/s1600/kedaulatanpangan+web.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TPW96wlScpI/AAAAAAAABdY/6tUMi7lyEMo/s320/kedaulatanpangan+web.jpg" width="236" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="reviewText" id="freeText9739659754709721988"&gt;&amp;nbsp;BATIN PANGAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="reviewText" id="freeText9739659754709721988"&gt;Pangan  merupakan bagian tak terpisahkan dalam pemenuhan kebutuhan hidup pokok  manusia. Berbagai jenis makanan dan minuman diproduksi dan kita konsumsi  setiap hari. Betapa dekat dan tak terpisahkannya pangan dengan kita,  mengilhami Yonathan Rahardjo menulis puisi-puisi yang langsung berjudul  nama makanan dan minuman. &lt;br /&gt;Dengan menempatkan nama ‘diri’ pangan itu pada judul sajak-sajaknya,  ada suatu harapan, bahwa pangan itu akan berbicara kepada kita –-apapun  materi dan maknanya-- dengan segenap kedaulatannya, terurai pada isi  puisi.  &lt;br /&gt;Kedaulatan Pangan yang berbicara atas nama batin dan pandangannya  sendiri, adalah antitesa terhadap sikap tunggal manusia terhadap pangan  hanya berfungsi sebagai pemuas rasa lapar dan pemasok gizi hidup belaka.  Dengan pangan, kebutuhan kita dipenuhi bukan hanya yang bersifat fisik,  tapi juga batin. &lt;br /&gt;Nilai batiniah dalam pangan konsep Yonathan antara lain  dipublikasikan pada 2003 dalam Antologi Puisi Bisikan Kata Teriakan Kota  oleh Dewan Kesenian Jakarta. Pecel Lele dan Siomay adalah dua judul  puisinya pada antologi puisi itu. &lt;br /&gt;Salah seorang yang memberikan perhatian besar pada eksistensi puisi  pangan Yonathan adalah penyair Binhad Nurrohmat yang terus mengingatkan  pembaca akan makna penting Sajak-sajak Kedaulatan Pangan Yonathan  Rahardjo dalam peta sastra Indonesia. &lt;br /&gt;Perhatian Binhad, antara lain dipublikasikan pada 1 Mei 2004 di  Fajar Banten dengan tulisannya: “...Yonathan meski secara tersamar  sebenarnya menunjukkan suatu komitmen sosial juga (puisi “Bukan Serabi  Bandung...)” &lt;br /&gt;Terkait nilai yang tampak dari puisi Yonathan Rahardjo seperti “Bukan Serabi  Bandung” ini, Sinar Harapan 2004 menulis, “...Yonathan menggali ide batu  yang sederhana, suatu gurauan serius dengan logika anak muda yang  hendak bebas berkreasi. Coba simak sajaknya yang berjudul “Bukan Serabi  Bandung...” &lt;br /&gt;Mengingatkan kita tentang makna penting sajak-sajak pangan Yonathan,  antara lain ditulis oleh Sastrawan Maroeli Simbolon pada Sinar Harapan  dan Lampung Post 2004. &lt;br /&gt;Tulis Maroeli di situ, “... Dan teman-teman seniman bertepuk tangan.  Sebaliknya, ingatan saya segera tertuju kepada dua penyair muda  berbakat besar, yang mengekspresikan pendapat Tardji (penyair Sutardi  Calzoum Bahri) –dengan pendekatan lain. Yonathan Rahardjo sering menulis  puisi dengan memasukkan jenis-jenis makanan dan minuman masyarakat kita  sehari-hari, seperti ketupat, lepat, peyek, bandrek, pisang goreng.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-4399424589717107385?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/4399424589717107385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=4399424589717107385' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/4399424589717107385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/4399424589717107385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/12/produk-bulan-desember-2010.html' title='Kedaulatan Pangan: BATIN PANGAN'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TPW96wlScpI/AAAAAAAABdY/6tUMi7lyEMo/s72-c/kedaulatanpangan+web.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-8467511244801698186</id><published>2010-10-31T17:56:00.001-07:00</published><updated>2011-03-15T09:25:35.868-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kedaulatan Pangan'/><title type='text'>Kedaulatan Pangan: LUKISAN MAKANAN</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TPW96wlScpI/AAAAAAAABdY/6tUMi7lyEMo/s1600/kedaulatanpangan+web.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TPW96wlScpI/AAAAAAAABdY/6tUMi7lyEMo/s320/kedaulatanpangan+web.jpg" width="236" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;LUKISAN MAKANAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Maulana Achmad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.: disampaikan pada bedah buku kumpulan puisi Kedaulatan Pangan karya Yonathan Rahardjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang berniat menuliskan sebuah puisi. Bagi dirinya sesuatu yang dicecap kemampuan indrawinya harus dia tuliskan dalam bentuk rumpun kalimat yang tidak hanya sekedar catatan-catatan saja. Tujuannya ini bisa saja berbeda dengan orang lain yang juga menuliskan puisi. Bagi dirinya puisi haruslah sesuatu yang mempunyai kekuatan menyampaikan pesan. Pesan yang mempunyai kuasa besar, yaitu pesan yang mampu menembus pintu masuk pencernaan fikiran penerimanya. Maka, orang itu pun mulai memilih-milih alat ucap yang mampu memaksa atau paling tidak merayu minat membaca pesan puisinya kelak. Secara tidak sadar, seseorang itu mulai menyusun fondasi bangunan karakter puisi-puisinya. Bagi saya hal ini adalah sebuah kepastian dari alur kerja penulisan puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang penting adalah bahwa pengalaman indrawi yang telah dicecap adalah percikan awal yang meramu himpunan emosi sebelum munculnya pesan yang ingin disampaikan. Keadaan ini memang sering mempersulit dalam proses penulisan puisi. Sebab jalurnya yang bertahap-tahap. Tetapi tingkat kedisplinan dalam melakukan tahapan-tahapan seperti ini suatu saat akan menjebol hambatan masa. Sampai waktunya kelak puisi itu akan tercipta semudah kita berbicara dengan kekasih kita, semudah kita menenangkan anak kita, semudah kita menyampaikan rindu ke orang tua kita dan seterusnya, tanpa jeda waktu yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal ini mempunyai titik puncak kejenuhan. Suatu ketika mereka yang memiliki cara kerja seperti itu akan mencapai titik yang menjenuhkan pembaca puisi-puisinya. Puisinya akan mempunyai “alat ucap” yang cenderung sama pada hampir keseluruhan puisinya. Sehingga secara sekilas puisi-puisi itu akan terbaca seperti cerita-cerita yang berulang walaupun sebenarnya memiliki pesan yang berbeda-beda. Ini adalah keadaan paling membahayakan saat puisi-puisi yang sebaju itu dikumpulkan ke dalam sebuah antologi/buku kumpulan puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan jenuh yang akan muncul dalam diri pembacanya itu dapat membuat puisi tidak terbaca secara utuh. Walhasil yang lekat dalam bacaan hanyalah judul puisi, beberapa bagian tubuh puisi yang menunjukkan ciri khusus sang penyair dan akhir puisi itu. Satu demi satu puisi akan dibaca demikian oleh pembaca buku kumpulan puisi itu. Akhirnya kerja keras si penyair hanya terbaca sebagian kecil saja. Obat yang paling ampuh untuk mengatasi hal itu hanya ada pada kelicikan si penyair untuk terus menarik minat membaca si pembaca puisinya dan impresi yang bisa diserap oleh pembacanya dengan kemampuan penafsiran yang diperdalam berulang-ulang juga. Memang demikianlah, puisi menjadi tidak independen. Puisi itu akan menjadi artefak saja atau sebuah makanan bernutrisi tinggi bila pembacanya juga menunjukkan ketekunan. Saya teringat ucapan penyair dari Makassar, M Aan Mansyur setahun silam bahwa di tangan pembacanya puisi seperti ditulis oleh lebih dari satu penyair. Satu penyair aslinya (yang menuliskan puisi itu pertama sekali) kedua, ketiga, keempat dst adalah pembaca puisi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang sudah dilakukan oleh penyair/prosais/pelukis Yonathan Rahardjo pada buku kumpulan puisi keduanya yang berjudul Kedaulatan Pangan ? Berdasarkan fikiran saya seperti yang tertulis di atas saya memiliki beberapa kerangka dasar untuk mengambil yang lebih dari sekadar bacaan puisi-puisi dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sketsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari perkembangannya saat ini bahwa sketsa telah menjadi genre seni rupa tersendiri, namun dapat dipastikan seorang perupa akan memulai kerjanya melalui sebuah atau beberapa sketsa. Informasi yang muncul dari sebuah sketsa adalah kemampuan mencerna pengalaman-pengalamannya ke dalam garis-garis yang secara awam terkadang terlihat jauh dari keindahan visual. Informasi lainnya adalah kemampuan sang perupa untuk menggoreskan garis-garis paling representatif terhadap pengalaman-pengalamannya. Pada tahap ini hal yang paling menarik adalah kita sudah dapat melihat alur kerja (sejarah proses kreatifnya) sang perupa dan dasar identitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi-puisi Yonathan Rahardjo (YR) memiliki sketsa-sketsa yang tegas. Garis-garis yang dituangkan dalam sajak-sajaknya garis yang tebal. Di titik ini saya dapat melihat bahwa YR memiliki begitu banyak letupan keinginan untuk menyampaikan identitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pewarnaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah sebuah sketsa semakin dipertebal kesannya dengan pewarnaan untuk menuju akhir sebuah proses melukis ? Mungkin. Pada banyak perupa bahkan sketsa dibuat dengan warna. Garis-garis luar sebagai pembatas bentuk langsung saja diisi dengan warna-warna yang pada fase awalnya hanya untuk membedakan tone cahaya sebagai penanda perbedaan kontur dari objek lukisan itu. Terkadang warna-warna ini cenderung tidak lazim bila ditujukan kepada karakter nyata suatu objek. Misalkan, daun diberi warna biru. Langit diberi warna cadmium dan seterusnya. Tetapi ini adalah sebuah langkah awal saja. Kelak nantinya semua akan diisi dengan warna-warna yang benar-benar representatif. Namun jangan berharap banyak bahwa akhirnya kelak serupa dengan kondisi seadanya. Kecuali pada lukisan-lukisan realis dan naturalis, hal tersebut bisa saja berbeda. Warna sudah menjadi alat ucap seperti pada sebuah puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul puisi-puisi YR adalah warna-warna itu. Mulai dari Susu Kedele (Kedelai, pen), Bir Pletok, Kerak Telor, Kembang Goyang, Kare, Karedok, Siomay, Pecel Lele, Kambing Guling, Kacang Campur, Kacang Bali, Apem dan seterusnya memulangkan kita pada tempat-tempat di sudut-sudut kota, di pinggir-pinggir jalan hingga ke meja saji dalam sebuah resepsi pernikahan. Puisi-puisi YR memiliki judul yang menjadi tagline identitas dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi dari seporsi Pecel Lele adalah warna-warna yang mengalami proses peyorasi. Sementara pare (paria), kol, tahu, tepung daging dan cacahan wortel dalam sepiring Siomay ditarik oleh YR dengan kuas berukuran 6mm untuk memberikan warna yang menjadi tergradasi. Saya pun masuk ke dalam sebuah wilayah tafsir yang harus dilihat dua kali. Pertama kali mata mencerna bentuk dan warna dari kumpulan isi sebuah masakan. Kedua saya mesti “melihat” dengan lidah saya, seperti apa rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua hal di atas, Judul dan Isi, YR sebenarnya telah cukup cermat untuk menghindari kebosanan pembacanya. Karena saya menebak, YR tidak ingin pesan “raksasa” nya akan mati ketika semangat pembacanya menjadi layu oleh ucapan-ucapan dan “baju” puisi-puisinya yang sama . Pengalaman pembaca yang pernah mencicipi masakan-masakan yang diambil oleh YR untuk dilukis ke dalam kanvasnya seakan menjadi reservoir ingatan akan rasa dan kesan yang didapat setelah menikmati makanan itu. Pada akhir prosesi menikmati makanan itu, ketika pembacanya “glege’an” dan membersihkan mulutnya dengan sebret, akan muncul rasa lapar yang lain. Rasa Lapar yang lain itulah pesan raksasa dalam puisi-puisi YR. Rasa, aroma dan tekstur isi masakan menghendaki lebih dari sekedar kesan yang muncul di lidah dan rasa kenyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembubuhan Nama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah lukisan akan memiliki autrograf pada beberapa sudut kanvasnya. Sebenarnya hal ini untuk menunjukkan tanda saja bahwa lukisan tersebut dibuat dan diselesaikan oleh sang pelukis. Autograf tidaklah mewakili identitas karya sang pelukis. Sebab goresan garis, penempatan objek dalam bidang kanvas dan pewarnaan sudah menjadi ciri khusus bahwa lukisan itu adalah karya tuan A bukan tuan B. Namun terkadang autograf juga menjadi ornamen penambah yang memperkaya isi lukisan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YR meletakkan autograf terhadap puisi-puisinya bukan pada catatan kaki (sebab hanya ruang ini yang layak untuk dibubuhi autograf dalam sebuah puisi). Lebih dari itu sebenarnya YR sudah memaksa pembacanya untuk mengenal puisi-puisinya dan juga dirinya pada isi puisi itu. Rasa Lapar yang dia harapkan muncul setelah membaca puisi-puisinya juga pemilihan tema masakan ini adalah sebuah autograf yang paling valid untuk mengenal YR. Mungkin saja ada penyair lain yang memiliki autograf yang semirip dengannya, misal D Zawawi Imron pernah menuliskan beberapa puisi dengan tema makanan (Lemper, Nagasari dan Ketupat) dalam kumpulan sajaknya Bulan Tertusuk Ilalang. Tapi tetap saja ada pengucapan yang berbeda di antara kedua penyair itu. Puisi-puisi YR terbaca moderat untuk menyampaikan pesannya. Keterangan-keterangan tambahan yang dituliskannya beriringan dengan pencantuman imaji-imaji masakan seakan tidak ingin menyulitkan pembacanya untuk memahami maksud dari pesannya. D Zawawi Imron lebih pelit untuk melakukan hal itu. Dia membiarkan pembacanya belajar untuk mencari sesuatu dari hanya sekedar Lemper, Nagasari dan Ketupat. Bagi pembaca yang senang dengan permainan memecah sandi, puisi-puisi YR memang terkesan tidak membebaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembingkaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingkai bukanlah sesuatu yang wajib dari sebuah lukisan. Bahkan bingkai bukanlah hal yang paling difikirkan oleh seorang pelukis. Ketika karyanya di pamerkan/pajang maka peran bingkai baru terasa ada. Ada bukan berarti wajib. Bingkai yang baik juga seharusnya adalah bingkai yang memiliki kualitas estetika sebanding dengan lukisan itu sendiri. Bila bingkai terlalu mewah pusat perhatian pun akan tertuju padanya bukan pada lukisan itu sendiri. Oleh karena itu pada beberapa sisi, bingkai sering sekali menjadi bagian karya seni yang terpisah dari lukisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah orang yang cenderung membayangkan kesan pembacaan (recite) ketika sebuah puisi dituliskan. Ketika memulai penulisan sebuah puisi saya akan membayangkan bagaimana kelak larik dan bait itu dibacakan. Hal ini mempengaruhi tingkat kesulitan yang saya hadapi ketika ingin memenggal pada bagian mana sebuah larik dipisahkan (enjambment). Padahal saya bukanlah seorang pembaca puisi yang baik. Hal ini berbeda dengan YR. Keahlian YR dalam mendeklamasikan puisi sepertinya masuk meresap dalam proses penulisan puisi-puisinya. Kita bisa melihat bagaimana pemenggalan kalimat dalam bait-bait puisinya. Sebuah kata sengaja dituliskan sendiri dengan harapan ada hentakan emosi ketika dibacakan. Sebagian kata dibiarkan panjang bersambung dengan tujuan untuk dibacakan secara lirih bertenaga dalam nafas yang panjang. Inilah bingkai yang saya maksud. Tujuan YR mungkin saja adalah sebuah kerja tambah estetika dalam puisi-puisinya. Namun pada beberapa sisi hal ini menjadi terkesan otoriter terhadap pembaca. Pembaca menjadi digiring untuk bersesuaian terhadap ingin YR. Akan tetapi, saya juga memahami bahwa salah satu pembeda utama antara puisi dan prosa adalah enjambment nya. Prosa tidak dituliskan dengan harapan dibacakan dalam emosi yang lepas (kecuali ketika prosa tersebut sudah diubah suai menjadi naskah sebuah drama ataupun film). Hal ini yang memang sulit untuk dilakukan. Memilih bingkai yang tepat namun tidak otoriter dalam penulisan sebuah puisi adalah pekerjaan yang sangat sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menarik dari sebuah puisi adalah kita menjadi memiliki akses bebas untuk memahami si penyairnya. Kita menjadi psikiater yang mendengarkan keluhan-keluhan, cerita-cerita menggembirakan bahkan kebingungan-kebingungan pasien kita untuk mendapatkan kesimpulan akhir sebuah diagnosa. Lihat saja apa yang dapat saya jumpai dari puisi-puisi YR di buku ini. YR bagaiamanapun juga adalah produk lokal yang memiliki perhatian berlebih terhadap konten lokalitasnya. Pemilihan kata pada beberapa bagian bahkan terkesan tidak elit, ndeso. Pembubuhan emosi yang meledak-ledak dan gamblang adalah stereotip yang khas bagi masyarakat Jawa Timur. Dan yang paling konsisten dijaga YR adalah pesannya terhadap humanisme universal (tidak terbatas pada manusia dan makhluk hidup saja). Saya melihat kesengajaan ini bukanlah sebuah kesembronoan. YR pasti memahami proses self criticsm ketika memulai penulisan puisinya. Sebab proses self criticsm itu sebenarnya sudah dimulai ketika seorang penyair berniat menuliskan puisinya. Hal ini bersesuaian dengan apa yang ditulis oleh M.A.R Habib dalam Modern Literary Citicsm History halaman 9 bahwa proses penulisan sebuah puisi itu adalah sebuah kritik sastra(pen.). Dalam penulisan puisinya, seorang penyair melakukan judgment terhadap unsur-unsur puisinya seperti tema, tehnik penulisan, apa-apa yang diminati pembacanya, kaitan (tema) dengan budaya pendahulunya dan unsur lokalitas yang memayungi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah puisi bagi YR adalah salah satu media saja untuk menyampaikan kegelisahannya terhadap tema-tema kerakyatan. Dan dia telah melakukannya (menulis dan mambacakan) puisi-puisinya dengan mengunggah endapan-endapan pengalaman yang telah melewati proses penyaringan (self criticsm). Hanya saja bagi saya 83 buah puisi adalah jumlah yang sangat gemuk untuk sebuah buku kumpulan puisi. Saya khawatir ketakutan saya terhadap kejenuhan pembacanya akan muncul kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses untuk sedulur Yonathan Rahardjo.!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maulana Achmad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciputat – 2 Juli 2009&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-8467511244801698186?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/8467511244801698186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=8467511244801698186' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/8467511244801698186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/8467511244801698186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/10/produk-bulan-nopember-2010.html' title='Kedaulatan Pangan: LUKISAN MAKANAN'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TPW96wlScpI/AAAAAAAABdY/6tUMi7lyEMo/s72-c/kedaulatanpangan+web.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-4098798194792099219</id><published>2010-09-29T23:45:00.000-07:00</published><updated>2011-03-15T09:36:12.049-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bi Gayah Sambalnya Mmm...m'/><title type='text'>Bi Gayah Sambalnya Mmm...m: POTRET JELI PEMBESAR NYALI</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TM-J7Uq3aOI/AAAAAAAABTc/B99jkFy8Xgg/s1600/kumpulan+cerpen.jpg" imageanchor="1" style="margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TM-J7Uq3aOI/AAAAAAAABTc/B99jkFy8Xgg/s1600/kumpulan+cerpen.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku: Bi Gayah Sambalnya Mmm...m&lt;br /&gt;Pengarang: Rahmat Ali&lt;br /&gt;Jenis: Kumpulan Cerpen dan Puisi&lt;br /&gt;Penerbit: MAJAS&lt;br /&gt;Tahun: 2005&lt;br /&gt;____________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POTRET JELI PEMBESAR NYALI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen-cerpen Rahmat Ali adalah potret jeli setiap kehidupan kita sehari-hari. Membaca cerita-ceritanya, membuka mata dan hati pembaca untuk mengerti dan menyelami, setidaknya mencicipi apa-apa yang terjadi pada hampir setiap 'profesi' serta 'gaya dan problem hidup' sosok-sosok yang ada di sekitar kita, yang barangkali tidak semua orang bisa mendalami bagaimana liku-liku hidup rata-rata 'orang kecil' yang banyak dipotret Rahmat Ali dalam cerita-ceritanya. Lihat sosok tukang cukur (cerpen 'Sebuah Gambar di Ruangan Tukang Cukur'), pembantu rumah tangga ('Bi Gayah Sambalnya Mmm…m'), kopral tentara ('Narto'), tukang pijat ('Jenny').&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjak dari latar belakang geografis cerita sehari-hari di perkotaan semacam itu, ada nilai lebih dari cerita-cerita Rahmat Ali yang suka melancong, melintasi segala waktu dan tempat yang mendorongnya seperti memasuki lorong, tegak maupun condong, lurus maupun doyong, sedari lepas dari gendongan sampai menjadi seorang pamong yang pantas tinggal dalam gedong, Rahmat Ali telah menunjukkan kelasnya sebagai seorang penulis yang membuat semua yang terekam dalam benaknya adalah daya dorong kuat untuk menuliskan kisah-kisah nyata maupun imajinasi bukti dunia tulis-menulis adalah dunia sangat luas tiada aral melintang dapat jadi penghalang dan pemotong sikap total dalam menggeluti cerita hidup bak tak terbatas sepanjang-panjangnya lorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berlebihan, tulis-tulisan Rahmat Ali adalah cermin dari apa yang direkam dalam setiap jejak kakinya, kebetulan saya tahu sedikit biografinya sekalipun untuk membuat bahasan tulisannya saya semata-mata berusaha lebih pada teks, bukan pada sosok penulis. Teks Rahmat Ali lah yang berbicara tentang kenyataan itu, banyak tempat yang ditulis dalam cerpen-cerpennya adalah tempat yang sangat variatif, mulai dari metropolitan padat dan sesak dengan segala kehidupan bergaya modern sampai tulisan di pelosok-pelosok sepi hanya penuh dengan kesendirian dan hanya bisa dijangkau dalam alam imajinasi ataupun daerah itu bisa dikunjungi sangatlah jarang orang ke sana karena tempatnya yang relatif terpelosok atau terpencil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa aromanya, yang ditulis Rahmat Ali kebanyakan adalah kisah-kisah nyatanya, entah itu ia sendiri yang mengalami atau orang-orang yang dijumpai di segala macam tempat itu, dan diselingi dengan tulisan-tulisan fiktif imajinatif. Pengarang ini sangat jeli mengamati apapun yang ada dan menarik perhatiannya. Apapun itu bisa jadi tulisan lancar. Seorang yang jarang mengamati atau 'membaca' lingkungan bisa menjadi mengerti bahwa lingkungan, apapun itu wujudnya, banyak menyimpan 'bahan bacaan'. Hal ini sangat tergambar dari judul-judul karangan penulis ini yang dengan segera akan dapat ditangkap apa yang bakal diceritakannya, benda sepatu, mesintik, lori, jaran kepang, sosok-sosok orang, dan rata-rata mengambil judul sosok sebagai subyek cerita yang akan dibahas, dan kadang-kadang bercerita tentang masalah sebagai subyek (‘Akibat Lepasnya Dasamuka’).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali memang benar anggapan bahwa seorang seniman adalah seorang yang suka hal yang detil, berbeda dengan orang 'lumrah', maka apapun diurai Rahmat Ali secara detil tadi. Terlihat, cerpen-cerpen Rahmat Ali juga diilhami oleh legenda-legenda rakyat terutama yang daerahnya ia kunjungi, dengan prinsip di mana tinggal atau berkunjung di suatu daerah, tulis yang kau jumpai! Lihatlah misalnya cerpen 'Jantuk' (Betawi), 'Moko Yang Terpanah' (NTT), 'Akibat Lepasnya Dasamuka' (Jawa), 'Bertemu Hang Tuah' (Sumatera), 'Krakatau, Krakatau' (Jawa-Sumatera), 'Gelombang Nyai Roro Kidul' (Jawa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terpana pada kisah legenda dengan narasi baku, seringkali kisah rakyat itu harus menghadapi kekininan jaman, dan Rahmat Ali berhasil memadukannya dengan kebutuhan dan kondisi jaman saat tulisan itu dibuat ('Jaran Kepang', tradisional Jawa di dunia metropolitan). Rahmat Ali tampaknya mau tak mau mengaitkannya dengan hal-hal yang berbau mistik, magis, yang menghubungkan dunia nyata dalam ceritanya yang memang bergenre besar realistik dengan hal-hal yang mistik, surealis, tapi tak sampai menyeret tulisan Rahmat Ali bergenre surealis. Perpaduan realis dan mistis itu tampak dalam cerita-cerita dalam aliena ini, juga cerita yang menyoal langsung hal mistik seperti 'Kiriman dari Jauh' (maksudnya santet).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tak dilupakan para pengarang biasanya menulis tentang dunia fabel, di mana binatang diceritakan bisa bertingkah dan hidup seperti manusia, dalam tatanan kehidupan masyarakat sebagaimana halnya manusia ('Sungut Sang Prabu Terlalu Panjang') atau setidaknya kalaupun hidup dalam situasi yang tetap dalam lingkungan hewan, mereka bisa berkata-kata dan bercerita tentang diri mereka ('Aku Seekor Merak').&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen-cerpen Rahmat Ali didominasi dengan cara penulisan alur maju, dan sangat jarang memakai alur mundur, yang kadang hanya dilakukan untuk suatu kisah di masa lalu yang terkait dengan kondisi sang tokoh cerita saat itu, dalam pikiran, dalam percakapan, dan bukan dalam alur-alur utama cerita. Salah satu keuntungan besar dengan cara tradisional beralur maju ini adalah cerita menjadi mudah dicerna dan diikuti, tidak memerlukan banyak kebutuhan untuk mengotak-atik cerita dan membolak-balik halaman-halaman cerita bahkan membuat pohon cerita seperti yang begitu dibutuhkan dalam mencermati cerita-cerita moderen saat ini yang cenderung mencoba segala teknik yang baru termasuk teknik mozaik yang terfragmentasi satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penuturan cerita, dialog-dialog dibuat Rahmat Ali secara kental dan mengalir, namun lebih banyak dipaparkan melalui narasi di mana dialah sebagai penulis yang dominan menuturkan dan untuk menghindari terkesan cerita monolog ia memakai penggambaran dengan tokoh utama aku; yang acap dilakukan banyak pengarang, selain teknik tradisional masing-masing tokoh diceritakan sendiri-sendiri dengan satu tokoh utama dikelilingi tokoh-tokoh pendamping. Deskripsi yang dibuat Rahmat Ali meluas, meliuk dan kadang menyentak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun lukisan suasana yang dibuat terkesan kurang menggambarkan suasana secara memuaskan, karena seolah tuntutan cerita cepat mengalir dari satu kisah atau problem ke problem lain; karena kekuatan Rahmat Ali memang di sini, problem-problem itu dibahas cepat, sementara soal tuntas tidaknya masih bisa ditelaah lebih jauh lagi. Yang sangat terasa tuntasnya problem tanpa ‘doping’ pencepat alur cerita antara lain dalam cerita 'Dialog Membisu' yang menyoal kehidupan tiga anak manja atau kalah perang dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmat Ali menuliskan semua lincah dan lancar, dengan gaya bahasa lugas mengalir menabrak batu cadas, dengan berani menggunakan ungkapan-ungkapan yang kadang melabrak kelaziman berbahasa dengan kata-kata mandiri seperti fisik menjadi pisik, bahkan kata pembunyian langsung menjadi kata kerja seperti didordordor untuk mengungkap ditembak yang tentu mengeluarkan bunyi itu, cuat-cuit terus mendesing (dalam 'Dialog Membisu'), mendokdokdok ('Jangan Ganggu') byar-byur-byar-byur, berkelontang-kelontang ('Kopi O, Kopi Goni, Teh Obeng, Mi Lendir dan Truk Dinosaurus').&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmat Ali juga tak lupa menggunakan kata-kata bahasa Jawa yang tampaknya menjadi bahasa ibu-nya yang mewarnai gaya bahasa bahkan detil kata ceritanya; aleman (artinya suka manja), mangkel (jengkel), trenyuh (terharu), unggah-ungguh (sopan santun) dalam cerpen 'Musim Bunga, magrong-magrong (besar megah) dalam cerpen 'Saat Tidak di Rumah'. Dia juga tidak segan-segan memasukkan istilah-istilah serapan baru dalam rumpun kalimatnya yang mungkin bagi orang tertentu mudah mengerti tapi bagi kebanyakan orang mesti berpikir agak lebih keras karena istilah ini bukan istilah yang lazim dalam penggunaan kalimat mengalir seperti itu. Entah apakah keterbatasan tempat pada suatu cerita pendek yang membuat Rahmat Ali pada beberapa karangannya mengakhiri cerita dengan hal-hal gaib, sirna, kembali ke alam, atau hal-hal semacam itu yang membuat konflik cerita menjadi begitu mudah berakhir, yang tentu saja mempengaruhi rasa dalam pembacaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kebanyakan cerita yang demikian penuturan Rahmat Ali sebagai penceritalah yang dominan mengarahkan jalan cerita. Apa-apa menjadi begitu mudah diarahkan, tidak dibiarkan terus larut dalam konflik. Namun jelas cerita Rahmat Ali sangat kaya dari segi tema, karena apapun di tangan Rahmat Ali bisa menjadi cerita, yang patut dibaca siapapun suka mempedulikan kehidupan. Memperbesar nyali untuk merekam dan memaknai kehidupan, apapun akhirnya, apapun tamatnya, apapun selesainya, apapun ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Musim Bunga (1960): Rahmat Ali memakai metafora tentang musim di mana hati berbunga seperti munculnya bunga di taman dan lembah indah. Cinta aku terhadap gadis yang dikenalnya saat pertemuan keluarga bersemi dan berwujud keindahan percintaan selama mereka masih satu kota. Begitu mereka harus berpisah yang ada adalah rindu dan si aku mesti melakukan sesuatu untuk keluarganya. Perhatian pada ibunya sering bertolak belakang dengan keinginannya untuk melakukan ekspresi kreatif seorang anak muda. Dan, itu berujung pada bagaimana aku harus mengambil keputusan untuk meninggalkan ibunya karena gadis yang telah membuat hatinya berbunga-bunga mengirimkan surat dari jauh yang mendorongnya untuk menemui si gadis dan meninggalkan ibu tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Laila, Istri Paling Kemayu di Dunia: Laila seorang istri dari tukang pos bernama Bima mesti mendapati kenyataan bahwa dalam pergaulan suaminya dengan teman-temannya akan sangat berpengaruh pada hubungan mereka berdua, yang saling menyayangi dan mencintai meski untuk perkawinan Bima yang ke sekian dengan Laila itu. Gelombang bahtera keluarga itu sungguh membuat Laila yang cantik mesti mencabik hati sendiri dengan mengambil sikap tegas terhadap sang suami namun sebagai istri Laila tidak mempunyai kekuatan cukup untuk itu, dan nyaris atau entah akhirnya memang Laila menjadi majenun, gila, dalam masa kehamilannya mendapati suaminya sering mabuk bersama teman-temannya yang merupakan orang yang dikirimnya surat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wanita Dari Luar Kota: Adalah wanita yang membawa seorang bayi yang datang pada rumah tinggal mahasiswa yang ternyata membawa misi tertentu sesuai dengan sumpahnya kepada suaminya yang telah meninggalkannya dan kawin lagi dengan wanita lain. Wanita yang datang dari jauh ini mengharu-biru kehidupan tenang mahasiswa itu hanya untuk menjaga sumpah untuk menculik dan menyembelih anak hasil perkawinan suaminya dengan orang lain. Dan setelah menculik anak itu, si wanita sempat mencederai suaminya hingga harus dikejar orang banyak dan menyelamatkan diri di rumah sang mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sebuah Gambar di Ruangan Tukang Cukur (1972-2004): Tukang cukur yang mesti melayani dan menyenangkan para pelanggannya mesti menggonta-ganti gambar-gambar yang dipasang di ruang prakteknya sesuai dengan selera yang saling bertentangan pada diri pelanggannya. Berujung selera universal adalah gambar-gambar wanita cantik dalam pose-pose yang membuat hati berdesir, pilihan gambar terakhir ini berbuah kebahagiaan bagi seorang mayor yang dikembalikan memorinya tentang indahnya pernikahan dan cinta. Gambar yang dipasang telah menjelma gadis pinangan sungguhan bagi pelanggan tukang cukur. Entah kapan bagi ia sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bi Gayah Sambalnya mmm…m (1975-2003): Seorang pembantu wanita yang tidak lazim, punya banyak perbedaan dibanding para wanita lain yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga. Perokok berat, suka membunyikan radio, punya kekuatan fisik yang luar biasa, suka mengumpulkan bahan pakaian, perhiasan namun tidak meninggalkan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga yang banyak membantu kebutuhan tuannya, bahkan dengan sikapnya yang aneh dan eksentrik pembantu rumah tangga ini meninggalkan kesan mendalam bagi tuan-tuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Saat Tidak di Rumah: Juga kisah tentang orang kecil, tinggal di daerah metropolitan di Jakarta yang didominasi kaum urban dengan kehidupan tidak berlebihan tapi mesti menghadapi gaya hidup konsumerisme di Jakarta yang banyak ditawarkan dengan produk-produk yang bikin ngiler wanita istri pegawai kantor. Dengan jeli Rahmat Ali memotret gaya hidup istri yang membuat gemas pembaca karena polahnya yang seenak sendiri, tidak peduli anak bahkan membiarkannya cedera, khususnya saat suami tidak di rumah. Tapi untuk menikmati gaya hidup konsumtif, si istri ini bahkan mesti menyusul suami yang sedang dinas ke luar kota yang celakanya malah menghabiskan honor yang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Narto (1980): Kopral yang berdedikasi pada kesatuannya tapi hidupnya tidak beranjak naik hanya karena ia lebih mengandalkan kekuatan fisik tidak disertai dengan kecerdasan intelektual dan syarat-syarat lain yang menjadi kriteria kemajuan karir dalam struktur ketentaraan. Malah orang seperti ini hanya untuk menyelesaikan bangunan rumah yang belum rampung-rampung mesti minta bantuan wanita yang pernah ditolongnya, yang celakanya wanita ini mencari uang dengan jalan menjajakan diri sebagai pelacur, meski sebetulnya si wanita sudah terangkat kehidupannya dengan diperistri orang lain; tapi mau melacurkan lagi untuk cari uang buat penyelesaian bangunan rumah sang kopral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pagut (2004): Bercerita tentang seorang anak desa anak angkat mandor pabrik gula khas dengan latar pedesaan jaman sebelum kemerdekaan. Kisah romantis anak desa yang dekat dengan suasana dan kehidupan desa, kerbau, kolam ikan, sawah, surau, lokomotif lori perkebunan, ladang tebu, keluar masuk sekolah karena tidak mampu membayar uang sekolah swasta yang relatif lebih tinggi, tapi tetap diperhatikan oleh orang tuanya yang tetap bisa menyekolahkannya meski untuk mendapatkan biaya sekolah mesti melakukan pekerjaan apapun. Anak nakal ini baru merasakan arti hidup setelah nyawanya nyaris terbang karena digigit ular beracun. Si anak ini merasakan hidup yang lebih indah dibanding kehidupan bersama kedua orang tua kandung yang menelantarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Sol Demi Sol (1981-2004): Sepatu yang menjadi sahabat terdekat manusia moderen jaman ini mempunyai jiwa pula, dalam tulisan Rahmat Ali. Kisahnya adalah kisah sejauh mana sang pemilik mengalami kisah-kisahnya dengan orang-orang lain yang juga punya sepatu-sepatu yang lain, dengan sosok dan wujud dan fungsi yang lain. Kisah sepatu juga kisah sejauh mana sang majikan punya kepedulian terhadapnya, juga kepedulian atau sikap dari orang-orang yang dekat dan berhubungan dengan si tuan. Sikap keluarga majikan itu yang membuat nasib sepatu harus berakhir di bubungan atap, menyaksikan kehadiran sepatu yang lebih perlente, bersih dan baru dikenakan sang majikan yang bagaimanapun butuh penampilan oke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Musim Layang-Layang (1996): Layang-layang dan pengejarannya serta seluk-beluk pembuatannya tak memisahkan dari siapa pembuat layang-laang, siapa pemilknya, siapa yang pandai memainkan, pandai mencari uang untuk bisa punya layang-layang yang indah dengan benang yang kuat yang bisa memutus benang-benang layang-layang lain jatuh meliuk-liuk di angkasa tinggi, terbang entah ke mana angin bertiup dan dikejar anak-anak meski hujan datang dan membuat mereka berbasah kuyub atau menjadi sangat kering tenggorokan karena udara yang kering sementara tidak setetes air pun bisa diteguk. Pengalaman masa kecil 'Aku' dalam cerita Musim layang-layang ini tak bisa terlupakan baginya hingga ia berburu layang-layang kehidupan sesungguhnya di metropolitan Jakarta yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Jantuk: Suatu zat, jiwa, roh masuk ke dalam guling dan menyaksikan kehidupan pemiliknya, pasangan pemain lenong betawi yang menyandarkan kehidupannya dalam pertunjukan kesenian tradisional yang kala itu masih digandrungi masyarakat tapi seiring dengan perguliran jaman kesenian ini menjadi tersisih oleh kesenian-kesenian yang lebih moderen dan berdampak buruk pada kehidupan pasangan seniman ini. Sang lelaki menjadi sangat terlunta-lunta mencari orderan manggung dari satu tempat ke tempat lain dan selalu gagal, tetapi dicurigai istrinya bahwa suaminya itu mencari perempuan lain untuk menyambung keturunan lantaran ia tidak bisa memberikan keturunan baginya yang sudah berumur uzur. Pembelaan zat, jiwa, roh yang tahu kondisi sesungguhnya pada sang lelaki terhadap wanita istrinya itu tidak mampu meluluhkan sikap keras si istri yang akhirnya lebih memilih menyatu dan kembali ke alam bersama jiwa, zat, roh yang keluar dari tubuh bantal pemain lenong betawi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Jenny (1992): Tukang pijit atau tukang pijat? Rahmat Ali memilih menggunakan kata tukang pijit, yang berkonotasi lebih feminin, karena pelaku profesi ini adalah seorang wanita. Wanita tukang pijit yang dilukiskan Rahmat Ali di sini sebagaimana lumrahnya di panti-panti pijit atau lazimnya disebut panti pijat, senantiasa melayani tamu-tamunya lelaki-lelaki dari berbagai kalangan, profesi, tabiat, sikap, mulai dari lelaki yang santun dan menghormati sesamanya meski itu seorang wanita tukang pijit, sampai laki-laki yang kurang ajar dan memandang pemijitnya hanya barang tak layak diajak berkomunikasi dan profesi ini begitu nista padahal ia mau bahkan menyerahkan tubuhnya untuk dipijit dan digerayangi bahkan lebih dari itu. Dari semua sikap ini sampai lelaki yang mau mempersunting tukang pijit sebagai istri, sayangnya Rahmat Ali menenggelamkan nasib tukang pijit mau pasrah dalam kehidupan ini, dan mempedulikan dengan penuh rasa sayang kepada lelaki yang dipijit adalah kepedulian sebatas sebagai tukang pijit, dan hanya berlaku pada saat 'jam kerja' memijit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Hari-hari dalam hidupnya: Kasihan nasib gadis yang menumpang hidup pada orang lain, bahkan tak lebih berperan sebagaimana pembantu rumah tangga yang melakukan pekerjaan rumah tangga sehari-hari, semua, semua dan semua, dan menjadi sasaran kemarahan lelaki dan perempuan yang ditumpanginya. Untuk menikmati warna kehidupan di luar rumah tangga itu, sangatlah jarang dan mesti mengambil kesempatan hingga suatu saat didapatinya kesempatan itu lalu untuk bertemu dengan seorang duda beranak, lelaki yang ingin meminangnya sebagai istri. Nasib, karena lelaki yang ditumpangi hidup di rumah itu entah berkata apa, duda yang melamarnya itu tak pernah kembali lagi muncul. Dan kehidupan gadis penumpang hidup ini kembali seperti biasanya, menjalankan pekerjaan tak ubahnya sebagai pembantu rumah tangga. Dari hari ke hari. Waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Dialog Membisu (1996): Tiga bersaudara dari sekian bersaudara yang sangat beda cara hidupnya dibanding saudara-saudaranya yang sukses bekerja dan berumah tangga. Sebetulnya pengalaman mereka pernah sukses bekerja di tempat jauh dari rumah, dan cukup membanggakan. Namun karena ketidakkuatan menghadapi problematika mental, mereka kembali ke rumah kedua orang tuanya. Dan menjadi beban. Dari hari ke hari hanya duduk dan bersantai-santai, waktu ke waktu menggilas kemalasan itu, sementara anak-anak lain, pemuda-pemudi lain sudah begitu maju dalam karir dan profesi, mereka hanya menjadi penghuni rumah orang tuanya dan menghabiskan waktu untuk tidak bertindak apa-apa dalam hidup. Tragis. Rahmat Ali memakai teknik syair dengan pengulangan kalimat yang sama pada beberapa alinea. Memberikan kesan yang menyayat-nyayat dan sungguh mencabik-cabik perasaan, merasakan betul suasana yang membosankan dan menekan mental ketiga orang anak yang telah menggerogoti kehidupan keseharian kedua orang tua malang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Moko Yang Terpanah (1999): Keberuntungan berpihak pada dua sejoli suku nelayan, yang saat menjala ikan mendapati dua buah moko (genderang, tifa kuno) ternyata setelah disimpan di rumah sepasang moko ini tanpa diketahui memberi rejeki yang berlimpah kepada keluarga sederhana ini hingga hidupnya berkelimpahan dan terpandang di desanya. Ternyata pada saat semua tidur lelap pada malam gelap kedua moko bangun dan berkeliling desa untuk mencuri apapun yang menarik hati perhatian mereka dan disimpan di rumah kedua 'orang tuanya' tadi. Puncak sekaligus antiklimaksnya ketika kedua moko menculik anak-anak di kampung. Menculik lebih berat dari mencuri, kecurigaan penduduk suku itu tak terperi, mencari biang misteri dan mengejar dan memanah hingga moko jantan tewas, sementara si betina terluka dan hanya dengan kesediaan 'ibu'nya untuk berkorban si moko tak dibunuh walau akhirnya toh tetap tewas dalam perjalanan. Moko terpanah ini tersimpan sampai keturunan kesekian dari pasangan nelayan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Petualangan Bersama Bantal (1996): Merebahkan kepala di atas bantal membawa seorang lelaki tua beruban lelap dan terbang melayang angan dan memorinya ke seluruh masa hidupnya di masa silam dan bertemu dengan sosok-sosok dirinya dari segala usia, sejak anak remaja, pemuda, dan mempertemukannya dengan gadis pujaannya yang dulu tidak jadi bersatu dengannya tapi malah kawin dengan lelaki lain. Kini perempuan itu tidaklah seindah masa gadisnya yang dulu, namun kenangan terhadap indahnya masa bercinta mereka tak akan pernah terlupakan sepanjang ingatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Mesintik Kesayangan (1993-2004): Mantan sersan yang menjadi sopir bos besar memilih profesi sebagai pengarang karena tidak tahan melihat sepak terjang dan gaya hidup bos besar yang memojokkannya harus bersilat lidah dan berbohong terhadap istri bos besar yang begitu baik kepadanya dan kepada istrinya. Rasa bersalah dan tekanan batin mesti melakukan kebohongan-kebohongan yang tak lebih dari dosa dan kejahatan sepanjang ia menjadi sopir bos besar terpaksa ia lakukan hanya untuk menjaga rahasia sang bos besar. Mesin tik ini menjadi saksi atas semua itu. Teristimewa saksi kehidupan majikan setelah menekuni pekerjaan sebagai seorang pengarang, yang butuh kesunyian dan dalam kesunyian itu ada saja yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Aku Seekor Merak (1999): Keluarga merak hidupnya di kebun binatang, menimbulkan kejemuan bagi seekor anak merak jantan yang akhirnya berhasil memprovokasi saudara-saudaranya untuk keluar, lepas, dan melarikan diri dari sangkar kebun binatang yang memaksa hidup hanya untuk menyenangkan pengunjung kebun binatang, dengan ruang gerak terbatas, terkungkung dalam sarang. Hidup di alam terbuka memang menyenangkan tapi itu tidak lama, banyak ancaman kehidupan dan nyawa merak bersaudara itu. Dari lima ekor merak yang cari kebebasan itu, dua teman, dibedil dan terpanggang sengatan kabel listrik. Ingin kembali pulang mereka tidak tahu jalan, tidak ada jalan lain, kecuali menghibur diri bahwa lebih baik mati di alam bebas asal lepas dari kurungan yang membatas keleluasaan gerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Lori (1999): Anak nakal dan gerombolannya selalu membuat olah, onar, rusuh, sengsara dan mengganggu serta mau menang sendiri terhadap seluruh penduduk kampung di sekitar perkebunan tebu yang setiap hari dilewati lori pengangkut tebu. Para pemimpin kampung, tua-tua tidak ada yang berani bertindak tegas terhadap mereka dan terkesan menghindar atau membiarkan dan tidak mau repot menghadapi, kecuali para mandor yang harus mempertahankan batang-batang tebu terutama yang diangkut lori. Sekali kalah melawan mandor-mandor itu, gerombolan anak nakal berulah kembali sampai menyebabkan lori terguling kecelakaan dan tewasnya pentolan anak nakal secara mengenaskan dan menyisakan kesan angker wilayah sungai tempatnya menemui ajal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Akibat Lepasnya Dasamuka (1988): Tidak seperti cerita Ramayana yang baku, di sani Rahmat Ali bercerita Dasamuka setelah dikalahkan Rama, diikat, digantung dengan kepala di bawah, ditempatkan dekat kawah gunung berapi dan dijaga Anoman dalam waktu yang sangat lama, hingga Rama meninggal dan jaman-jaman sesudahnya sampai Anoman tua dan lemah. Kesempatan Dasamuka untuk melepaskan diri pun tiba dan membuat banyak onar, kerusakan dan kehancuran seluruh negeri, hingga Dasamuka merasa tidak punya lagi lawan yang sepadan dan memutuskan untuk menghancurkan diri. Meskipun tubuhnya hancur dan mati, Dasamuka meninggalkan segala keburukan bagi alam dan manusia yang sangat sulit diatasi sekalipun oleh penguasa negeri selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Sungut Sang Prabu Terlalu Panjang (2000): Perlawanan negeri rimba terhadap raja keong dipatahkan oleh raja keong dengan virus yang membuat semua menjadi lamban, mengikuti sifat hakiki darinya. Awal perlawanan mereka karena harapan dengan terpilihnya keong menjadi penguasa nusa rimba yang adil bijaksana dan bisa memimpin negeri tidak bisa terpenuhi. Malah sebaliknya sifat-sifat buruk raja keong yang lamban membuat hampir semua permasalahan negara dan masayarakat nusa rimba tidak dapat tertangani dengan baik, menimbulkan begitu banyak kekacauan dan kemerosotan nilai hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Bertemu Hang Tuah (1999): Pemberian keris pusaka kecil oleh seorang aneh pada seorang wanita membuatnya didatangi istri Hang Tuah yang diperintahkan Hang Tuah agar barang milik Hang Tuah itu dikembalikan kepadanya di kuburan keramat terpencil yang membutuhkan nyali untuk berani melakukannya. Untuk itu dibutuhkan pertolongan orang pintar yang sayang tak segera terjadi dan terpaksa dilakukan sendiri bersama teman. Sepeletakan benda itu pada tempatnya Hang Tuah datang dan mengambilnya lalu pergi dengan kapal besar meninggalkannya beserta istri Hang Tuah di dermaga, yang segera berubah menjadi tempat aslinya, kuburan sunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Akibat Bom Virus (2002): Kerajaan kegelapan menjalankan misinya di bawah penguasa kegelapan yang ingin semua manusia mengikuti maunya, bertindak, bersikap, bersifat, dan bermoral bejat, dengan membombardir negara tujuan memakai bom virus yang bukan sembarang bom seperti bom konvensional yang meledakkan, meruntuhkan dan menghancurkan bangunan. Bom virus ini berbau sangat harum yang bila terhisap akan membuat penghisapnya berubah sifat menjadi jahat, tamak, rakus dan sebangsanya sifat-sifat kegelapan. Sayang tidak semua oknum, golongan dan profesi berubah bersifat jahat, buruk dan sebangsanya, karena masih ada kalangan yang bersikap melawan kejahatan ini sesuai dengan profesi dan kewajiban masing-masing. Kemarahan raja penguasa kegelapan tak terbendung dan kiriman bom virus kedua dibombarirkan lagi hingga semua orang, oknum, pribadi, golongan dan profesi menjadi benar-benar total jahat dalam segala bentuk manifestasinya yang memuaskan sang raja kegelapan dengan bom wangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Aku Naga Pengangkut (2002): Kereta api bentuknya seperti naga, jadi ide Rahmat Ali mengarang bahwa memang sebetulnya kendaraan ini naga dari perut bumi muncul untuk membantu manusia menggantikan atau melengkapi kendaraan-kendaraan pengangkut lain yang mudah rusak oleh kanibalisme dan ketidakberadaban manusia. Dan dalam wujud kereta listrik yang dikenal sudah menjadi kendaraan menghubungkan wilayah-wilayah empat penjuru mata angin itu terutama di perkotaan, metropolitn Jakarta, naga pengangkut benar-benar merasakan penderitaan menjadi sarana tempat kehidupan para penumpang dari berbagai kalangan yang punya gaya hidup macam-macam mulai dari pengemis, pemulung, pengamen, sampai perempuan-perempuan seksi dengan payudara nongol dan pantat bahenol, apapun profesi dan orang yang memanfatkan kereta jadi sarana pengangkut, kendaraan meski tidak bisa dihindari pencemaran, sampah, kerusakan bahkan pengrusakan yang terjadi dan membuat naga pengangkut ini fisik dan fungsinya begitu terdegradasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Krakatau, Krakatau (2003): Pertemuan seorang cerpenis dengan penari ular mantan pawang gajah di kapal yang menyeberang selat Krakatau berbuahkan manisnya hidup memasuki wilayah serba indah. Namun ternyata itu dunia lain yang menyeretnya masuk wilayah kekuasaan Ratu dunia lain wilayah Selat Krakatau. Dalam wujud roh tidak kelihatan, si cerpenis bisa melihat semua keluarga yang mencintainya dan ingin berkomunikasi dengan mereka, namun yang terjadi hanya gejala alam yang keluarganya tidak pernah tahu meski di situ si cerpenis di dekat mereka bahkan menyentuh tubuh atau tangan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Jaran Kepang (1997-2004): Kesenian tradisional bernama lain Kuda Lumping di sini disorot Rahmat Ali dalam perjalanannya menjumpai atraksi yang berdekatan dengan keberanian dan ketrampilan 'mistik'. Pemain kudang lumping berhasil menyatu dengan alam dan roh-roh gaib melayang-layang di angkasa mengundang kekaguman luar biasa dari para penonton, dan melakukan perbuatan-perbuatan ajaib, menolong semua orang berkekurangan dengan bantuan keuangan dan harta kekayaan yang didapat dengan merampok, menggarong dari sumber-sumber harta dan uang yang ada. Meski merampok untuk menolong yang menderita, perbuatan pemain jaran kepang ini tidak berkenan bagi roh-roh gaib dan alam hingga menimbulkan malapetaka, bencana alam yang luar biasa memporak porandakan kehidupan, sementara sang pemain kuda lumping gagal kembali ke asalnya, tetap dalam kondisi magis di alam lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Gelombang Nyai Roro Kidul (2002-2004): Kisah hilangnya orang di pantai atau lautan selatan sudah sering dijumpai, yang kini dikisahkan Rahmat Ali adalah kehidupan di alam maya yang tidak kelihatan orang yang merasa kehilangan karena tidak pernah kembalinya kekasih, ayah, suami, teman yang dikabarkan oleh berbagai mulut dan media massa telah mati. Padahal, di lautan selatan yang bersangkutan menikmati kehidudupan yang jauh lebih indah, enak, megah dan penuh kedamaian, berkelebihan, makmur dan adil, sangat bertolak belakang dengan kehidupan di atas daratan seperti yang diketahui tokoh utama sebelum masuk dunia Nyai Ratu Kidul. Sayang kebahagiaan ini menjadi sirna ketika sang tokoh melihat keluarganya di tepi pantai dan ia mendekat untuk menyapa mereka, mereka sama sekali tidak menggapai. Bahkan sekalipun telah dipegang atau disentuh atau sekedar digoda dengan cipratan air mereka tidak bisa melihat sosok lelaki yang sebetulnya sangat mereka cintai dan dinyatakan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Kiriman dari Jauh (2002-2004): Sakit karena santet dan sebangsanya bukan main rasa dan wujudnya. Banyak barang tajam yang semestinya untuk alat-alat kekerasan, binatang-binatang menjijikkan dan kotor di perut dan organ-organ tubuh hasil kiriman orang 'pintar' yang menjahati wanita tokoh cerita. Tentu saja pergi ke dokter tidaklah menolong, pergi ke orang pintar banyak sarannya. Ketahuan ada seorang lelaki yang dulu kalah saingan dengan suaminya dalam memperebutkan dirinya sang wanita molek. Hanya dengan ibadah suami lebih khusuk kiriman dari jauh itu dapat diusir, dan karena dianggap salah satu biangnya adalah rumah tinggal pasangan merekapun pindah. Tanpa melakukan balas dendam ternyata pengirim barang 'santet' itu ternyata tewas dalam kecelakaan mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Jangan Ganggu (2004): Masa pensiun, masa paling indah. Masa di mana hasrat menulis bisa tersalurkan mulus, di mana hari-hari bisa diisi kegiatan yang mendukung proses kreatif penciptaan, bebas dari gangguan bisa berupa apa saja termasuk tekanan pekerjaan yang mengharuskan perhatian mesti pada penyelesaian tugas-tugas kantor dan atasan. Namun jangan dikira dalam menikmati masa penciptaan ini hal sekecil apapun tidak bisa menjadi suatu gangguan, bahkan kehadiran orang-orang yang sangat dibutuhkan sekalipun, seperti pembantu rumahtangga dan cucu-cucu. Juga pada masa-masa menyepi di kamar kecil dengan ritus sakral di mana ide kreatif muncul dan menyatu dengan imajinasi terangkai dalam angan untuk berlanjut dalam laku teknis dalam mewujudkan suatu karangan karya. Makin peka seorang seniman, makin detil ia meluncurkan kata dan peristiwa yang seolah remeh tapi sebetulnya berdaya sentuh besar pada langkah berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Kopi O, Kopi Goni, The Obeng, Mi Lendir dan Truk Dinosaurus (2004): Seorang suami yang sering memuja-muji masakan dan suguhan istri di rumah bahwa masakan dan minuman itu enak dan lezat belum tentu menyatakan hal yang sesungguhnya. Yang membuatnya sering tidak muncul di rumah juga belum tentu karena perempuan lain penjual makanan di tempat yang biasa dikunjungi dalam menjalankan pekerjaan sebagai sopir traktor tambang granit. Tapi, yang sebenarnya adalah si lelaki sangat menikmati makanan dan minuman yang enak di warung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUISI RAHMAT ALI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dalam buku ini memang jadi disisipkan (yang ternyata akhirnya oleh penerbit dikelompokkan cerpen-cerpen dahulu baru disusul kelompok puisi), menikmati sajak-sajak yang disisipkan di antara cerpen-cerpen Rahmat Ali, membutuhkan perpindahan konsentrasi yang butuh ketrampilan cara menikmati puisi yang berbeda dengan metode menikmati cerpen. Tidak semua orang suka puisi. Tidak semua orang pula menyukai cerpen. Kalaupun ada yang suka kedua-duanya, perpindahan gelombang pikiran untuk menangkap sinyal puisi maupun cerpen bisa merusak gambaran penikmatan; seperti halnya gambar di monitor televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan penyisipan puisi ini dimaksudkan sebagai selingan yang membuat pembaca tidak jenuh untuk membaca cerpen-cerpen bisa dimaklumi; namun mempertimbangkan hal itu malah bisa memunculkan efek samping yang tidak diharapkan. Apalagi terhadap suatu apresiasi puisi yang mempunyai genetik berbeda dengan cerpen. Bertaburannya puisi-puisi pada tempat yang terpisah-pisah terpaksa membuatnya harus mengumpulkan puisi-puisi dalam kelompok sendiri. Lalu disusun sesuai dengan metode pembedahan karya. Tidak ada jalan lain, itulah yang saya lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling bagus memang mengelompokkan puisi-puisi itu, lalu menyusun berdasar tahun pembuatannya untuk melacak histori karya Rahmat Ali yang tentu bukanlah semua karya puisi yang pernah dibuatnya, tapi barangkali puisi pilihan saja. Namun, rentang tahunnya sejak 1959 sampai 2004, kondisi berbeda dari pengarangnya akan membuatnya susah menyebutkan karya pada suatu masa sebagai suatu karya yang bergejolak penciptaannya, yang secara intens dilakukan untuk mencapai karya-karya puncak; kecuali, memang cukup menjadi karya yang muncul mengikuti impuls suatu saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, ada baiknya bila kita coba menikmati puisi demi puisi itu terlebih dulu, baru disusun berdasar tahun pembuatannya, tinggal kita petakan bagaimana kegelisahan puitika Rahmat Ali di sela-sela intensitasnya berprosa yang begitu tinggi. Itu hanya alternatif terbaik saja, walau akhirnya saya lebih memilih menyusun sesuai urutan pemuatan puisi dari halaman depan saja, yang menyelang-nyelingi cerpen-cerpen yang ada; dan saya membahas setiap puisi, yang ternyata, semoga bukan kebetulan, tertangkap secara global genetik puisi-puisi Rahmat Ali adalah puisi yang prosais, mengambil thema bermacam-macam, mengandung kegelisahan moralitas, kemanusiaan alias humaniora yang mengangkat masalah-masalah mendasar hidup manusia (‘Sajak Tentang Tiga Dunia’), yang menyentuh cita rasa manusia (Sajak Nglangut), problema manusia (‘Janda Almarhum’), atau suatu potret kehidupan manusia (‘Biduanita Rock yang Molek’), dikawinkan dengan kondisi lingkungan yang berhasil dipotret secara jeli (‘Si Buyungdunia Pergi Tidur’, ‘Pesta Jakarta’, ‘Kisah Suatu Teluk’), menyoal keadilan (‘Balada Bersekolah yang Beratap Langit’), yang mana balada alias sajak yang mengharukan ini juga tampak pada beberapa puisi yang lain termasuk ‘Cah-cah Ayu Dari Gunung’, beberapa mengandung muatan religiusitas (‘Semua Tunduk’) dan beberapa lebih tepat disebut puisi agamawi karena langsung mengantar pada suatu ajaran agama tertentu (puisi ‘Zamzam’,‘Ka’bah’), sementara religiusitas nilai-nilai lebih bersifat universal tak berbatas simbol-simbol keagamaan. Dan yang tidak ketinggalan, puisi cinta (‘Cinta, Cinta’, ‘Hei’) yang ‘pastilah’ semua penyair melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi teknis, Rahmat Ali seperti kebanyakan penyair mencoba menyeimbangkan rima, irama, tipologi, metafora dan permaknaan kata. Namun tidak bisa tidak, pemilihan teknis ini tidaklah mungkin bisa diakomodasi semuanya, karena pemaksaan suatu teknis misalnya memakai rima melulu bisa-bisa malah mematikan teknis lain yang jadang kalau dibebaskan akan memberi suatu gereget sendiri suatu karya. Setidaknya terasa ada kesadaran Rahmat Ali tidak ingin mengebiri makna hanya karena menghamba pada metafora, sebaliknya tidak menghamba pada metafora bilamana pada saat itu yang akan sangat kuat kenangannya adalah persamaan bunyi, suku kata atau rima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang namanya seni, membutuhkan kepekaan perasaan yang hanya muncul bila diasah dan kadang sulit terdefinisi untuk menyunggi misteri yang menjadi bahasa utama puisi, penuh kejutan, kadang mengangkat kadang menjatuhkan, kadang menghempas kadang membumbungkan perasaan, pikiran atau imajinasi, yang ujung karya utamanya adalah kenangan, kesan yang sangat membekas sebagai keberhasilan suatu puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, kemudahan untuk diingat merupakan satu keberhasilan puisi. Karena ada beberapa keinginan yang mencoba memadukan unsur-unsur estetika dalam bangun puisinya, Rahmat Ali mencoba menyusun cerita pendek menjadi lebih pendek lagi dalam baris-baris terpisah sebagaimana lazimnya teknik tipologi dalam puisi seperti yang tampak pada beberapa puisi yang kisahnya adalah potret lain dari kisah pada cerpen-cerpennya (‘Jantuk’, ‘Janda Almarhum’). Tentu saja dengan penuturan berbeda dari cerpen yang sangat mendetil, sementara puisi-puisi ini lebih terikat pada unsur-unsur estetika itu yang bila dikawinkan dengan majas yang dilahirkan bisa menuntun ke perbedaan antara prosa dan puisi secara anggun. Walau, kadang perbedaan itu tipis dan membahayakan jati diri puisi yang bersangkutan kalau penuturan bercerita begitu kental prosanya seperti dalam puisi ‘Bis’ yang diselamatkan perpuisiannya dengan permainan tipologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat dibantah hal semacam ini memang sudah jadi milik dan memperkaya sastra kita bahkan sastra dunia seperti halnya puisi pendek ‘Sajak Barbir’ yang pendek, bahwa puisi bisa sangat prosais, dan sebaliknya prosa bisa sangat puitis, walau untuk mengembalikan kepada genetisnya masing-masing itu tetap suatu hal terbaik karena pasti dalam genetisnya sendiri masih banyak yang bisa dieksplor, tidak berhenti pada ‘penemuan’ perpuisian kita yang mandeg pada tokoh-tokoh sentral yang dianggap masih saja meraksasai puisi. Selebihnya mencermati puisi-puisi Rahmat Ali secara individu puisi, akan tampak keberanian Rahmat Ali menggunakan kata-kata ‘aneh’ yang mewarnai puisinya, mencari makna baru dengan bermain kata-kata itu yang tentu saja masih berbenangmerahkan dengan bangunan utuh puisi itu dengan kalimat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan unsur-unsur estetika itu teramu dalam suatu orkestra yang meninggalkan kenangan, penikmat yang bisa menilainya setelah merasakannya, karena mirip dengan gaya penceritaan dalam cerpen-cerpennya, terasa eksplorasi masalah sering tidak tuntas dan mudah selesai (baca puisi ‘Ajari Lagi’, ‘Balada Bersekolah yang Beratap Langit’), sementara kalau dipertajam lagi bisa bernilai lebih dari pesan yang tanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percikan-percikan gemerlap atau redupnya puisi Rahmat Ali bisa dijumpai sebagai penik-pernik setiap puisinya, yang akan lebih mengena dan bermanfaat bila ditelaah satu per satu. Saat mulai berkomentar, saya tidak mencantumkan halaman pemuatan puisi-puisi itu karena saat itu buku ini masih berupa konsep yang butuh diteliti dan dikoreksi lebih teliti. Ada beberapa pemuatan yang tidak tepat halamannya sesuai daftar urut di depan. Ada puisi yang judulnya ada di daftar tapi pada isi buku ternyata tidak ada, mungkin keliru dengan judul yang lain. Seperti puisi 'Semua Tunduk' yang tidak ada di isi tapi yang ada adalah puisi 'Mungkin'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mengurut tahun pembuatannya, saya memilih untuk membahas karya-karya yang ada apa adanya, dengan harapan lebih tekstual pembahasannya. Harapan lain tentu agar upaya pencapaian karya puisi yang bernilai dari Rahmat Ali itu benar-binar bisa ditemukan kecemerlangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cinta, Cinta (1961): Tentu yang dipakai Rahmat Ali untuk terbang ke ranjang kekasihnya bukanlah kemeja, tapi sayap-sayap rindu yang berkemeja. Kemeja ini untuk melengkapi sayapnya yang tidak polos, telanjang, kerinduannya yang terbang seperti sayap dipersolek dengan kemeja. Metafora dua lapis ini (sayap rindu, kemeja) memberi nuansa lain untuk suatu cinta. Apakah cinta itu harus begitu berpenampilan? Diulang dengan bekal yang lain 'berbekal kalbu seribu', cinta menjadi penuh asesoris muatan. Tapi rupanya tidak demikian dalam pandangan Rahmat Ali, ia menilainya sebagai suatu kurnia, ia tekankan hal ini yang mungkin tak terpikir sebelumnya saat membaca baris-baris awal dengan kata penguat 'Duhai'. Ditambah metafora lagi, 'Cinta itu sendang (kolam, jawa, Rahmat Ali acap memakai ungkapan Jawa) pegunungan dalam dadaku' yang mengundang kekasihnya untuk bersama menikmatinya. Ditambah lagi metafora-metafora yang lain tentang cinta itu, menunjukkan penguasaan metafora pada sosok Rahmat Ali. Referensinya tentang cerita klasik Rama Sinta memudahkan pembaca mengikuti pergolakan resah dalam suatu cinta. Suatu temuan tersendiri manakala dia gambarkan resah cintanya itu dengan panah dan kijang emas di hati kekasih, dan ia menjelajah cinta itu dalam raba pada kijang emas terpanah, dalam rimba, dalam rambut, hati di malam. Ia telusuri cinta itu sebagai suatu pencarian yang mempertemukan hatinya dan kekasihnya dalam satu surga. Di karya Rahmat Ali, resah dengan segala gundah nyatalah indah dalam suatu cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Si Buyungdunia Pergi Tidur (1960): Tapi buat apa tekad dan pedang, kalau dalam bait-bait sebelumnya tidak disinggung tentang suatu peperangan? Pertanyaan ini menggelitik ketika pada awal puisi ini diungkap bagaimana malam, yang di'aku'kan oleh Rahmat Ali yang bertutur kepada bui yang di'si buyung dunia'kan. Penuturan yang mengalir dan dengan pengambilan pernik-pernik alam, bintang, rembulan, burung, angin sepoi. Satu kata yang bisa menghubungkan ada di akhir bait pertama 'seharian penuh kau telah berjuang demi hidup harimu'. Ada hubungan, tapi tetap terasa jauh dari tekad dan pedang yang ada di bait terakhir. Penyelamat makna baris ini adalah kalimat di baris sebelumnya '...taklukkan segala yang merimbakan hidup'. Malam yang melindungi buyung dunia tetap merelakan bahkan mengharus buyungdunia bangun dan menghadapi hidup. Dan jangan kuatir, bui dan malam akan menyatu lagi. Rahmat Ali berhasil mendetilkan kondisi perubahan hari pada perputaran alam dan memanusiakan mereka. Ada harapan yang menyatukan makna kalimat dalam ujung puisi 'Dengan serangkai bunga di tanganku (malam) kita (bumi dan malam) kembali temu!'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Janda Almarhum (1961): Puisi yang prosais menceritakan seorang yang mesti mencari nafkah dan menghidupi anak-anaknya dengan susah payah karena ditinggalkan suaminya, mengingatkan pada cerpen rahmat ali tentang kuda lumping di mana penmainnya mesti tewas dalam kondisi magis tak bisa kembali ke dunia karena sudah menyatu dengan alam supranatural. Meski prosais, unsur puisi yang penuh misteri menyisakan tenaga dan energi meski dicurahkan untuk mengimbangi gejolak emosi yang bisa muncul karena membaca baris-demi baris puisi yang tragis karena permainan kata yang dipilih Rahmat Ali. Amati kalimat awal: karena/ kematian 'dialah kuda beban ditunggang anaknya lima', yang akan meluncur beberapa baris lalu ditemui lagi kalimat senada 'berlari dikendara lima penunggangnya', meluncur lagi beberapa baris lalu ditemui lagi kalimat 'berlari dia membawa anaknya lima'. Permainan kata yang akan terasa gejolaknya setelah mengamati baris-baris kalimat di antaranya adalah suatu pergulatan dan kemampuan Rahmat Ali melukiskan misteri hidup susah. Dipukul pada akhir dengan suatu harapan mempesona: karna tahu, putra-putra Suparman penunggang setia/ yang kelak menahtakan kuda beban di singgasana/mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kisah Suatu Teluk (1975): Permainan personifikasi jadi andalan puisi Rahmat Ali ini. Selubung tubuh, mata berkilau, beralis, semua diberikan untuk laut dan sebangsanya, juga kata-kata menggoda, telentang, menelanjang, diperkosa, ditunggang, membelalak, dan sebagainya, meluncur dengan berurutan di sela-sela sosok laut yang punya tanda-tanda kehidupan sebagai sosok pribadi yang kadang dimetafora, disimbolkan sebagai makhluk lain yang jika membayangkannya akan terasa sifat dari makhluk yang bersangkutan akan memberi nyawa pada teluk yang dikisahkan. Puisi kisah, dengan unsur-unsur pembangun puisi semacam ini bukan hal sepele, meski banyak dilakukan orang tetap menjadi suatu pendorong lebih memperkaya perlambangan alias metafora yang lebih meriah dan lebih kaya lagi untuk menjemput gol terindah dari suatu karya sastra yaitu imajinasi, bukan sekedar kognitif, dan memberi kenangan karena imajinasi akan selalu membuat kita mudah mengenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bis (2000): Kembali Rahmat Ali menunjukkan giginya yang kuat dalam berkisah, soal bis kota yang menjadi bagian hidup tak terpisahkan masyarakat perkotaan dan metropolitan kini kembali menghiasi puisinya, dan ia dengan berani memasukkan kata yang biasanya pada istilah kaum elit dan birokrat negarawan ke dalam dunia yang jauh dari kemewahan, karena memang bagian sederhana dari masayarakat biasa. 'Kucoba mengintegrasikan diriku ke dalam bis'. Integrasi, kata yang gagah masuk keringat penumpang bis kota. Agaknya permainan pilihan kata yang bukan sewajarnya ini menjadi hal yang patut pula dinikmati, seperti apa yang ditulisnya di baris akhir puisi ini: Pahit konyol, suka tak suka,/Perlu dinikmati! Walau tentu saja yang dimaksud Rahmat Ali tentulah kondisi susah bertranspor di dalam bis kota yang sesak dan berjubel penumpang berkeringat 'lengur serba tidak sedap', yang khas Rahmat Ali: puisi prosais.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mungkin (2000): Ia berani memakai kata kekedepanan yang menjadi lawan dari keterbelakangan. Ada pula kata keberbedaan. Mengapa tidak keterdepanan? Mengapa tidak perbedaan saja/ mengapa harus jadi panjang sukukatanya hanya dalam satu kata yang mestinya bisa diperpendek dan mudah diingat hanya dengan pengucapan lebih singkat tanpa mengurangi makna karena makna keduanya sungguhlah tidak berbeda setidaknya berdekatan satu sama lain? Tapi itulah pilihan bahkan garis otoritas seorang penyair sebagai produsen kata-kata, mencipta dan memberi makna, yang barangkali tidak demikian berani dilakukan oleh pengguna kata seperti wartawan dan kalangan profesi lain. Hanya bedanya pada Rahmat Ali, makna kata ini masih bisa dimengerti karena ia tak pernah melepaskan katanya menjadi seorang diri di belantara kosong. Artinya ia selalu memberi teman, kata-kata dan kalimat yang lainlah sang teman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sajak Ngebut (1980): Ada kejenakaan di sini, satu kekuatan Rahmat Ali yang lain. Sosok sajak disandingkan dengan bis, sekali lagi bis: …./kuboncengkan sajakku/menggelantung pintu/sementara di bawah/roda laju/aspal tajam ancam/para penumpang beresak-desakan// Bukan, bukan diri seorang manusia, tapi ‘sekuntum’ sajak yang sudah dipersonifikasi oleh Rahmat Ali. Itu jadi jenaka, terlebih karena selanjutnya dengan lincah Rahmat Ali memprosa puisikan situasi apapun yang terjadi di dalam bis kota, meski terasa juga tak ada maksud berjenaka ria, tapi kondisi di situlah yang bercerita dengan sendirinya, tentang semua orang yang berlaju di dalam bis kota itu. Keberanian Rahmat Ali menempatkan kata yang unik dan tidak semestinya ada pada suatu situasi, membuat ingatan pertama kali ‘mencerna’ dan ‘mengesaninya’ dada pula dalam: ayo tancap/ sajakku lebih ringan kapas/ tidak memar hempas. Tidak ada keinginan bermetafora di sini tapi itulah apa adanya, potret di bis kota namun ada suatu yang di atas kenyataan atau realitas, karena ia bisa hadir tanpa seperti kehadiran manusia biasa, yang hanya mungkn ada di dalam benak, itulah sajak di bis kota yang ngebut, mendorong nasib buruk penumpang, tidak sebaik nasib si ‘sajak’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Sajak Barbir (1980): Kalau tidak melihat di kamus, tak bakalan sebagian pembaca mengerti apa makna dari kata ‘barbir’; tapi untungnya meski tiada tahu maknanya biasanya suatu kata akan dimengerti bila membaca kesatuan utuh kalimat atau cerita sebagai suatu kesatuan kontekstual. Setidaknya konsep itulah yang banyak dijumpai pada puisi maupun cerpen Rahmat Ali. Juga pada sajak ini, sajak terpendek dalam kumpulan puisi ini, hanya enam baris, tujuh dengan judulnya, dan setiap baris hanya dua atau tiga kata, tapi yang namanya puisi memang sependek apapun, komentarnya tetap bisa sangatlah panjang. Ada kenangan tragis dari leher yang sekerat, risau yang mengkeret, yang mendorong tangan itu barbir, dan mau bertindak apa saja untuk mengatasi atau menyalurkan kegamangan itu. Ya, karena ia tukang cukur (barber, barbir) yang tiap hari menghadapi dan memegang kepala orang, leher orang, rambut orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Sajak Tentang Tiga Dunia (1959): Permainan sajak yang bisa diartikan bahasa teratur, bahasa ketat terasa di puisi Rahmat Ali ini. Persamaan rima awal dan rima akhir sungguh ketat diperhatikan di sini. Masing-masing dikelompokkan dalam bait sendiri-sendiri, ada tiga bait yang secara parallel gaya pengucapannya hampir mirip, tapi mengisahkan kondisi yang berbeda, dunia yang berbeda. Pengulangan kata atau suku kata dalam sajak memang suatu teknik tersendiri untuk memberikan tekanan kesan. Kesan itu akan membekas dengan detail uraian tentang kondisi yang dipaparkan, tiga dunia yang berbeda: masa sebelum kehidupan atau kelahiran hingga saat dilahirkan ke dunia, masa saat hidup yang penuh dengan segala macam penderitaan yang akan berakhir dengan maut, masa maut dan sesudahnya apa yang akan terjadi? Kekuatan kalimat dan kesatuan dengan kalimat yang bercerita lainnya, menjadi ciri Rahmat Ali dalam puisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Hei (1987): Kembali Rahmat Ali ingin bermain dialog di puisi ini. Dua insan dimabuk asmara mengapa saling menolak bila hal terelok sudah menjadi milik jiwa? Puisi ini bisa dinikmati dengan membacanya tenang, juga apalagi bila dibacakan dengan tekanan intonasi dan irama. Terasa dialognya, dialog cinta. Tapi cinta mereka di sini tidaklah cinta tembak langsung antar dua sosok, ada kalbu dan cinta yang bercinta. Ada bahasa puisi yang bermain-main di hati. Ngiang kata Hei, sapaan ini bisa terasa dalam susunannya sebagai pembuka menunjukkan puisi macam apa yang dimaui Rahmat Ali. Puisi dialog memang salah satu gejala di antara lebat belantara perpuisian kita, bukan semata puisi satu arah; kalau itu dilakukan pada puisi Jantuk, di sini ternyata masih suatu ungkapan perasaan satu arah, yang punya kalbu pada baris kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Jantuk (1986): Lelaki dan istrinya, keduanya pemain Lenong Betawi yang dikisahkan Rahmat Ali dalam cerpen yang berjudul sama, saling mengutarakan isi hati tentang sosok guling yang berisi zat, roh , jiwa yang dari dunia lain, meski sekali lagi di depannya berujud guling. Saling berdialog lah mereka, tentang sejatinya Jantuk bagi mereka. Dalam bahasa puitis, dialog ini terasa beda dengan penuturan cerpen. pemenggalan anak kalimat, pembarisan, dan permainan rima, serta pemilihan kata untuk pada suatu saat menekankan suatu pesan, dilakukan Rahmat Ali yang mencoba membedakan dengan jelas, apa itu bahasa cerpen dan bagaimana pula bahasa puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Biduanita Rock yang Molek (1987): Kita lepaskan bahasan kecenderungan berprosa dalam puisi Rahmat Ali kali ini, karena memang hal itu begitu nyata. Kita lepas bahasan pemenggalan kalimat jadi baris berbeda dalam tipologi di sini, karena itu sudah lazim dilakukan juga penyair-penyair lain. Kita lepaskan bahasan permainan metafora di sini, karena rata-rata puisi Rahmat Ali memang tidak gunakan jurus ini. Kita tajamkan pembahasan tema, tepatnya detil tema, karena di sini letak keunggulan Rahmat Ali, bahwa ia berhasil memotret susahnya kehidupan penyanyi berbalut gemerlap malam yang banyak dijumpai di Jakarta malam, ternyata sudah beranak tanpa tahu siapa bapaknya. Gejala jaman yang ditangkap Rahmat tentang kehidupan seks bebas. Entah kenapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Sajak Nglangut (1980): Kekuatan Rahmat Ali sebagai cerpenis mempengaruhi puisi-puisinya yang kalau tanpa permainan tipologi yang memisahkan kalimat utuh menjadi beberapa baris memberikan efek tertentu, menuntun pembaca pada penekanan-penakanan rasa dan kesan; atau permainan kalimat utuh dalam suatu prosa menjadi berkurang bagian-bagian anak kalimatnya, pendek-pendek menjadi kalimat berbaris sendiri-sendiri. Apapun, dalam puisi Rahmat Ali yang inipun terasa kisah atau stori alias ceritanya, dan ia berhasil melukiskan bagaimana dan apa yang terjadi bila seseorang nglangut. Kembali Rahmat Ali memakai bahasa Jawa, nglangut, suatu tindakan seseorang yang pikirannya mengembara. Tradisi kepenyairan klasik yang sungguh memperhatikan rima tampak di sini; beberapa baris berakhir kalimat bersuku kata sama, tiga baris berakhiran i, empat baris berakhiran at, dan seterusnya. Efek bunyi dicoba ia berikan, apapun ada pengaruhnya pada suatu kesan. Itulah puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Pesta Jakarta (1975): Kembali kejelian Rahmat Ali menangkap suasana Jakarta membawa pembaca kembali ke tahun 1975 tergambar di benak, memori sejarah tentang Jakarta yang punya romantisme masalalu dan optimisme masadepan, dan seperti biasa dalam cerpen-cerpennya, kehidupan keseharianlah yang tak luput dari pengamatan. Juga, sejarah ! Rahmat Ali menguasainya dengan detil, khususnya pada hal yang unik, meriam jagur yang bisa memberi harapan cinta buat lelaki dan perempuan dalam segala problema. Kalau orang tak menguasai hal semacam ini, tak mungkin bisa menuliskan dengan lancar. Rahmat Ali terbukti punya merek dagang tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Cah-cah Ayu dari Gunung (1987): Maka mempelajari puisi-puisi Rahmat Ali, kita tak perlu dibuat pusing pengistilahan puisi yang sepanjang pengamatan penulis setiap orang berhak punya penilaian sendiri tentang apa makna puisi dan apa puisi itu bagi setiap orang, yang secara garis besar dapat dikatakan suatu bahasa kesan, lebih memainkan rasa, bisa juga pikir tapi tetap bernuansa misteri, keindahannya seperti embun dan cahaya matahari pagi, kebetulan sesuai judul, keindahan wajah molek bocah ayu dari gunung. Permainan rima, irama, metafora, tipologi, memang tidak semua bisa diakomodasi dalam suatu bingkai puisi, tetap tidak menggulingkan suatu karya disebut puisi, yang penting nilai kesan yang tersampaikan oleh majas dan estetika dalam bangunan utuh suatu puisi, yang seringkali butuh keberanian memilih mau mengambil gaya yang mana. Asal tidak ragu, akan punya karakter sendiri. Dan, terfokus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Semua Tunduk (1995): Tampaknya saat menjalankan ibadah Haji, Rahmat Ali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merasakan suatu ketakjuban luar biasa dalam dirinya saat ‘bertemu’ dengan Tuhannya. Ia tidak lragu lagi melukiskan kemahadahsyatanNya dengan pilihan-pilihan kata yang mencoba lain, dari hal mikro, mezo sampai makro ia coba ungkapkan puja-pujinya kepada Tuhannya. Puisi menjadi bahasa paling efektif untuk hal-hal semacam ini. Karena, puisi memakai suatu getar dalam rasa dan pemikiran yang terkadang mesti harus saling menunjang, bahkan sering tak bisa dilepaskan ikatan keduanya. Intelektualitas akan menunjang pemahaman bahasa-bahasa asing, aneh, tak lazim, atau membahasakan unsure-unsur alam yang sangat terkait secara erat dengan penciptanya. Puisi religius Rahmat Ali dari bertaburnya puisi-puisi bernuansa moralitas, kemanusiaan alias humaniora dan beberapa puisi cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Zamzam (1995): Religiusitas dalam puisi, hal yang lumrah bagi penyair-penyair Indonesia yang memang berkultur atau minimal dikelilingi kultur agamis. Nilai yang diungkap lebih merupakan penegasan dari nilai-nilai yang ada, atau pengalaman batin yang berlatar belakang agama bersangkutan. Rahmat Ali memorikan air suci itu dengan gaya puisi klasik yang penuh rima sama. Pemilihan suku kata akhir yang sama butuh penguasaan kosa kata, kalau tidak terksan mencari-cari dan kadang bisa-bisa hampir mematikan kekuatan yang lain, karena tidak semua saat harus berima ini, ada kalanya membiarkan permainan makna kata yang bermakna sama, berdekatan, rumpun berdekatan, berlawanan kata, klimaks dan antiklimaks, ironi, sarkasme, bahkan kejutan-kejutan dengan kata-kata lucu yang terbingkai sesuai konteks dan alur pesan yang diberikan. Kembali kali ini Rahmat Ali memakai rima akhir yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Ajari Lagi (2000): Kegelisahan antara baik dan buruk muncul di puisi ini. Hal mempertentangkan semacam ini merupakan suatu teknik yang banyak dipakai, untuk memberi konflik yang merupakan nafas utama suatu cerita maupun bahasan sastra. Puisi ini pendek, bahkan bahasannya jauh lebih panjang. Yang ditonjolkan ketidakberdayaan manusia kini, yang ternyata masih butuh pegangan dari orang terdahulu, apapun dan siapapun mereka, yang oleh Rahmat Ali disebut rasul dan nabi. Kerinduan dalam puisi memang kadang bisa membodohkan manusia saat ini, kalau menelan mentah-mentah akan tampak semua begitu mudah diatasi hanya dengan kembalinya sosok pengingat itu, bukan pada konflik kejiwaan yang menggiring niat sebenarnya manusia kini pun bisa melakukannya, asal tahu betul, yang digerakkan adalah hatinya dengan puisi, sebagai langkah awal suatu tindakan, bila memang Rahmat Ali ingin ada penyadaran religiusitas di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Ka’bah (1995): Masih puisi agamawi, kini ditekankan agamawi, tidak sekedar religiusitas karena religiusitas lebih bermakna luas sedangkan agamawi lebih terkait dengan agama yang dianut, yang semestinya juga diungkap untuk puisi Zamzam. Pengalaman batin seseorang memang modal utama untuk menulis puisi, dengan majas dan ditambahi wawasan estetika yang cukup, ramuan ini bisa mengekspresikan pengalaman batin itu, dan dituangkan dalam tulisan yang akan bisa pula dinikmati pembaca yang kalau pengalaman empirik dan kognitifnya mendekati atau banyak persamaan dengan yang dialami penulis, maka sentuhan sinyal yang meraba imajinasi itu tak akan jauh beda yang artinya sinyal puisi itu akan bisa dimiliki, dan yang bersangkutan bisa punya kesan, suatu nilai keberhasilan suatu puisi. Menyentuh, menggetarkan, meninggalkan kenangan, sebagai suatu syarat mutlak dari tingkatan karya sastra bernilai paling tinggi. Kenangan. Tidak mudah lapuk jaman. Abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Ninabobo untuk Nabila (Usia Dua Bulan) (1997): Rahmat Ali meminta burung, bajing, musang untuk memberi pelajaran tentang bersahabat dan hidup bersama alam untuk menidurkan bayi; memperkaya cara meninabobokkan anak-anak, tidak dengan satu metode melagukan lagu nina bobok saja, membacakan majalah saja, atau mengelus-elus saja. Tapi, juga dengan bercerita yang secara sinyalistik akan didengarkan oleh anak meski secara verbal anak itu belum mengerti tapi secara kejiwaan bisa merasakan klagu cinta yang imajinatif dan membawa ke alam indah bersama makhluk-makhluk yang bersahabat dan menggembirakan yang sering dikenal anak dalam gambar atau film kartun sangatlah lucu, menyenangkan. Imajinatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Yang Tertundung (1996): Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Itu yang diprotes Rahmat Ali terhadap sikap bangsa ini yang tidak menghargai mereka. Meski tidak tersurat, hal ini tersirat dengan gamblang, bagaimana nasib para veteran pejuang yang dulu turut memerdekakan bangsa ini, terlunta-lunta tanpa penghargaan bahkan untuk hidup layak saja tidak bisa. Temanya sangat jelas, kekuatan tema memang andalan Rahmat Ali, sementara bentuk-bentuk puisinya memprosa, sekali lagi tampak di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Balada Bersekolah yang Beratap Langit (2004): Tema umum tentang kekuasaan yang korup, serakah, semena-mena yang lupa daratan namun diingatkan semua hanya sementara dan sesudah itu pastilah semua sia-sia. Kekuatan Ali di sini menggunakan kata bahasa lisan ‘Lu’ sebagai kata ganti diri kamu. Dilakukan pengulangan, maka ia mendeskripsikan ketidakberesan apa yang dilakukan ‘Lu’ dalam menghadapi keseharian, bersikap terhadap orang lain, lingkungan, masyarakat, sistem. Sebagai kritik sosial puisi inipun membawa nilai yang sudah umum di masyarakat. Kekuatannya, Rahmat Ali sekali lagi menunjukkan kemampuan memotret rinci yang harapannya membangun imajinasi untuk mengenali apa-apa saja wujud fisik yang acap jadi gambaran utuh suatu rasa atau sikap. Dan Rahmat Ali jeli menangkap obyek penggusuran sekolah rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Sajak Kasur (Jakarta, 6 Nopember 1980). Yang paling nikmat dalam membaca sajak-sajak Rahmat Ali adalah ceritanya. Cerita apa yang ingin ia sampaikan, karena barangkali pembaca tidak pernah menjumpai hal semacam. Ia piawai bercerita tentang kondisi yang dijumpai, ia suka bercerita tentang hal kecil dan detail, ia suka bercerita tentang kisah-kisah sederhana dari masyarakat menengah ke bawah, walau ada kalanya bercerita tentang kalangan atas walau itu sedikit sekali. Dari situ yang tampak jelas jadi salah satu ciri khas Rahmat Ali adalah ingin menggarisbenangmerahkan suatu benda dengan orang. Dalam puisinya ini ia berkesan cerita tentang bantal dengan seorang pembajak sawah, kuli penanam bibit, seperti petani kuli sawah, tapi di sini bukan di sawah pedesaan yang luas lahannya. Aneh, sajak kisahnya tentang mirip-mirip kuli tanam tapi di kota, yang notabene ladang lahannya sempit. Bisa jadi puisi kisah tukang kebun, tapi lebih terasa puisi perjumpaan Rahmat Ali di Jakarta dengan petani-petani lahan tidur atau lahan sempit yang ternyata bisa menghidupi rakyat kecil di kota, yang punya satu sahabat setia: kasur, tempatnya mencari dunia lain. Dan kasur sangat setia untuk peran itu bagi si rakyat susah sejak kelahiran entah sampai kapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Si Bikini (Jakarta, 5 Juni 2004). Puisi memang ternyata bahasa bebas. Semula lebih terikat kaidah bentuk bersajak yang artinya terikat oleh garis-garis keteraturan dalam rima, irama, tipologi, dengan banyak persamaan antara unsur-unsur baris satu dan berikut dan sebagainya yang tampak pada syair-syair, pantun, talibun, gurindam sastra lama. Tapi para pembaharu sastra lebih mengikuti aliran hati untuk membuat dan menyampaikan kesan yang diraihnya dalam suatu peristiwa, rasa, lukisan suasana dan sebagainya. Maka kalaupun tampak menjadiseperti narasi atau bercerita pun tidaklah menjadi masalah lagi. Memang kalau puisi tak punya arti yang bisa dimaknai akan menjadi kurang berarti transformasi yang diharapkan pada diri pembaca. Maka bagaimana caranya suatu kesan itu sampai, sah-sah dan bebas-bebas saja sang penyair menciptanya. Dan ini kembali dilakonkan oleh Rahmat Ali. Ia bercerita tentang rasa melihat suatu rahasia yang bertabir di balik bikini wanita. Tetap ada rasa di situ. Itulah puisi. Ia lepaskan dari tipologi baris dan bait, ia luncurkan dalam alunan kata seperti prosa yang mengalir. Ia hentikan pada suatu sentakan. Terlalu lama menunggu rahasia itu memuaskan penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Tak Lagi Mencium Rahim Bumi (Jakarta,12 Juni 2004). Pastilah Rahmat Ali kembali mengamati dengan sangat cermat lingkungan tempat ia biasa berpelancong atau menelusur lekuk-lekuk perkampungan padat yang dibelah sungai-sungai yang tak lagi layak disebut sungai kecuali layak sebagai tempat sampah raksasa. Sungai, yang dulu merupakan sumber hajat air bersih bahkan menjadi sarana kehidupan makhluk air, transportasi manusia dan sebagainya kini tak layak lagi menjadi sahabat terdekatnya. Ia telah menjadi monster yang begitu menakutkan dan siap melumat siapapun individu dan komunitas di dalamnya, tak lagi menjadi anak bumi yang ramah memberi kesegaran hidup. Di sini Rahmat Ali memainkan puisinya yang lain, secara tematik ini baik untuk dikelompokkan dalam tema-tema lingkungan, tetap dengan gayanya yang khas, dengan suatu seruan menegaskan di ujung deretan kalimat puisi yang panjang, plus tanda seru!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-4098798194792099219?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/4098798194792099219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=4098798194792099219' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/4098798194792099219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/4098798194792099219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/09/produk-bulan-oktober-2010.html' title='Bi Gayah Sambalnya Mmm...m: POTRET JELI PEMBESAR NYALI'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TM-J7Uq3aOI/AAAAAAAABTc/B99jkFy8Xgg/s72-c/kumpulan+cerpen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-9215109888224371856</id><published>2010-09-29T21:56:00.000-07:00</published><updated>2011-01-08T21:48:36.596-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Krupuk Puli'/><title type='text'>Krupuk Puli</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TKQYX3h1kjI/AAAAAAAABMM/75RjuuQehsU/s1600/IMG_7412.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TKQYX3h1kjI/AAAAAAAABMM/75RjuuQehsU/s320/IMG_7412.JPG" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krupuk Puli Enak (Produksi Ponorogo)&lt;br /&gt;1 Kg = Rp 14.000,00&lt;br /&gt;1 Bal (5 Kg) = Rp 63.000,00&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-9215109888224371856?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/9215109888224371856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=9215109888224371856' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/9215109888224371856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/9215109888224371856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/09/krupul-puli.html' title='Krupuk Puli'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TKQYX3h1kjI/AAAAAAAABMM/75RjuuQehsU/s72-c/IMG_7412.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-8511695315812152782</id><published>2010-09-29T21:17:00.000-07:00</published><updated>2010-09-29T21:28:57.548-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teh Naga'/><title type='text'>Teh Naga</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TKQPQMxhBQI/AAAAAAAABME/Nz7jDEVyweM/s1600/IMG_7437.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TKQPQMxhBQI/AAAAAAAABME/Nz7jDEVyweM/s320/IMG_7437.JPG" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Teh Wangi Cap Naga (Produksi Lawang)&lt;br /&gt;Kemasan kecil isi 10 bungkus = Rp 3.500,00&lt;br /&gt;Kemasan sedang isi 10 bungkus = Rp 7.500,00&lt;br /&gt;Kemasan besar isi 10 bungkus = Rp 11.000,00 (hadiah langsung gelas indah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-8511695315812152782?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/8511695315812152782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=8511695315812152782' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/8511695315812152782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/8511695315812152782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/09/teh-naga.html' title='Teh Naga'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TKQPQMxhBQI/AAAAAAAABME/Nz7jDEVyweM/s72-c/IMG_7437.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-6457067125918216709</id><published>2010-09-06T02:54:00.001-07:00</published><updated>2010-09-06T02:54:41.168-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rekanan'/><title type='text'>MOTOR ANTIK</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/search?updated-max=2010-09-06T02%3A11%3A00-07%3A00&amp;amp;max-results=1&amp;amp;reverse-paginate=true"&gt;Motor Antik Dijual&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/search?updated-max=2010-09-06T02%3A12%3A00-07%3A00&amp;amp;max-results=1&amp;amp;reverse-paginate=true"&gt;Motor Antik 2 Dijual&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/search?updated-max=2010-09-06T02%3A14%3A00-07%3A00&amp;amp;max-results=1&amp;amp;reverse-paginate=true"&gt;Motor Antik 3 Dijual&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/search?updated-max=2010-09-06T02%3A34%3A00-07%3A00&amp;amp;max-results=1&amp;amp;reverse-paginate=true"&gt;Motor Antik 4 Dijual&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISzyobF4GI/AAAAAAAABLM/f8Gd-4BQ1ic/s1600/IMG_3228.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISzyobF4GI/AAAAAAAABLM/f8Gd-4BQ1ic/s320/IMG_3228.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TIS0iZhrMiI/AAAAAAAABLs/DCk-Gyvt0_w/s1600/IMG_3223.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TIS0iZhrMiI/AAAAAAAABLs/DCk-Gyvt0_w/s320/IMG_3223.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISzdKnVs4I/AAAAAAAABK8/wyg8KJvSaiY/s1600/IMG_3219.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISzdKnVs4I/AAAAAAAABK8/wyg8KJvSaiY/s320/IMG_3219.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISyo28ePbI/AAAAAAAABKM/Sx8IiqPeF44/s1600/IMG_3227.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISyo28ePbI/AAAAAAAABKM/Sx8IiqPeF44/s320/IMG_3227.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-6457067125918216709?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/6457067125918216709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=6457067125918216709' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/6457067125918216709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/6457067125918216709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/09/motor-antik.html' title='MOTOR ANTIK'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISzyobF4GI/AAAAAAAABLM/f8Gd-4BQ1ic/s72-c/IMG_3228.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-3384826850613701956</id><published>2010-09-06T02:34:00.001-07:00</published><updated>2011-01-08T22:08:46.841-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produk Terakhir'/><title type='text'>Produk Bulan September 2010</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;BUKU MAJAS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOVEL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UJ5h_WFI/AAAAAAAABEo/iZZ_nvNS9VE/s1600/Bara+Asmara+dari+Bumi+Siliwangi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UJ5h_WFI/AAAAAAAABEo/iZZ_nvNS9VE/s320/Bara+Asmara+dari+Bumi+Siliwangi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/bara-asmara-dari-bumi-siliwangi.html"&gt;Bara Asmara dari Bumi Siliwangi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Suparman&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2010&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : 978-979-99159-7-0&lt;br /&gt;Harga : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/THN3zikdulI/AAAAAAAABHs/4O_IOWB0HJo/s1600/Mis+Koncoku.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/THN3zikdulI/AAAAAAAABHs/4O_IOWB0HJo/s320/Mis+Koncoku.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/mis-koncoku-sinorowedi.html"&gt;Mis, Koncoku Sinorowedi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Rahmat Ali&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2009&lt;br /&gt;Ukuran :&lt;br /&gt;Tebal :&lt;br /&gt;ISBN :&lt;br /&gt;Harga &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UWHWbfHI/AAAAAAAABEw/yAvk5gOkHvo/s1600/Pacar+Cantik+di+Kapal+Selamku.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UWHWbfHI/AAAAAAAABEw/yAvk5gOkHvo/s320/Pacar+Cantik+di+Kapal+Selamku.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/pacar-cantik-di-kapal-selamku.html"&gt;Pacar Cantik di Kapal Selamku&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Rahmat Ali&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2004&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : &lt;br /&gt;Harga : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UfWx_MfI/AAAAAAAABE4/DHMIiQFgQSw/s1600/5117_1017512217077_1803295986_36413_8158713_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UfWx_MfI/AAAAAAAABE4/DHMIiQFgQSw/s320/5117_1017512217077_1803295986_36413_8158713_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/segulung-gelombang-segunung-rindu.html"&gt;Segulung Gelombang Segunung Rindu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Rahmat Ali&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2009&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : &lt;br /&gt;Harga : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUMPULAN CERPEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2VHm_BYtI/AAAAAAAABFA/fVQzN0YO58g/s1600/Bi+Gayah+Sambalnya+Mmmm.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2VHm_BYtI/AAAAAAAABFA/fVQzN0YO58g/s320/Bi+Gayah+Sambalnya+Mmmm.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/bi-gayah-sambalnya-mmmm.html"&gt;Bi Gayah Sambalnya Mmmm...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Rahmat Ali&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2004&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : &lt;br /&gt;Harga : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2VQA7qdZI/AAAAAAAABFI/FASRYSyNI-w/s1600/Dinosaurus+Habis+Sakit+Gawat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2VQA7qdZI/AAAAAAAABFI/FASRYSyNI-w/s320/Dinosaurus+Habis+Sakit+Gawat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/dinosaurus-habis-sakit-gawat.html"&gt;Dinosaurus Habis Sakit Gawat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Rahmat Ali&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2009&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : &lt;br /&gt;Harga : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;KUMPULAN PUISI&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2WATKAJVI/AAAAAAAABFQ/Uja1V0a4VYg/s1600/Jawaban+Kekacauan.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2WATKAJVI/AAAAAAAABFQ/Uja1V0a4VYg/s320/Jawaban+Kekacauan.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="widget-content"&gt;&lt;h class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/jawaban-kekacauan.html"&gt;Jawaban Kekacauan&lt;/a&gt;&lt;/h&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Yonathan Rahardjo&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2004&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : &lt;br /&gt;Harga : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2WFrodfvI/AAAAAAAABFY/DSCFTf7F4Tk/s1600/kedaulatan+pangan2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2WFrodfvI/AAAAAAAABFY/DSCFTf7F4Tk/s320/kedaulatan+pangan2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="widget-content"&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/kumpulan-sajak-kedaulatan-pangan.html"&gt;Kedaulatan Pangan&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Penulis: Yonathan Rahardjo&lt;br /&gt;Cetakan : I, Juni 2009&lt;br /&gt;Ukuran : 12,5 x 20 cm&lt;br /&gt;Tebal : 100 halaman&lt;br /&gt;ISBN : &lt;br /&gt;Harga : Rp. 30.000,- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PRODUK REKANAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left" class="separator" style="border: medium none; clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/THNQwbEQRkI/AAAAAAAABHM/irTtUCWV7Z0/s1600/Lanang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ox="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/THNQwbEQRkI/AAAAAAAABHM/irTtUCWV7Z0/s320/Lanang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/l-n-n-g-judul-lanang-penulis-yonathan.html"&gt;Novel: Lanang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penerbit: Pustaka Alvabet&lt;br /&gt;Penulis: Yonathan Rahardjo&lt;br /&gt;Cetakan : I, Mei 2008&lt;br /&gt;Ukuran : 12,5 x 20 cm&lt;br /&gt;Tebal : 440 halaman&lt;br /&gt;ISBN : 978-979-3064-59-8&lt;br /&gt;Harga : Rp. 55.000,- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAJALAH&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD1eEIa4SpI/AAAAAAAABEI/Vhk6bGJbBJI/s1600/Infovet.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD1eEIa4SpI/AAAAAAAABEI/Vhk6bGJbBJI/s320/Infovet.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/infovet.html"&gt;Majalah: Infovet&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;(Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan) &lt;br /&gt;Penerbit: PT Gallus Indonesia &lt;br /&gt;Harga Langganan: &lt;br /&gt;Setahun 12 edisi Rp 200.000&lt;br /&gt;1/2 tahun 6 edisi Rp 100.000 &lt;br /&gt;(sudah termasuk ongkos kirim) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUDANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TEMbkT6OuFI/AAAAAAAABF4/MgxlPDEwVdE/s1600/IMG_6135+web.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TEMbkT6OuFI/AAAAAAAABF4/MgxlPDEwVdE/s320/IMG_6135+web.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/dijual-gudang.html"&gt;Gudang&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;Luas tanah: 19,60 m x 11,85 m&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;Luas bangunan: 18,8 m x 11,8 m&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;Lokasi strategis&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;TEPI JALAN RAYA SURABAYA-JAKARTA&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;Jalan Raya Plaosan 55 Babat, Lamongan, Jawa Timur&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;Hubungi:&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;0322 454455&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;081331673888&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="border: medium none; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TEMbRSZvq4I/AAAAAAAABFw/Qbv47SnL95g/s1600/IMG_6137+web.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TEMbRSZvq4I/AAAAAAAABFw/Qbv47SnL95g/s320/IMG_6137+web.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tanah%20pekarangan/"&gt;Tanah Pekarangan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Luas tanah:&lt;br /&gt;19,25 m x 41,80 m&lt;br /&gt;LOKASI DEKAT JALAN RAYA SURABAYA-JAKARTA &lt;br /&gt;Alamat:&lt;br /&gt;Jalan Sidorejo, Desa Plaosan&lt;br /&gt;Kecamatan Babat&lt;br /&gt;Kabupaten Lamongan, Jawa Timur&lt;br /&gt;Hubungi:&lt;br /&gt;0322 454455&lt;br /&gt;081331673888&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MOTOR ANTIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/search?updated-max=2010-09-06T02%3A11%3A00-07%3A00&amp;amp;max-results=1&amp;amp;reverse-paginate=true"&gt;Motor Antik Dijual&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/search?updated-max=2010-09-06T02%3A12%3A00-07%3A00&amp;amp;max-results=1&amp;amp;reverse-paginate=true"&gt;Motor Antik 2 Dijual&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/search?updated-max=2010-09-06T02%3A14%3A00-07%3A00&amp;amp;max-results=1&amp;amp;reverse-paginate=true"&gt;Motor Antik 3 Dijual&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/search?updated-max=2010-09-06T02%3A34%3A00-07%3A00&amp;amp;max-results=1&amp;amp;reverse-paginate=true"&gt;Motor Antik 4 Dijual&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISzyobF4GI/AAAAAAAABLM/f8Gd-4BQ1ic/s1600/IMG_3228.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISzyobF4GI/AAAAAAAABLM/f8Gd-4BQ1ic/s320/IMG_3228.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TIS0iZhrMiI/AAAAAAAABLs/DCk-Gyvt0_w/s1600/IMG_3223.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TIS0iZhrMiI/AAAAAAAABLs/DCk-Gyvt0_w/s320/IMG_3223.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISzdKnVs4I/AAAAAAAABK8/wyg8KJvSaiY/s1600/IMG_3219.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISzdKnVs4I/AAAAAAAABK8/wyg8KJvSaiY/s320/IMG_3219.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISyo28ePbI/AAAAAAAABKM/Sx8IiqPeF44/s1600/IMG_3227.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISyo28ePbI/AAAAAAAABKM/Sx8IiqPeF44/s320/IMG_3227.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-3384826850613701956?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/3384826850613701956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=3384826850613701956' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/3384826850613701956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/3384826850613701956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/09/buku-majas-novel-bara-asmara-dari-bumi.html' title='Produk Bulan September 2010'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UJ5h_WFI/AAAAAAAABEo/iZZ_nvNS9VE/s72-c/Bara+Asmara+dari+Bumi+Siliwangi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-4413280060136757641</id><published>2010-09-06T02:14:00.000-07:00</published><updated>2010-09-06T02:25:14.672-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rekanan'/><title type='text'>Motor Antik 4 Dijual</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISw3LFxd0I/AAAAAAAABJ0/SSxPXOb0ygg/s1600/IMG_3225.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISw3LFxd0I/AAAAAAAABJ0/SSxPXOb0ygg/s320/IMG_3225.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISzX2w7pgI/AAAAAAAABK0/1bL7E5Ozw-8/s1600/IMG_3218.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISzX2w7pgI/AAAAAAAABK0/1bL7E5Ozw-8/s320/IMG_3218.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISzdKnVs4I/AAAAAAAABK8/wyg8KJvSaiY/s1600/IMG_3219.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISzdKnVs4I/AAAAAAAABK8/wyg8KJvSaiY/s320/IMG_3219.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-4413280060136757641?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/4413280060136757641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=4413280060136757641' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/4413280060136757641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/4413280060136757641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/09/motor-antik-4-dijual.html' title='Motor Antik 4 Dijual'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISw3LFxd0I/AAAAAAAABJ0/SSxPXOb0ygg/s72-c/IMG_3225.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-5771470842264924932</id><published>2010-09-06T02:12:00.001-07:00</published><updated>2010-09-06T02:27:05.650-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rekanan'/><title type='text'>Motor Antik 3 Dijual</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISwg9rUjNI/AAAAAAAABJc/-Cf4VvKgixs/s1600/IMG_3217.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISwg9rUjNI/AAAAAAAABJc/-Cf4VvKgixs/s320/IMG_3217.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISzr6aI-LI/AAAAAAAABLE/CVv_MbjDtG0/s1600/IMG_3216.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISzr6aI-LI/AAAAAAAABLE/CVv_MbjDtG0/s320/IMG_3216.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISzyobF4GI/AAAAAAAABLM/f8Gd-4BQ1ic/s1600/IMG_3228.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISzyobF4GI/AAAAAAAABLM/f8Gd-4BQ1ic/s320/IMG_3228.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISz3frBU3I/AAAAAAAABLU/gs-G4Yn2hv4/s1600/IMG_3229.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISz3frBU3I/AAAAAAAABLU/gs-G4Yn2hv4/s320/IMG_3229.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-5771470842264924932?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/5771470842264924932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=5771470842264924932' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/5771470842264924932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/5771470842264924932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/09/motor-antik-3-dijual.html' title='Motor Antik 3 Dijual'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISwg9rUjNI/AAAAAAAABJc/-Cf4VvKgixs/s72-c/IMG_3217.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-537608159421718284</id><published>2010-09-06T02:11:00.000-07:00</published><updated>2010-09-06T02:29:52.360-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rekanan'/><title type='text'>Motor Antik 2 Dijual</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISwGnsNm8I/AAAAAAAABJM/Hu7j0E1AjbU/s1600/IMG_3215.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISwGnsNm8I/AAAAAAAABJM/Hu7j0E1AjbU/s320/IMG_3215.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TIS0XT0i-rI/AAAAAAAABLc/UJwhLzvuSSo/s1600/IMG_3224.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TIS0XT0i-rI/AAAAAAAABLc/UJwhLzvuSSo/s320/IMG_3224.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TIS0coXBOLI/AAAAAAAABLk/OQhfwIkN398/s1600/IMG_3222.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TIS0coXBOLI/AAAAAAAABLk/OQhfwIkN398/s320/IMG_3222.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TIS0iZhrMiI/AAAAAAAABLs/DCk-Gyvt0_w/s1600/IMG_3223.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TIS0iZhrMiI/AAAAAAAABLs/DCk-Gyvt0_w/s320/IMG_3223.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-537608159421718284?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/537608159421718284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=537608159421718284' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/537608159421718284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/537608159421718284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/09/motor-antik-2-dijual.html' title='Motor Antik 2 Dijual'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISwGnsNm8I/AAAAAAAABJM/Hu7j0E1AjbU/s72-c/IMG_3215.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-6254119358950284039</id><published>2010-09-06T02:09:00.000-07:00</published><updated>2010-09-06T02:23:38.531-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rekanan'/><title type='text'>Motor Antik Dijual</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISvlWt8uFI/AAAAAAAABIs/fSZsCG7G5R0/s1600/IMG_3234.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISvlWt8uFI/AAAAAAAABIs/fSZsCG7G5R0/s320/IMG_3234.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISycK-iouI/AAAAAAAABJ8/45h8PPM3erY/s1600/IMG_3214.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISycK-iouI/AAAAAAAABJ8/45h8PPM3erY/s320/IMG_3214.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISyje5QslI/AAAAAAAABKE/ZFy53qru9I4/s1600/IMG_3226.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISyje5QslI/AAAAAAAABKE/ZFy53qru9I4/s320/IMG_3226.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISyo28ePbI/AAAAAAAABKM/Sx8IiqPeF44/s1600/IMG_3227.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISyo28ePbI/AAAAAAAABKM/Sx8IiqPeF44/s320/IMG_3227.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISyu5Rx1wI/AAAAAAAABKU/l3xUKJAjCSA/s1600/IMG_3230.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISyu5Rx1wI/AAAAAAAABKU/l3xUKJAjCSA/s320/IMG_3230.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISy1WKt3VI/AAAAAAAABKc/nHof3q-JvYw/s1600/IMG_3231.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISy1WKt3VI/AAAAAAAABKc/nHof3q-JvYw/s320/IMG_3231.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISy_AuyD9I/AAAAAAAABKk/jwO1BKSD6eM/s1600/IMG_3232.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISy_AuyD9I/AAAAAAAABKk/jwO1BKSD6eM/s320/IMG_3232.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISzDmvAP3I/AAAAAAAABKs/eBUtuop7qkk/s1600/IMG_3233.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISzDmvAP3I/AAAAAAAABKs/eBUtuop7qkk/s320/IMG_3233.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-6254119358950284039?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/6254119358950284039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=6254119358950284039' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/6254119358950284039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/6254119358950284039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/09/motor-antik-dijual.html' title='Motor Antik Dijual'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TISvlWt8uFI/AAAAAAAABIs/fSZsCG7G5R0/s72-c/IMG_3234.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-2101709764691860060</id><published>2010-08-23T21:14:00.000-07:00</published><updated>2011-01-08T22:09:11.675-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produk Terakhir'/><title type='text'>Produk Bulan Agustus 2010</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;BUKU MAJAS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOVEL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UJ5h_WFI/AAAAAAAABEo/iZZ_nvNS9VE/s1600/Bara+Asmara+dari+Bumi+Siliwangi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UJ5h_WFI/AAAAAAAABEo/iZZ_nvNS9VE/s320/Bara+Asmara+dari+Bumi+Siliwangi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/bara-asmara-dari-bumi-siliwangi.html"&gt;Bara Asmara dari Bumi Siliwangi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Suparman&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2010&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : 978-979-99159-7-0&lt;br /&gt;Harga : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/THN3zikdulI/AAAAAAAABHs/4O_IOWB0HJo/s1600/Mis+Koncoku.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/THN3zikdulI/AAAAAAAABHs/4O_IOWB0HJo/s320/Mis+Koncoku.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/mis-koncoku-sinorowedi.html"&gt;Mis, Koncoku Sinorowedi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Rahmat Ali&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2009&lt;br /&gt;Ukuran :&lt;br /&gt;Tebal :&lt;br /&gt;ISBN :&lt;br /&gt;Harga &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UWHWbfHI/AAAAAAAABEw/yAvk5gOkHvo/s1600/Pacar+Cantik+di+Kapal+Selamku.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UWHWbfHI/AAAAAAAABEw/yAvk5gOkHvo/s320/Pacar+Cantik+di+Kapal+Selamku.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/pacar-cantik-di-kapal-selamku.html"&gt;Pacar Cantik di Kapal Selamku&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Rahmat Ali&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2004&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : &lt;br /&gt;Harga : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UfWx_MfI/AAAAAAAABE4/DHMIiQFgQSw/s1600/5117_1017512217077_1803295986_36413_8158713_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UfWx_MfI/AAAAAAAABE4/DHMIiQFgQSw/s320/5117_1017512217077_1803295986_36413_8158713_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/segulung-gelombang-segunung-rindu.html"&gt;Segulung Gelombang Segunung Rindu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Rahmat Ali&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2009&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : &lt;br /&gt;Harga : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUMPULAN CERPEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2VHm_BYtI/AAAAAAAABFA/fVQzN0YO58g/s1600/Bi+Gayah+Sambalnya+Mmmm.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2VHm_BYtI/AAAAAAAABFA/fVQzN0YO58g/s320/Bi+Gayah+Sambalnya+Mmmm.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/bi-gayah-sambalnya-mmmm.html"&gt;Bi Gayah Sambalnya Mmmm...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Rahmat Ali&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2004&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : &lt;br /&gt;Harga : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2VQA7qdZI/AAAAAAAABFI/FASRYSyNI-w/s1600/Dinosaurus+Habis+Sakit+Gawat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2VQA7qdZI/AAAAAAAABFI/FASRYSyNI-w/s320/Dinosaurus+Habis+Sakit+Gawat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/dinosaurus-habis-sakit-gawat.html"&gt;Dinosaurus Habis Sakit Gawat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Rahmat Ali&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2009&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : &lt;br /&gt;Harga : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;KUMPULAN PUISI&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2WATKAJVI/AAAAAAAABFQ/Uja1V0a4VYg/s1600/Jawaban+Kekacauan.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2WATKAJVI/AAAAAAAABFQ/Uja1V0a4VYg/s320/Jawaban+Kekacauan.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="widget-content"&gt;&lt;h class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/jawaban-kekacauan.html"&gt;Jawaban Kekacauan&lt;/a&gt;&lt;/h&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Yonathan Rahardjo&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2004&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : &lt;br /&gt;Harga : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2WFrodfvI/AAAAAAAABFY/DSCFTf7F4Tk/s1600/kedaulatan+pangan2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2WFrodfvI/AAAAAAAABFY/DSCFTf7F4Tk/s320/kedaulatan+pangan2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="widget-content"&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/kumpulan-sajak-kedaulatan-pangan.html"&gt;Kedaulatan Pangan&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Penulis: Yonathan Rahardjo&lt;br /&gt;Cetakan : I, Juni 2009&lt;br /&gt;Ukuran : 12,5 x 20 cm&lt;br /&gt;Tebal : 100 halaman&lt;br /&gt;ISBN : &lt;br /&gt;Harga : Rp. 30.000,- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PRODUK REKANAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left" class="separator" style="border: medium none; clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/THNQwbEQRkI/AAAAAAAABHM/irTtUCWV7Z0/s1600/Lanang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ox="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/THNQwbEQRkI/AAAAAAAABHM/irTtUCWV7Z0/s320/Lanang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/l-n-n-g-judul-lanang-penulis-yonathan.html"&gt;Novel: Lanang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penerbit: Pustaka Alvabet&lt;br /&gt;Penulis: Yonathan Rahardjo&lt;br /&gt;Cetakan : I, Mei 2008&lt;br /&gt;Ukuran : 12,5 x 20 cm&lt;br /&gt;Tebal : 440 halaman&lt;br /&gt;ISBN : 978-979-3064-59-8&lt;br /&gt;Harga : Rp. 55.000,- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAJALAH&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD1eEIa4SpI/AAAAAAAABEI/Vhk6bGJbBJI/s1600/Infovet.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD1eEIa4SpI/AAAAAAAABEI/Vhk6bGJbBJI/s320/Infovet.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/infovet.html"&gt;Majalah: Infovet&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;(Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan) &lt;br /&gt;Penerbit: PT Gallus Indonesia &lt;br /&gt;Harga Langganan: &lt;br /&gt;Setahun 12 edisi Rp 200.000&lt;br /&gt;1/2 tahun 6 edisi Rp 100.000 &lt;br /&gt;(sudah termasuk ongkos kirim) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUDANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TEMbkT6OuFI/AAAAAAAABF4/MgxlPDEwVdE/s1600/IMG_6135+web.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TEMbkT6OuFI/AAAAAAAABF4/MgxlPDEwVdE/s320/IMG_6135+web.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/dijual-gudang.html"&gt;Gudang&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;Luas tanah: 19,60 m x 11,85 m&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;Luas bangunan: 18,8 m x 11,8 m&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;Lokasi strategis&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;TEPI JALAN RAYA SURABAYA-JAKARTA&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;Jalan Raya Plaosan 55 Babat, Lamongan, Jawa Timur&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;Hubungi:&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;0322 454455&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;081331673888&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="border: medium none; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TEMbRSZvq4I/AAAAAAAABFw/Qbv47SnL95g/s1600/IMG_6137+web.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TEMbRSZvq4I/AAAAAAAABFw/Qbv47SnL95g/s320/IMG_6137+web.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border: medium none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tanah%20pekarangan/"&gt;Tanah Pekarangan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Luas tanah:&lt;br /&gt;19,25 m x 41,80 m&lt;br /&gt;LOKASI DEKAT JALAN RAYA SURABAYA-JAKARTA &lt;br /&gt;Alamat:&lt;br /&gt;Jalan Sidorejo, Desa Plaosan&lt;br /&gt;Kecamatan Babat&lt;br /&gt;Kabupaten Lamongan, Jawa Timur&lt;br /&gt;Hubungi:&lt;br /&gt;0322 454455&lt;br /&gt;081331673888&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-2101709764691860060?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/2101709764691860060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=2101709764691860060' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/2101709764691860060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/2101709764691860060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/08/produk-terbaru.html' title='Produk Bulan Agustus 2010'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UJ5h_WFI/AAAAAAAABEo/iZZ_nvNS9VE/s72-c/Bara+Asmara+dari+Bumi+Siliwangi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-7489782306015160209</id><published>2010-08-23T19:54:00.000-07:00</published><updated>2010-09-25T00:59:19.511-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jaringan'/><title type='text'>Jaringan</title><content type='html'>Twitter @&lt;a href="http://twitter.com/addthis" hreflang="en" title="addthis"&gt;addthis&lt;/a&gt; @&lt;a href="http://twitter.com/UberTwiter" hreflang="en" title="UberTwiter"&gt;UberTwiter&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;AKTING&lt;/b&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="https://twitter.com/masbutet" rel="nofollow"&gt;masbutet&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="https://twitter.com/maspongh" rel="nofollow"&gt;maspongh&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;ARSITEKTUR &lt;/b&gt;@&lt;a class="tweet-url username" href="https://twitter.com/mkusumawijaya" rel="nofollow"&gt;mkusumawijaya&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;BUKU &lt;/b&gt;@&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/elexmedia"&gt;elexmedia&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/GagasMedia" rel="nofollow"&gt;GagasMedia&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/gramedia"&gt;gramedia&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/MahdaBooks" rel="nofollow"&gt;MahdaBooks&lt;/a&gt; @&lt;a href="http://twitter.com/penerbitkpg" hreflang="en" title="penerbitkpg"&gt;penerbitkpg&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/penerbitnalar" rel="nofollow"&gt;penerbitnalar&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;CERPEN &lt;/b&gt;@&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/agus_noor" rel="nofollow"&gt;agus_noor&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/anamustamin" rel="nofollow"&gt;anamustamin&lt;/a&gt; @&lt;a href="http://twitter.com/PakBondan" hreflang="en" title="PakBondan"&gt;PakBondan&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/fajar_arcana" rel="nofollow"&gt;fajar_arcana&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/haspahani" rel="nofollow"&gt;haspahani&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/susiivvaty" rel="nofollow"&gt;susiivvaty&lt;/a&gt; @&lt;a href="https://twitter.com/ucu_agustin" hreflang="en" title="ucu_agustin"&gt;ucu_agustin&lt;/a&gt; @&lt;a href="https://twitter.com/melviyendra" hreflang="en" title="melviyendra"&gt;melviyendra&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;DESAIN &lt;/b&gt;@&lt;a href="https://twitter.com/cecilmariani" hreflang="en" title="cecilmariani"&gt;cecilmariani&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;EKONOMI&lt;/b&gt; @&lt;a href="http://twitter.com/boediono" hreflang="en" title="boediono"&gt;boediono&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;ESAI&lt;/b&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/gm_gm" rel="nofollow"&gt;gm_gm&lt;/a&gt; @&lt;a href="https://twitter.com/GunturRomli"&gt;GunturRomli&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/hermawank"&gt;hermawank&lt;/a&gt; @&lt;a href="https://twitter.com/leilaschudori" hreflang="en" title="leilaschudori’s tweets are protected."&gt;leilaschudori&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/wimar"&gt;wimar&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/Richard0h" rel="nofollow"&gt;Richard0h&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/thhadad" rel="nofollow"&gt;thhadad&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="https://twitter.com/tommyfawuy" rel="nofollow"&gt;tommyfawuy&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="https://twitter.com/ulil" rel="nofollow"&gt;ulil&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FILM&lt;/b&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="https://twitter.com/Hanungbramantyo" rel="nofollow"&gt;Hanungbramantyo&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="https://twitter.com/jokoanwar" rel="nofollow"&gt;jokoanwar&lt;/a&gt; @&lt;a href="https://twitter.com/MirLes" hreflang="en" title="MirLes"&gt;MirLes&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;GEMPA &lt;/b&gt;@&lt;a href="http://twitter.com/infogempabmg" hreflang="en" title="infogempabmg"&gt;infogempabmg&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;HUKUM &lt;/b&gt;@&lt;a href="http://twitter.com/TodungLubis" hreflang="en" title="TodungLubis"&gt;TodungLubis&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;KORAN &lt;/b&gt;@&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/kompasdotcom"&gt;kompasdotcom&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/korantempo"&gt;korantempo&lt;/a&gt;@&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/temponewsroom"&gt;temponewsroom&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;LOMBA&lt;/b&gt; @&lt;a href="http://twitter.com/lombaapasaja"&gt;lombaapasaja&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;MAJALAH&lt;/b&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/Ayahbunda" rel="nofollow"&gt;Ayahbunda&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/citacintamagz" rel="nofollow"&gt;citacintamagz&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url screen-name" href="https://twitter.com/FeminaMagazine"&gt;FeminaMagazine&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/GADISmagz" rel="nofollow"&gt;GADISmagz&lt;/a&gt; @&lt;a href="http://twitter.com/ngindonesia"&gt;ngindonesia&lt;/a&gt; @&lt;a href="http://twitter.com/TIME" hreflang="en" title="TIME"&gt;TIME&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MUSIK&lt;/b&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/AdrieSubono" rel="nofollow"&gt;AdrieSubono&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/armandmaulana" rel="nofollow"&gt;armandmaulana&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/Ari_lasso" rel="nofollow"&gt;Ari_lasso&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/dewabudjana" rel="nofollow"&gt;dewabudjana&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/iwanfals" rel="nofollow"&gt;iwanfals&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/piyupadi" rel="nofollow"&gt;piyupadi&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;NOVEL &lt;/b&gt;@&lt;a class="tweet-url username" href="https://twitter.com/AndreiAksana" rel="nofollow"&gt;AndreiAksana&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/akmal_n_basral" rel="nofollow"&gt;akmal_n_basral&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/clara_ng" rel="nofollow"&gt;clara_ng&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/deelestari" rel="nofollow"&gt;deelestari&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/FiraBasuki" rel="nofollow"&gt;FiraBasuki&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/djenarmaesaayu" rel="nofollow"&gt;djenarmaesaayu&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/ekakurniawan" rel="nofollow"&gt;ekakurniawan&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/leinadardneham" rel="nofollow"&gt;leinadardneham&lt;/a&gt; @&lt;a href="https://twitter.com/mangjamal" hreflang="en" title="mangjamal"&gt;mangjamal&lt;/a&gt; @&lt;a href="http://twitter.com/paulocoelho" hreflang="en" title="paulocoelho"&gt;paulocoelho&lt;/a&gt; @&lt;a href="http://twitter.com/pramquotes"&gt;pramquotes &lt;/a&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;@&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/radityadika" rel="nofollow"&gt;radityadika&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/ratihkumala" rel="nofollow"&gt;ratihkumala&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/yonathanraharjo" rel="nofollow"&gt;yonathanraharjo&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;PESAWAT&lt;/b&gt; @&lt;a href="http://twitter.com/IndonesiaGaruda" hreflang="en" title="IndonesiaGaruda"&gt;IndonesiaGaruda&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;POLITIK&lt;/b&gt; @&lt;a href="http://twitter.com/akbar_hanura" hreflang="en" title="akbar_hanura"&gt;akbar_hanura&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/anasurbaningrum" rel="nofollow"&gt;anasurbaningrum&lt;/a&gt; @&lt;a href="http://twitter.com/BarrackObama" hreflang="en" title="BarrackObama"&gt;BarrackObama&lt;/a&gt; @&lt;a href="http://twitter.com/dennyindrayana" hreflang="en" title="dennyindrayana"&gt;dennyindrayana&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="https://twitter.com/EepSFatah" rel="nofollow"&gt;EepSFatah&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/fadjroel" rel="nofollow"&gt;fadjroel&lt;/a&gt; @&lt;a href="https://twitter.com/ganjarpranowo" hreflang="en" title="ganjarpranowo"&gt;ganjarpranowo&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/hattarajasa" rel="nofollow"&gt;hattarajasa&lt;/a&gt; @&lt;a href="http://twitter.com/komar_hidayat" hreflang="en" title="komar_hidayat"&gt;komar_hidayat&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/tifsembiring" rel="nofollow"&gt;tifsembiring&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/wanda_hamidah" rel="nofollow"&gt;wanda_hamidah&lt;/a&gt; @&lt;a href="http://twitter.com/quraishshihab" hreflang="en" title="quraishshihab"&gt;quraishshihab&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;PRESENTER&lt;/b&gt; @&lt;a href="https://twitter.com/LuuNNyy" hreflang="en" title="LuuNNyy"&gt;LuuNNyy&lt;/a&gt; @&lt;a href="https://twitter.com/NajwaShihab" hreflang="en" title="NajwaShihab"&gt;NajwaShihab&lt;/a&gt; @&lt;a href="http://twitter.com/unizl" hreflang="en" jquery1105093584093="65" title="uni lubis"&gt;unizl&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;PSIKOLOGI &lt;/b&gt;@&lt;a href="http://twitter.com/BagusTakwin" hreflang="en" title="BagusTakwin"&gt;BagusTakwin&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;PUISI&lt;/b&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/aanmansyur" rel="nofollow"&gt;aanmansyur&lt;/a&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/Si_Srengenge" rel="nofollow"&gt;Si_Srengenge&lt;/a&gt; @&lt;a href="http://twitter.com/SutardjiBachri" hreflang="en" title="SutardjiBachri"&gt;SutardjiBachri&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;RESENSI BUKU&lt;/b&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="https://twitter.com/htanzil" rel="nofollow"&gt;htanzil&lt;/a&gt; @&lt;a href="http://twitter.com/pan_fppk"&gt;pan_fppk&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SDM &lt;/b&gt;@&lt;a href="http://twitter.com/Rhenald_Kasali" hreflang="en" title="Rhenald_Kasali"&gt;Rhenald_Kasali&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;TABLOID&lt;/b&gt; @&lt;a class="tweet-url username" href="http://twitter.com/Tabloidnova" rel="nofollow"&gt;Tabloidnova&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;TV&lt;/b&gt; @&lt;a class="tweet-url screen-name" href="http://twitter.com/Metro_TV"&gt;Metro_TV&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-7489782306015160209?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/7489782306015160209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=7489782306015160209' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/7489782306015160209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/7489782306015160209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/08/jaringan.html' title='Jaringan'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-8647566414611729721</id><published>2010-07-18T08:25:00.000-07:00</published><updated>2010-07-21T16:51:16.936-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rekanan'/><title type='text'>Dijual TANAH PEKARANGAN</title><content type='html'>Luas tanah:&lt;br /&gt;19,25 m x 41,80 m&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOKASI DEKAT JALAN RAYA SURABAYA-JAKARTA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat:&lt;br /&gt;Jalan Sidorejo, Desa Plaosan&lt;br /&gt;Kecamatan Babat&lt;br /&gt;Kabupaten Lamongan, Jawa Timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungi:&lt;br /&gt;0322 454455&lt;br /&gt;081331673888&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-8647566414611729721?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/8647566414611729721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=8647566414611729721' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/8647566414611729721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/8647566414611729721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/07/dijual-tanah-pekarangan.html' title='Dijual TANAH PEKARANGAN'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-4276659098655357317</id><published>2010-07-18T08:21:00.000-07:00</published><updated>2010-12-22T05:01:48.767-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rekanan'/><title type='text'>Dijual GUDANG (SUDAH LAKU 2010)</title><content type='html'>Luas tanah: 19,60 m x 11,85 m&lt;br /&gt;Luas bangunan: 18,8 m x 11,8 m&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi strategis&lt;br /&gt;TEPI JALAN RAYA SURABAYA-JAKARTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Raya Plaosan 55 Babat, Lamongan, Jawa Timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungi:&lt;br /&gt;0322 454455&lt;br /&gt;081331673888&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TEMbkT6OuFI/AAAAAAAABF4/MgxlPDEwVdE/s1600/IMG_6135+web.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TEMbkT6OuFI/AAAAAAAABF4/MgxlPDEwVdE/s320/IMG_6135+web.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TEMbRSZvq4I/AAAAAAAABFw/Qbv47SnL95g/s1600/IMG_6137+web.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TEMbRSZvq4I/AAAAAAAABFw/Qbv47SnL95g/s320/IMG_6137+web.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-4276659098655357317?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/4276659098655357317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=4276659098655357317' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/4276659098655357317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/4276659098655357317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/07/dijual-gudang.html' title='Dijual GUDANG (SUDAH LAKU 2010)'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TEMbkT6OuFI/AAAAAAAABF4/MgxlPDEwVdE/s72-c/IMG_6135+web.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-6245205925487765089</id><published>2010-07-14T06:20:00.000-07:00</published><updated>2011-04-12T09:47:29.574-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kontak'/><title type='text'>Kontak</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;b&gt;Penerbit MAJAS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bermakna dan Jelas, Maju Jalan Semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Website: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/"&gt;http://www.penerbitmajas.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Email: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:penerbitmajas@yahoo.com"&gt;penerbitmajas@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Alamat:&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Penerbit Majas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;d/a Toko Dewi Sri&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Jl. Raya Plaosan 61 Babat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Lamongan 62271&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Telepon: &lt;/b&gt;0322 457383, &lt;/span&gt;0815   9306584, &lt;span style="font-size: 100%;"&gt;085852985854&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-6245205925487765089?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/6245205925487765089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=6245205925487765089' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/6245205925487765089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/6245205925487765089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/07/kontak.html' title='Kontak'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-7133816230794202726</id><published>2010-07-14T03:49:00.000-07:00</published><updated>2010-07-15T15:33:54.211-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Puisi'/><title type='text'>Kumpulan Puisi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2WATKAJVI/AAAAAAAABFQ/Uja1V0a4VYg/s1600/Jawaban+Kekacauan.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2WATKAJVI/AAAAAAAABFQ/Uja1V0a4VYg/s320/Jawaban+Kekacauan.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="widget-content"&gt;&lt;h class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/jawaban-kekacauan.html"&gt;Jawaban Kekacauan&lt;/a&gt;&lt;/h&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="widget-content"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="widget-content"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="widget-content"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="widget-content"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="widget-content"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="widget-content"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2WFrodfvI/AAAAAAAABFY/DSCFTf7F4Tk/s1600/kedaulatan+pangan2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2WFrodfvI/AAAAAAAABFY/DSCFTf7F4Tk/s320/kedaulatan+pangan2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="widget-content"&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/kumpulan-sajak-kedaulatan-pangan.html"&gt;Kedaulatan Pangan&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-7133816230794202726?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/7133816230794202726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=7133816230794202726' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/7133816230794202726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/7133816230794202726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/07/kumpulan-puisi.html' title='Kumpulan Puisi'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2WATKAJVI/AAAAAAAABFQ/Uja1V0a4VYg/s72-c/Jawaban+Kekacauan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-2374072447145522648</id><published>2010-07-14T03:45:00.000-07:00</published><updated>2010-08-24T01:28:56.306-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Cerpen'/><title type='text'>Kumpulan Cerpen</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2VHm_BYtI/AAAAAAAABFA/fVQzN0YO58g/s1600/Bi+Gayah+Sambalnya+Mmmm.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2VHm_BYtI/AAAAAAAABFA/fVQzN0YO58g/s320/Bi+Gayah+Sambalnya+Mmmm.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/bi-gayah-sambalnya-mmmm.html"&gt;Bi Gayah Sambalnya Mmmm...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Rahmat Ali&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2004&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : &lt;br /&gt;Harga : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2VQA7qdZI/AAAAAAAABFI/FASRYSyNI-w/s1600/Dinosaurus+Habis+Sakit+Gawat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2VQA7qdZI/AAAAAAAABFI/FASRYSyNI-w/s320/Dinosaurus+Habis+Sakit+Gawat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/dinosaurus-habis-sakit-gawat.html"&gt;Dinosaurus Habis Sakit Gawat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Rahmat Ali&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2009&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : &lt;br /&gt;Harga :&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-2374072447145522648?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/2374072447145522648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=2374072447145522648' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/2374072447145522648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/2374072447145522648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/07/kumpulan-cerpen.html' title='Kumpulan Cerpen'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2VHm_BYtI/AAAAAAAABFA/fVQzN0YO58g/s72-c/Bi+Gayah+Sambalnya+Mmmm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-967728172023767143</id><published>2010-07-14T03:42:00.000-07:00</published><updated>2010-08-24T04:21:40.515-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><title type='text'>Novel</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UJ5h_WFI/AAAAAAAABEo/iZZ_nvNS9VE/s1600/Bara+Asmara+dari+Bumi+Siliwangi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UJ5h_WFI/AAAAAAAABEo/iZZ_nvNS9VE/s320/Bara+Asmara+dari+Bumi+Siliwangi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/bara-asmara-dari-bumi-siliwangi.html"&gt;Bara Asmara dari Bumi Siliwangi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Suparman&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2010&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : 978-979-99159-7-0&lt;br /&gt;Harga : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/THN3zikdulI/AAAAAAAABHs/4O_IOWB0HJo/s1600/Mis+Koncoku.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/THN3zikdulI/AAAAAAAABHs/4O_IOWB0HJo/s320/Mis+Koncoku.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/mis-koncoku-sinorowedi.html"&gt;Mis, Koncoku Sinorowedi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Rahmat Ali&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2009&lt;br /&gt;Ukuran :&lt;br /&gt;Tebal :&lt;br /&gt;ISBN :&lt;br /&gt;Harga &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UWHWbfHI/AAAAAAAABEw/yAvk5gOkHvo/s1600/Pacar+Cantik+di+Kapal+Selamku.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UWHWbfHI/AAAAAAAABEw/yAvk5gOkHvo/s320/Pacar+Cantik+di+Kapal+Selamku.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/pacar-cantik-di-kapal-selamku.html"&gt;Pacar Cantik di Kapal Selamku&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Rahmat Ali&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2004&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : &lt;br /&gt;Harga : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UfWx_MfI/AAAAAAAABE4/DHMIiQFgQSw/s1600/5117_1017512217077_1803295986_36413_8158713_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UfWx_MfI/AAAAAAAABE4/DHMIiQFgQSw/s320/5117_1017512217077_1803295986_36413_8158713_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/segulung-gelombang-segunung-rindu.html"&gt;Segulung Gelombang Segunung Rindu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Rahmat Ali&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2009&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : &lt;br /&gt;Harga :&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-967728172023767143?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/967728172023767143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=967728172023767143' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/967728172023767143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/967728172023767143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/07/novel.html' title='Novel'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UJ5h_WFI/AAAAAAAABEo/iZZ_nvNS9VE/s72-c/Bara+Asmara+dari+Bumi+Siliwangi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-5781018057148238009</id><published>2010-07-14T03:19:00.003-07:00</published><updated>2010-08-24T01:23:27.379-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku Majas'/><title type='text'>Jawaban Kekacauan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2WATKAJVI/AAAAAAAABFQ/Uja1V0a4VYg/s1600/Jawaban+Kekacauan.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2WATKAJVI/AAAAAAAABFQ/Uja1V0a4VYg/s320/Jawaban+Kekacauan.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="widget-content"&gt;&lt;h class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/jawaban-kekacauan.html"&gt;Jawaban Kekacauan&lt;/a&gt;&lt;/h&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Yonathan Rahardjo&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2004&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : &lt;br /&gt;Harga : &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-5781018057148238009?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/5781018057148238009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=5781018057148238009' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/5781018057148238009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/5781018057148238009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/07/jawaban-kekacauan.html' title='Jawaban Kekacauan'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2WATKAJVI/AAAAAAAABFQ/Uja1V0a4VYg/s72-c/Jawaban+Kekacauan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-5941092535658069417</id><published>2010-07-14T03:18:00.009-07:00</published><updated>2010-08-24T00:46:01.431-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku Majas'/><title type='text'>Mis Koncoku Sinorowedi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/THN3zikdulI/AAAAAAAABHs/4O_IOWB0HJo/s1600/Mis+Koncoku.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ox="true" src="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/THN3zikdulI/AAAAAAAABHs/4O_IOWB0HJo/s320/Mis+Koncoku.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Mis, Mitroku Sinorowedi&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;Novel Bahasa Jawa&lt;br /&gt;Penulis: Rahmat Ali&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2009&lt;br /&gt;Ukuran :&lt;br /&gt;Tebal :&lt;br /&gt;ISBN :&lt;br /&gt;Harga &lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-5941092535658069417?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/5941092535658069417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=5941092535658069417' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/5941092535658069417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/5941092535658069417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/07/mis-koncoku-sinorowedi.html' title='Mis Koncoku Sinorowedi'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/THN3zikdulI/AAAAAAAABHs/4O_IOWB0HJo/s72-c/Mis+Koncoku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-7848415844704318071</id><published>2010-07-14T03:18:00.007-07:00</published><updated>2010-08-24T01:11:35.058-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku Majas'/><title type='text'>Dinosaurus Habis Sakit Gawat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2VQA7qdZI/AAAAAAAABFI/FASRYSyNI-w/s1600/Dinosaurus+Habis+Sakit+Gawat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2VQA7qdZI/AAAAAAAABFI/FASRYSyNI-w/s320/Dinosaurus+Habis+Sakit+Gawat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/dinosaurus-habis-sakit-gawat.html"&gt;Dinosaurus Habis Sakit Gawat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Rahmat Ali&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2009&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : &lt;br /&gt;Harga :&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-7848415844704318071?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/7848415844704318071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=7848415844704318071' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/7848415844704318071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/7848415844704318071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/07/dinosaurus-habis-sakit-gawat.html' title='Dinosaurus Habis Sakit Gawat'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2VQA7qdZI/AAAAAAAABFI/FASRYSyNI-w/s72-c/Dinosaurus+Habis+Sakit+Gawat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-7108079905465415276</id><published>2010-07-14T03:18:00.001-07:00</published><updated>2010-08-24T01:21:57.418-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku Majas'/><title type='text'>Bi Gayah Sambalnya Mmmm...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2VHm_BYtI/AAAAAAAABFA/fVQzN0YO58g/s1600/Bi+Gayah+Sambalnya+Mmmm.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2VHm_BYtI/AAAAAAAABFA/fVQzN0YO58g/s320/Bi+Gayah+Sambalnya+Mmmm.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/bi-gayah-sambalnya-mmmm.html"&gt;Bi Gayah Sambalnya Mmmm...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Rahmat Ali&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2004&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : &lt;br /&gt;Harga :&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-7108079905465415276?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/7108079905465415276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=7108079905465415276' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/7108079905465415276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/7108079905465415276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/07/bi-gayah-sambalnya-mmmm.html' title='Bi Gayah Sambalnya Mmmm...'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2VHm_BYtI/AAAAAAAABFA/fVQzN0YO58g/s72-c/Bi+Gayah+Sambalnya+Mmmm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-8039187437935534136</id><published>2010-07-14T03:17:00.003-07:00</published><updated>2010-08-24T01:32:43.621-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku Majas'/><title type='text'>Pacar Cantik di Kapal Selamku</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UWHWbfHI/AAAAAAAABEw/yAvk5gOkHvo/s1600/Pacar+Cantik+di+Kapal+Selamku.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UWHWbfHI/AAAAAAAABEw/yAvk5gOkHvo/s320/Pacar+Cantik+di+Kapal+Selamku.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/pacar-cantik-di-kapal-selamku.html"&gt;Pacar Cantik di Kapal Selamku&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Rahmat Ali&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2004&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : &lt;br /&gt;Harga :&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-8039187437935534136?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/8039187437935534136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=8039187437935534136' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/8039187437935534136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/8039187437935534136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/07/pacar-cantik-di-kapal-selamku.html' title='Pacar Cantik di Kapal Selamku'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UWHWbfHI/AAAAAAAABEw/yAvk5gOkHvo/s72-c/Pacar+Cantik+di+Kapal+Selamku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-2700109625832149995</id><published>2010-07-14T03:17:00.001-07:00</published><updated>2010-08-24T00:58:33.208-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku Majas'/><title type='text'>Segulung Gelombang Segunung Rindu</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UfWx_MfI/AAAAAAAABE4/DHMIiQFgQSw/s1600/5117_1017512217077_1803295986_36413_8158713_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UfWx_MfI/AAAAAAAABE4/DHMIiQFgQSw/s320/5117_1017512217077_1803295986_36413_8158713_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/segulung-gelombang-segunung-rindu.html"&gt;Segulung Gelombang Segunung Rindu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Rahmat Ali&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2009&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : &lt;br /&gt;Harga :&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-2700109625832149995?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/2700109625832149995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=2700109625832149995' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/2700109625832149995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/2700109625832149995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/07/segulung-gelombang-segunung-rindu.html' title='Segulung Gelombang Segunung Rindu'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UfWx_MfI/AAAAAAAABE4/DHMIiQFgQSw/s72-c/5117_1017512217077_1803295986_36413_8158713_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-5551886937229330615</id><published>2010-07-14T03:16:00.000-07:00</published><updated>2010-08-24T00:53:10.852-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku Majas'/><title type='text'>Bara Asmara dari Bumi Siliwangi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UJ5h_WFI/AAAAAAAABEo/iZZ_nvNS9VE/s1600/Bara+Asmara+dari+Bumi+Siliwangi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UJ5h_WFI/AAAAAAAABEo/iZZ_nvNS9VE/s320/Bara+Asmara+dari+Bumi+Siliwangi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/bara-asmara-dari-bumi-siliwangi.html"&gt;Bara Asmara dari Bumi Siliwangi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Suparman&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2010&lt;br /&gt;Ukuran : &lt;br /&gt;Tebal : &lt;br /&gt;ISBN : 978-979-99159-7-0&lt;br /&gt;Harga :&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-5551886937229330615?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/5551886937229330615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=5551886937229330615' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/5551886937229330615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/5551886937229330615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/07/bara-asmara-dari-bumi-siliwangi.html' title='Bara Asmara dari Bumi Siliwangi'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2UJ5h_WFI/AAAAAAAABEo/iZZ_nvNS9VE/s72-c/Bara+Asmara+dari+Bumi+Siliwangi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-7809114398587202405</id><published>2010-07-14T02:41:00.000-07:00</published><updated>2010-08-23T20:37:58.048-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku Majas'/><title type='text'>Kumpulan Sajak Kedaulatan Pangan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2Go0QiNCI/AAAAAAAABEY/ia17ZKl9XvY/s1600/kedaulatan+pangan2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2Go0QiNCI/AAAAAAAABEY/ia17ZKl9XvY/s320/kedaulatan+pangan2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penerbit Majas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;J&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;udul :Kumpulan Sajak Kedaulatan Pangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;address style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Penulis : Yonathan Rahardjo&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;address style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Cetakan : I, Juni 2009&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;address style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ukuran : 12,5 x 20 cm&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;address style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tebal : 100 halaman&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;address style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;ISBN : &lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;address style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Harga : Rp. 30.000,-&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Pangan merupakan bagian tak terpisahkan dalam pemenuhan kebutuhan hidup pokok manusia. Berbagai jenis makanan dan minuman diproduksi dan kita konsumsi setiap hari. Betapa dekat dan tak terpisahkannya pangan dengan kita, mengilhami saya menulis puisi-puisi yang langsung berjudul nama makanan dan minuman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Dengan menempatkan nama ‘diri’ pangan itu pada judul sajak-sajak Yonathan, ada suatu harapan, bahwa pangan itu akan berbicara kepada kita –-apapun materi dan maknanya-- dengan segenap kedaulatannya, terurai pada isi puisi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Kedaulatan Pangan yang berbicara atas nama batin dan pandangannya sendiri, adalah antitesa terhadap sikap tunggal manusia terhadap pangan hanya berfungsi sebagai pemuas rasa lapar dan pemasok gizi hidup belaka. Dengan pangan, kebutuhan kita dipenuhi bukan hanya yang bersifat fisik, tapi juga batin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Yonathan mengevaluasi hal nilai batiniah dalam pangan konsepnya ini dari beberapa catatan. Nilai batiniah dalam pangan konsepnya itu antara lain dipublikasikan pada 2003 dalam Antologi Puisi Bisikan Kata Teriakan Kota oleh Dewan Kesenian Jakarta. Pecel Lele dan Siomay adalah dua judul puisi Yonathan pada antologi puisi itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Salah seorang yang memberikan perhatian besar pada eksistensi puisi pangan Yonathan sejak saat itu adalah penyair Binhad Nurrohmat yang terus mengingatkannya kan makna penting Sajak-sajak Kedaulatan Pangan saya dalam peta sastra Indonesia hingga lahir buku ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Perhatian Binhad, antara lain dipublikasikan pada 1 Mei 2004 di Fajar Banten dengan tulisannya: “....Yonathan meski secara tersamar sebenarnya menunjukkan suatu komitmen sosial juga (puisi “Bukan Serabi Bandung....)”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Terkait nilai yang tampak dari puisi Yonathan seperti “Bukan Serabi Bandung” ini, Sinar Harapan 10 Januari 2004 menulis, “..., Yonathan menggali ide baru yang sederhana, suatu gurauan serius dengan logika anak muda yang hendak bebas berkreasi. Coba simak sajaknya yang berjudul “Bukan Serabi Bandung....”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Kalaulah sastrawan Maroeli Simbolon masih hidup saat ini, ia tentu juga akan terus mengingatkan Yonathan tentang makna penting sajak-sajak pangannya. Perhatian ini antara lain ditulis oleh Maroeli Simbolon di Lampung Post 8 Agustus 2004.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Tulis Maroeli di situ, “..., Dan teman-teman seniman bertepuk tangan. Sebaliknya, ingatan saya segera tertuju kepada dua penyair muda berbakat besar, yang mengekspresikan pendapat Tardji (penyair Sutardi Calzoum Bahri) –dengan pendekatan lain. Yonathan Rahardjo sering menulis puisi dengan memasukkan jenis-jenis makanan dan minuman masyarakat kita sehari-hari, seperti ketupat, lepat, peyek, bandrek, pisang goreng.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Contoh lain penyair Nurdin Ahmad Zakky menulis kepada Yonathan, “Tom yam enak.... Saya sampai baca berulang-ulang. Yang ini rasanya agak beda.... Memang harusnya penyair kritis dengan lingkungan. ..., Saya baca ulang lagi ternyata kaya rasa juga. Termasuk masalah tradisi bahkan sampai ke identitas. Rasa originalitas maknyus kata Bondan Winarno (pakar kuliner) mah. Tapi kalau nggak percaya baca saja yang, ubi goreng ubi rebus. Masalahnya sudah banyak sekali orang yang krisis identitas, yang malu mengakui apa yang ada di sekitarnya. Kesederhanaan ini saya pikir lebih menghujam....”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Di milis Penyair, seorang yang memakai nama Karang SS mengomentari “Bukan Serabi Bandung” demikian, “Aku suka gaya tulisannya. Meluncur rendah bagai air tak kenal halangan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Adapun di milis Apresiasi Sastra, penyair Misbach pada Januari 2007 bahkan menulis puisi untuk saya demikian:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;CATATAN TENTANG SEMANGKUK TOM YAM&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;: Yonathan Rahardjo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;semangkuk tom yam kau letakkan di lidahku, lalu pelan-pelan kau resapkan lezatnya ke syaraf-syaraf lapar yang terus menggelepar liar merindukan seiris kampung halaman dalam kemeruyuk cinta yang nyaris tak bisa kutahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;semangkuk tom yam dalam hingar lapar di jalanan dengan genang kenang yang diturunkan hujan, hatiku menggigil di bibir nampan menggetarkan pertanyaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;: kapankah kau bikin sebuah perjamuan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;hingga tandas tom yam-mu disyairkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;hingga tuntas syairmu dirupakan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Kata Yunita Hapsari di milis Penyair. “Mm..., yummy! Lapar jasmani dan rohani terpenuhi.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; Begitulah, dengan menikmati, memaknai, dan merasakan manfaat kehadiran puisi pangan dalam buku ini, Anda akan menambah daftar nama yang membuat&amp;nbsp; kita semua&amp;nbsp; makin bersyukur dan sekaligus mengucap terimakasih atas kehadiran pangan dan puisi pangan Yonathan Rahardjo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-7809114398587202405?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/7809114398587202405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=7809114398587202405' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/7809114398587202405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/7809114398587202405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/07/kumpulan-sajak-kedaulatan-pangan.html' title='Kumpulan Sajak Kedaulatan Pangan'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD2Go0QiNCI/AAAAAAAABEY/ia17ZKl9XvY/s72-c/kedaulatan+pangan2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-2022896936237502603</id><published>2010-07-14T00:30:00.000-07:00</published><updated>2011-04-12T09:48:46.477-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara Pemesanan/ Pembelian'/><title type='text'>Cara Pemesanan/ Pembelian</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: inherit;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: inherit;"&gt;Isi Formulir ini : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: inherit;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: inherit;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: inherit;"&gt;Nama: ....................................................................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: inherit;"&gt;Alamat: ..................................................................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: inherit;"&gt;Nomor telepon/HP: ................................................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: inherit;"&gt;Email: ..........................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: inherit;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: inherit;"&gt;Pesan: buku/ majalah/ produk lain (pilih pesanan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: inherit;"&gt;Nama Produk: ........................................................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: inherit;"&gt;Jumlah: .... eksemplar/ buah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: inherit;"&gt;Untuk Langganan majalah: .... bulan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: inherit;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: inherit;"&gt;Jumlah Uang: ..........................................................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: inherit;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kirim  formulir ke Penerbit Majas:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Email: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:penerbitmajas@yahoo.com"&gt;penerbitmajas@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau kontak via  telepon: 0322 457383,&lt;br /&gt;Atau telepon/SMS 0815 930 6584, &lt;span style="font-size: 100%;"&gt;085852985854&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pembayaran:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Transfer ke rekening  kami sesuai dengan bank pilihan Anda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MANDIRI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;No Rekening :127-00-0479277-4&lt;br /&gt;a/n: Yonathan Rahardjo&lt;br /&gt;KCP Jakarta Ragunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BCA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;No Rekening: 5610174053&lt;br /&gt;a/n: Yonathan Rahardjo atau&lt;br /&gt;Ellisabeth Vitta Dharmayantie&lt;br /&gt;KCP Babat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BNI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;No Rekening: 0198126539&lt;br /&gt;a/n: Ellisabeth Vitta Dharmayantie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BRI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;No Rekening: 0683-01-003460-50-0&lt;br /&gt;a/n: Ellisabeth Vitta Dharmayanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Informasikan transfer Anda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;dengan SMS ke HP 0815  9306584,&lt;br /&gt;atau HP 08585 2985854,&lt;br /&gt;atau kontak 0322 457383,&lt;br /&gt;atau  email&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;a href="mailto:penerbitmajas@yahoo.com"&gt;penerbitmajas@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; &lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dicek di  Rekening lalu &lt;b&gt;tunggu konfirmasi dan kiriman produk kami&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-2022896936237502603?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/2022896936237502603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=2022896936237502603' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/2022896936237502603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/2022896936237502603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/07/cara-pemesanan-pembelian.html' title='Cara Pemesanan/ Pembelian'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-578414912222125476</id><published>2010-07-13T23:51:00.000-07:00</published><updated>2010-08-23T20:36:20.407-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rekanan Penerbit'/><title type='text'>Infovet</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD1eEIa4SpI/AAAAAAAABEI/Vhk6bGJbBJI/s1600/Infovet.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD1eEIa4SpI/AAAAAAAABEI/Vhk6bGJbBJI/s320/Infovet.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;M&lt;span style="font-size: small;"&gt;ajalah Peternakan dan Kesehatan Hewan INFOVET terbit sejak Mei 1992 oleh Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) dengan ijin terbit: No 1761/SK/Ditjen PPG/STT/1993, ISSN: 0854-0659,&amp;nbsp; Pendiri: Dr H A Karim Mahanan (alm), Sang Pelopor ASOHI sejak Januari 2002 diterbitkan oleh Badan Hukum Nasional&lt;b&gt; PT Gallus Indonesia Utama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Harga Majalah Infovet terhitung Januari 2009 adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Harga Eceran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pulau Jawa Rp. 17.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Luar Pulau Jawa Rp. 19.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Harga Langganan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Harga Langganan majalah Infovet&amp;nbsp; 1 Januari 2009 :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" style="border-collapse: collapse; font-family: inherit; height: 172px; width: 328px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center" width="25%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Daerah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="center" width="38%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;LANGGANAN 6 EDISI &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="center" width="37%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;LANGGANAN 12 EDISI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" width="25%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jawa&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="center" width="38%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp.100.000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="center" width="37%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp.200.000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" width="25%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bali, NTB, NTT&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="center" width="38%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp.120.000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="center" width="37%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp.220.000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" width="25%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumatera&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="center" width="38%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp.190.000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="center" width="37%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp.290.000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" width="25%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kalimantan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="center" width="38%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp.200.000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="center" width="37%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp.300.000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" width="25%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sulawesi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="center" width="38%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp.200.000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="center" width="37%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp.300.000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" width="25%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maluku&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="center" width="38%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp.210.000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="center" width="37%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp.310.000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" width="25%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Papua&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="center" width="38%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp.220.000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="center" width="37%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp.320.000&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;harga sudah termasuk ongkos kirim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;CARA BERLANGGANAN:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: inherit;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Isi Formulir Berlangganan ini :&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nama: ...........................................................................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Alamat: ........................................................................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nomor telepon/HP: ....................................................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Email: ..........................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Langganan: .... bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jumlah: .... eksemplar/ bulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rupiah: ........................................................................&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://infovet.files.wordpress.com/2007/09/formulir-berlangganan-2009.pdf"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hubungi Penerbit Majas:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yonathan Rahardjo (HP 0815 930 6584),&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ellisabeth Vitta Dharmayantie (HP 08585 29 8585 4)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pembayaran:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Transfer ke rekening: A/n. Drh Yonathan Rahardjo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: inherit;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bank Mandiri KCP Jakarta Ragunan No. Rek. 127.00-0479277-4&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Informasikan transfer Anda dengan sms ke HP 0815 930 6584, atau HP 08585 29 8585 4, atau email yonathanrahardjo@yahoo.com untuk dicek di Rekening lalu tunggu konfirmasi dan kiriman Majalah Infovet&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-578414912222125476?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/578414912222125476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=578414912222125476' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/578414912222125476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/578414912222125476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/07/infovet.html' title='Infovet'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/TD1eEIa4SpI/AAAAAAAABEI/Vhk6bGJbBJI/s72-c/Infovet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-739789231919470113.post-7195113489965412790</id><published>2010-07-13T19:09:00.000-07:00</published><updated>2010-08-23T22:17:32.390-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rekanan Penerbit'/><title type='text'>Lanang</title><content type='html'>&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/THNV1VZh3vI/AAAAAAAABHc/vemP-n9r1c0/s1600/Lanang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ox="true" src="http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/THNV1VZh3vI/AAAAAAAABHc/vemP-n9r1c0/s320/Lanang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.penerbitmajas.com/2010/07/l-n-n-g-judul-lanang-penulis-yonathan.htmlPenerbit"&gt;Novel: Lanang&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;Penerbit: Pustaka Alvabet&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;Penulis: Yonathan Rahardjo&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;Cetakan : I, Mei 2008&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;Ukuran : 12,5 x 20 cm&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;Tebal : 440 halaman&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;ISBN : 978-979-3064-59-8&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;Harga : Rp. 55.000,- &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Doktor Dewi seorang antek korporasi asing. Berkepentingan memasok produk rekayasa genetika dari luar negeri, dia ciptakanlah hewan transgenik penyebar virus penyakit, Burung Babi Hutan. Sejak kemunculan makhluk aneh ini, area peternakan sapi perah tempat Lanang bekerja tiba-tiba terserang penyakit gaib. Ribuan sapi mati. Warga pun gempar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bersama pemerintah dan masyarakat, Lanang, dokter hewan yang cerdas, obsesif, dan melankolis, sibuk mencari tahu sebab kematian sapi perah. Seminar dan penelitian dilakukan, tapi penyakit misterius tak kunjung ketemu. Usaha ilmiah pun menemui jalan buntu. Lalu, mengemukalah isu dari seorang dukun hewan bahwa biang keladi kematian sapi adalah Burung Babi Hutan, makhluk jadi-jadian. Polemik mistikisme tradisional versus bioteknologi modern pun menambah ruwet persoalan. Akankah proyek Doktor&amp;nbsp;Dewi berjalan mulus?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ditulis dalam gaya &lt;i&gt;thriller&lt;/i&gt;, plot cerita novel ini sungguh menegangkan. Karakter tokoh-tokohnya pun rumit dan penuh intrik. Dengan pendekatan konspirasi, karya ini menjadi bacaan kritis bagi yang tertarik pada isu-isu sosial, psikologi, bioteknologi, dan politik kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;*****&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;”Membaca novel ini, saya segera merasakan kemiripannya dengan kesusastraan Eropa abad ke-20, misalnya novel Prancis &lt;i&gt;Plague&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;Penyakit Pes&lt;/i&gt;) karya Albert Camus atau karya-karya Géza Csáth dalam kesusastraan Hungaria: kita harus menghadapi kehadiran simbolik, mistik, rasional, dan irasional secara bersamaan. Sebagai ”pemula” dalam kesusastraan Indonesia, saya membandingkannya dengan &lt;i&gt;Harimau–Harimau&lt;/i&gt; karya Mochtar Lubis. Musikalitas dan plastisitas deskripsi dalam novel ini luar biasa, seperti skenario film!” &lt;b&gt;—Mihaly Illes, Duta Besar Hungaria untuk Indonesia&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Yonathan seperti Taufiq Ismail yang juga dokter hewan, sama dengan Asrul Sani idem ditto dokter hewan. Ditarik lebih jauh ke masa lampau, Marah Rusli, pengarang roman Siti Nurbaya, pun dokter hewan. Saya pikir, tentu ada sesuatu yang “spesial” dengan dokter hewan. Bisa bersajak, bisa mengarang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;... Saya pikir, Yonathan ini wong edan, &lt;i&gt;gendheng, gilo-gilo baso,&lt;/i&gt; sifat yang melahirkan kreativitas, orisinalitas. Kukirim sajakku padamu Yonathan. Bunyinya: Katakan beta/manatah batas/antara gila/dengan waras.” &lt;b&gt;—Rosihan Anwar, Tabloid &lt;i&gt;Cek &amp;amp; Ricek&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Kekuatan utama novel ini terletak pada wawasan baru yang mewarnainya. Rumit tapi…. Sangat menarik.” &lt;b&gt;—Ahmad Tohari, novelis&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Novel yang kaya dan dalam, menampilkan berbagai wajah dan genre yang beberapa di antaranya belum dirambah pengarang Indonesia lain: sains, &lt;i&gt;thriller&lt;/i&gt;, sosial, psikologi.” &lt;b&gt;—Prof. Dr. Apsanti Djokosujatno, Guru Besar Sastra Universitas Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;”Ada beberapa dokter hewan yang terjun dan bergelut di dunia sastra. Tetapi, agaknya, hanya (Dokter Hewan) Yonathan Rahardjo yang coba memperkaya sastra Indonesia dengan rekayasa genetika sebagai bagian dari pengucapan literernya melalui novel &lt;i&gt;Lanang&lt;/i&gt;." &lt;b&gt;—Martin Aleida, wartawan &lt;i&gt;Tempo&lt;/i&gt; 1971-1984&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Penyair yang dokter hewan ini dikenal dengan puisi-puisi kontekstual dan sosialnya. Kritik-kritiknya tajam, kendati dibalut dengan bahasa yang telanjang.” &lt;i&gt;&lt;b&gt;—Kompas&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"&lt;i&gt;Lanang&lt;/i&gt; adalah perpaduan mengejutkan antara eksperimen biologi mutakhir dengan alam spiritual tradisional. Kerumitan alur cerita, keterampilan bahasa, dan kompleksitas psikologi yang ditampilkannya adalah tawaran gelagat baru yang menakjubkan dalam denyut sastra Indonesia mutakhir." &lt;b&gt;—Prof. Dr. I. Bambang Sugiharto, Guru Besar Filsafat Universitas Parahyangan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Jalinan cerita dan tokohnya memang buah imajinasi, tapi latar belakang teknologi dan konspirasi global yang menjadi setting ceritanya boleh jadi mendekati kenyataan. Gabungan fiksi dan kenyataan yang membuat masyarakat perlu berpikir ulang ihwal teknologi!” &lt;b&gt;—Hira Jhamtani, pengamat kehidupan, Gianyar, Bali&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Cara bercerita dalam novel &lt;i&gt;Lanang&lt;/i&gt; memperkaya khazanah susastra Indonesia, sebuah cara penceritaan yang baru, rinci, telaten, merayap, namun arahnya pasti dan penuh kejutan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penceritaan hal-hal sensitif, yang menjadi kontroversi berbagai pihak dalam konteks sastra dan moralitas sastraIndonesia, mampu disampaikan secara terbuka dan terus terang namun tidak blak-blakan dan vulgar, dikemas dalam kata dan kalimat indah khas susastra, dengan tetap menjaga dan mempertahankan greget suasana dan makna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Konflik kejiwaan dan karakter tokoh utama ditampilkan secara mendalam, menghadirkan konflik itu terasa nyata, dan memang sebetulnya mewakili kondisi kejiwaan dan spiritualitas manusia Indonesia pada umumnya dalam menghadapi masalah yang menyangkut kepentingan bangsa.” &lt;b&gt;—Ahmadun Yosi Herfanda, Redaktur Budaya Harian &lt;i&gt;Republika&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Novel ini menggarap satu tema yang sangat menantang: rekayasa genetika. Sebuah tema yang memerlukan pengetahuan khusus dan kecakapan menulis yang lebih dari cukup. Dalam beberapa hal, sang pengarang telah memenuhinya. Selebihnya, biar sidang pembaca yang menilai." &lt;b&gt;—Zen Hae, penulis sastra, Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Yonathan Rahardjo, seorang dokter hewan lulusan Universitas Airlangga Surabaya, memilih berkecimpung di dunia tulis menulis ketimbang berpraktek sebagai dokter hewan.... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari semua tulisan yang dibuatnya, Yonathan menyadari dirinya cenderung menyukai tulisan-tulisan yang mengungkap rasa, yaitu tulisan sastra, bukan berita ilmiah ataupun laporan, tapi bahasa indah yang di dalamnya ada prosa dan puisi, yang punya benang merah dengan apa yang ia lakukan waktu kecil.” &lt;i&gt;&lt;b&gt;—Bisnis Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;”Novel (Dokter Hewan) &lt;i&gt;Lanang&lt;/i&gt; mengangkat kisah kemanusiaan dokter hewan dan seluk-beluknya secara rinci, gamblang dan imajinatif dalam menyelidiki misteri kematian hewan dalam jumlah besar, yang memengaruhi hajat hidup masyarakat dan bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jatuh bangunnya Drh. Lanang dalam menyelidiki kasus penyakit penyebab kematian hewan itu merupakan cermin apa yang sesungguhnya terjadi di bidang kedokteran hewan dan peternakan di tanah air, dengan menggunakan dasar ilmiah dan dikembangkan sebagai fiksi dengan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Novel yang patut menjadi bacaan “wajib” bagi kalangan kedokteran hewan dan peternakan serta peminat seni sastra pada umumnya. Penyajiannya sangat inspiratif dan menjadi jembatan emas antara dunia ilmiah kedokteran hewan dan dunia kemanusiaan (humaniora).” &lt;b&gt;—Prof. Drh. Charles Ranggatabbu, MSc, PhD, pakar Kedokteran Hewan, Guru Besar dan Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada Jogjakarta&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“’Kita kembali pada karya sastra saja,’ ujar Yonathan Rahardjo, salah satu pemenang sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta. Karyanya adalah salah satu di antara pilihan juri yang mencengangkan publik sastra karena realisme hampir nampak dalam karya para pemenang ini.” &lt;b&gt;—Sihar Ramses Simatupang, &lt;i&gt;Sinar Harapan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Yonathan Rahardjo selama ini mencermati berbagai tema kehidupan, seperti kehidupan politik yang bobrok, porak porandanya lingkungan, dan berbagai kenyataan sosial lainnya. Semua itu dicurahkannya….” &lt;i&gt;&lt;b&gt;—Warta Kota&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Sebuah roman yang akan membawa kita meruntuhkan blokade terhadap orang lain sebagai impersonalitas menuju sesuatu yang personal dengan menciptakan ruang intim. Orang lain hadir dengan berbagai “cara memahami” sebagai warisan budaya dalam menetapkan berbagai definisi berikut batas-batas kategori dan klasifikasi yang kaku. Roman ini mendobrak batas-batas itu dan menjadikan semua tokoh ceritanya sebagai cermin yang dalam untuk menjenguk diri kita sebagai manusia dengan kecemasan, harapan, rasa sakit, dan cinta.” &lt;b&gt;—Wicaksono Adi, kritikus seni, Juara I Lomba Kritik Sastra Dewan Kesenian Jakarta 2004&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;*****&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Yonathan Rahardjo&lt;/b&gt; lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, pada 17 Januari 1969. Semasa sekolah menulis di media siswa SMPN 1 dan SMAN 2 Bojonegoro. Semasa kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya juga menjadi Wartawan Koran Harian Memorandum, menulis di media kampus dan organisasi masyarakat, media massa nasional dan daerah, serta menjadi wartawan daerah majalah &lt;i&gt;Infovet&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terus menulis setelah menjadi dokter hewan dan pernah bekerja sebagai technical service Obat Hewan, medical representative Obat Manusia, dokter hewan panggil, aktivis LSM lingkungan, hingga hijrah ke Jakarta sejak 1999, dipercaya mengelola majalah &lt;i&gt;Infovet&lt;/i&gt; sampai sekarang, pernah menjadi penanggung jawab teknis Obat Hewan, aktif baca puisi di beberapa kota, baca puisi sambil melukis (Syairupa), menjadi pembicara dan moderator diskusi kedokteran hewan dan sastra-seni-budaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sejak 1983, tulisannya berupa karya jurnalistik, opini, sastra puisi dan cerpen secara kronologis dimuat di media koran, majalah, jurnal, buletin: &lt;i&gt;Kartika, Tantular, Sema Pos, Memorandum, Jawa Pos, Surabaya Post, Surya, Karya Darma, Swadesi, Jaya Baya, Warta Advent, Warta Konferens, Warta Bethany, Efod, Akrab Dengan Tuhan, Infovet, Putra Agung, Lahai Roi, Seloliman, Bumi, Berita Bumi, Kabar Bumi, Ozon, Satwa Kesayangan, Meja Budaya, Horison, Media Indonesia, Aksara, JakVet, Bina Desa, Jurnal Nasional, Signal, Warta Kota, Suara Pembaruan, Seputar Indonesia, Suara Karya, Majelis, Republika, Majemuk &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; Batam Pos.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karyanya juga ada dalam buku bersama &lt;i&gt;Setengah Abad Sejarah Ayam Ras Indonesia, Penyakit Unggas dan Pengendaliannya&lt;/i&gt;; antologi puisi &lt;i&gt;Padang Bunga Telanjang&lt;/i&gt;; antologi puisi &lt;i&gt;Bisikan Kata Teriakan Kota&lt;/i&gt;; antologi puisi &lt;i&gt;Maha Duka Aceh&lt;/i&gt;; antologi puisi-cerpen-curhat-esai &lt;i&gt;Tragedi Kemanusiaan 1965-2005&lt;/i&gt;; antologi puisi &lt;i&gt;Nubuat Labirin Luka&lt;/i&gt;; dan antologi puisi &lt;i&gt;Ode Kampung&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Buku tunggalnya: &lt;i&gt;Avian Influenza, Pencegahan dan Pengendaliannya&lt;/i&gt; (2004); kumpulan puisi &lt;i&gt;Jawaban Kekacauan &lt;/i&gt;(2004); dan novel &lt;i&gt;Lanang&lt;/i&gt; (2008), peraih Penghargaan Sastra sebagai salah satu Pemenang Lomba Novel Dewan Kesenian Jakarta 2006.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/739789231919470113-7195113489965412790?l=penerbitmajas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/feeds/7195113489965412790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=739789231919470113&amp;postID=7195113489965412790' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/7195113489965412790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/739789231919470113/posts/default/7195113489965412790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitmajas.blogspot.com/2010/07/l-n-n-g-judul-lanang-penulis-yonathan.html' title='Lanang'/><author><name>Yonathan Rahardjo</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f9aea3oKfg4/THNV1VZh3vI/AAAAAAAABHc/vemP-n9r1c0/s72-c/Lanang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
